SOLOBALAPAN.COM - Keunggulan jumlah pemain di atas lapangan tidak selalu menjamin tim dapat mendominasi permainan.
Hal ini terbukti saat Persis Solo bertandang ke Kediri untuk melawan Persik Kediri dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Brawijaya, pada Jumat (14/2) lalu.
Meskipun Persis Solo lebih banyak pemain, mereka gagal meraih kemenangan.
Sejak menit kelima, tim tuan rumah, Persik Kediri, terpaksa bermain dengan sepuluh pemain setelah striker mereka, Ramiro Fergonzi, diusir dari lapangan.
Fergonzi menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap bek Persis Solo, Sutanto Tan, yang membuat kapten Persis Solo tersebut terjatuh dan terkapar di lapangan.
Insiden itu terjadi beberapa detik setelah pertandingan dimulai, di mana Fergonzi melakukan sikutan keras yang langsung dihukum oleh wasit.
Setelah meninjau tayangan ulang melalui video assistant referee (VAR), wasit memutuskan untuk memberikan kartu merah kepada Fergonzi.
Meskipun bermain dengan satu pemain lebih banyak, tim Laskar Sambernyawa—julukan Persis Solo—kesulitan menembus pertahanan kuat yang ditampilkan oleh Persik Kediri.
Peluang-peluang yang tercipta pun gagal dimaksimalkan menjadi gol, sebagian besar karena para pemain Persis Solo terburu-buru dalam menuntaskan serangan.
Pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, menjelaskan, "Kebiasaan apabila bermain dengan 10 pemain akan menyulitkan, dimana pasukan lawan akan bertahan.
Seperti yang saya katakan, peluang yang kita ciptakan, kita terlalu terburu-buru (menyelesaikannya) sehingga tidak bisa menyempurnakan peluang yang kita dapat."
Walaupun Persis Solo menguasai permainan, mereka sebenarnya hampir kebobolan.
Persik Kediri berhasil mencetak gol lewat kerjasama antara Zee Valente dan Majed Osman yang berhasil mengecoh penjaga gawang Persis Solo, Muhammad Riyandi.
Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit melihat tayangan VAR dan memutuskan bahwa pemain Persik Kediri berada dalam posisi offside.
Ong Kim Swee memberikan pujian kepada tim lawan, mengatakan, "Kredit harus diberikan kepada pasukan Persik yang bermain baik dari awal permainan, memberikan banyak tekanan, mereka mengimbangi pasukan kami."
Setelah pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0, Persis Solo hanya berhasil membawa pulang satu poin dari Brawijaya.
Sayangnya, satu poin tersebut tidak cukup untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara, di mana mereka tetap berada di posisi juru kunci dengan 18 poin.
Perwakilan dari pemain Persis Solo, Althaf Indie, mengungkapkan bahwa hasil imbang tersebut bukanlah hasil yang mereka harapkan.
"Kita juga membutuhkan poin, kita main lebih dengan 11 pemain. Semoga kita bisa memberikan yang terbaik nantinya," kata Althaf.
Ke depannya, Persis Solo harus terus memperbaiki permainan mereka, terutama dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Meski tim bermain dengan satu pemain lebih banyak, penting untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru dalam menyelesaikan serangan.
Kemenangan tetap menjadi target utama mereka dalam melanjutkan perjuangan di kompetisi ini.
Di sisi lain, Persik Kediri menunjukkan ketahanan dan semangat bertahan yang kuat meskipun hanya bermain dengan 10 pemain, memberikan mereka pengakuan atas strategi yang diterapkan oleh pelatih dan ketangguhan tim. (nis/did)