SOLOBALAPAN.COM - Sho Yamamoto, gelandang asal Jepang yang kini membela Persis Solo, menjadi sosok yang selalu hadir di setiap sudut lapangan, tanpa banyak sorotan.
Seperti bayangan yang tak pernah hilang, pemain berusia 27 tahun ini selalu berada di sana, baik saat tim menyerang maupun bertahan.
Sebagai simbol kerja keras tanpa pamrih, Yamamoto mengerahkan seluruh tenaganya tanpa mengharapkan perhatian.
Ketika tim menyerang, ia berperan aktif membantu serangan, dan saat bertahan, ia dengan cepat menutup celah yang ada.
Keberadaannya di lini tengah sangat vital, dan ia telah menjadi sosok yang tak tergantikan sejak pertama kali bergabung dengan Persis Solo di putaran kedua musim lalu, meskipun pelatih tim berganti dari Leonardo Medina ke Milomir Seslija dan kini Ong Kim Swee.
Dalam kondisi tim yang sedang terpuruk, Ong Kim Swee menilai Sho Yamamoto sebagai pemain yang jarang berbicara, tetapi selalu berusaha keras untuk melaksanakan tugasnya dengan maksimal.
"Kalian tahu siapa orang paling frustrasi? Saya telah mengamatinya. Saya tahu semua dari kalian kecewa, namun yang paling kecewa dari kalian semua adalah yang paling frustrasi tapi tidak terlihat. Yang berusaha setiap saat," ujar OKS.
Pelatih asal Malaysia ini kemudian menambahkan, "Apa kalian mengamati? Dia tidak berbicara terlalu banyak, dia melakukan tugasnya, berusaha keras, siapa? orang ini (menunjuk Sho Yamamoto)."
Pujian dari Ong Kim Swee ini menggambarkan betapa besar peran Yamamoto yang tidak terlihat banyak oleh publik.
Tanpa banyak bicara dan tanpa mengeluh, Sho memberikan yang terbaik untuk klub kebanggaan masyarakat Solo.
"Dia tidak berbicara banyak. Dia tidak mengeluh dengan banyak. Dia tidak menunjukkan wajahnya di depan semua orang, tapi dia melakukan tugasnya. Dia duduk di sana dan dia berpikir," lanjut OKS.
Namun, meskipun peranannya sangat penting, Sho Yamamoto harus absen pada pertandingan mendatang melawan Semen Padang di Stadion Manahan pada 21 Februari mendatang.
Hal ini terjadi setelah ia menerima kartu kuning kedua saat melakukan protes terhadap wasit dalam pertandingan melawan Persik Kediri.
Meskipun begitu, kontribusi Sho di lini tengah tetap dikenang sebagai bagian integral dalam strategi tim.
Sho Yamamoto bukan hanya sekadar pemain yang tidak banyak berbicara, tetapi ia juga menjadi contoh kerja keras dan dedikasi yang patut dicontoh.
Tanpa sorotan, dia tetap terus memberikan yang terbaik untuk tim.
Persis Solo akan merindukan tenaga dan ketenangan yang ia bawa di tengah lapangan saat ia absen, namun perannya yang tidak pernah terlihat tetap akan selalu dihargai oleh pelatih, pemain, dan para pendukungnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo