Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral Momen Haru Persis Solo Usai Melawan Persebaya, Pemain Ajak Rian Miziar Turun Lapangan Untuk Nyanyi Anthem!

Mannisa Elfira • Minggu, 9 Februari 2025 | 22:59 WIB
Momen Sananta, Eky Taufik dan Sutanto yang menghampiri Rian Miziar usai memastikan kemenangan melawan Persebaya
Momen Sananta, Eky Taufik dan Sutanto yang menghampiri Rian Miziar usai memastikan kemenangan melawan Persebaya

SOLOBALAPAN.COM - Anthem klub Persis Solo yang berjudul Satu Jiwa karya band The Working Class Symphony (TWCS) memiliki makna mendalam bagi seluruh keluarga besar Laskar Sambernyawa.

Liriknya yang berbunyi:

"Rayakan pertemuan ini, selalu bersama apapun yang terjadi. Singkirkan semua yang mengganggumu, kitakan tetap jadi satu" menjadi semangat yang mengikat pemain, staf, dan pendukung.

Lirik tersebut benar-benar terasa dalam hati mereka, terutama ketika persaudaraan antar pemain diperlihatkan secara nyata di lapangan.

Seperti yang terlihat dalam momen pasca pertandingan Persis Solo melawan Persebaya Surabaya pada Jumat (7/2/2025) malam di Stadion Manahan.

Usai mengalahkan Persebaya dalam laga Liga 1, para pemain Persis Solo terlihat dengan penuh semangat menuju tribun VIP untuk menemui Rian Miziar, yang pada malam itu tidak termasuk dalam daftar susunan pemain (DSP).

Pertama kali, kapten tim, Sutanto Tan, mencoba membujuk Rian untuk turun ke lapangan dan bergabung menyanyikan anthem bersama suporter.

Namun, Rian Miziar tampak ragu dan tidak segera menyetujui ajakan tersebut, terlihat seperti ada beban berat dalam pikirannya.

Tidak lama setelah itu, beberapa pemain lain, seperti Eky Taufik, Ramadhan Sananta, dan Jordy Tutuarima, turut serta mendekati Rian.

Dengan pelukan dan ajakan penuh kekeluargaan, akhirnya Rian Miziar bersedia untuk turun ke lapangan dan menyanyikan Satu Jiwa bersama dengan suporter yang berteriak penuh semangat.

Apresiasi dan sorakan dari suporter pun menggema, menandakan rasa penghargaan mereka terhadap rasa kebersamaan yang sangat terlihat dalam aksi ini.

Pada pertandingan kali ini, Rian Miziar memang tidak masuk dalam susunan pemain dan memilih menonton dari tribun VIP bersama penonton lainnya.

Keputusan ini bisa jadi dipengaruhi oleh penampilannya yang mendapat sorotan negatif setelah laga sebelumnya melawan Madura United.

Dalam pertandingan tersebut, Rian masuk sebagai pemain pengganti saat skor masih 0-0.

Sayang, tidak lama setelah ia masuk, Rian melakukan pelanggaran di area kotak penalti, yang mengakibatkan Madura United mendapatkan hadiah penalti.

Keadaan semakin memburuk ketika beberapa menit kemudian gol kedua tercipta akibat keteledoran lini pertahanan Persis dalam menghadapi serangan balik lawan.

Akibatnya, Persis harus menelan kekalahan 2-0.

Kemungkinan besar, performa tersebut mempengaruhi keputusan pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, yang memilih untuk tidak menyertakan Rian dalam daftar pemain untuk pertandingan melawan Persebaya.

Namun, Ong Kim Swee menegaskan bahwa kegagalan dalam pertandingan sebelumnya tidak mempengaruhi hubungan antara pemain dan tim secara keseluruhan.

Menurutnya, hasil pertandingan — apapun itu, kemenangan, kekalahan, atau imbang — adalah hasil kerja keras bersama.

Semua pemain, kata Ong Kim Swee, sudah berjuang maksimal dalam setiap pertandingan.

Pelatih asal Malaysia itu juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat juang para pemain, terutama dalam pertandingan melawan Persebaya.

"Itu (aksi yang dilakukan pemain setelah laga) membuktikan semangat juang yang tinggi untuk mewakili Persis, dan saya percaya pemain ingin Persis Solo terus bertahan di Liga 1," ujarnya setelah pertandingan.

Ong Kim Swee, yang akrab disapa OKS, yakin bahwa semangat tim akan terus berkobar untuk menjaga Laskar Sambernyawa tetap berada di kasta tertinggi Liga Indonesia.

"Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki sikap positif dan semangat yang sangat baik. Saya harap ini akan berlanjut karena sangat penting untuk melewati beberapa pertandingan yang akan datang," tambahnya.

Dalam laga pekan ke-22 ini, Persis Solo berhasil mengunci kemenangan dengan skor 2-1 berkat gol dari Moussa Sidibe dan tendangan melengkung Ramadhan Sananta di menit-menit terakhir pertandingan.

Meskipun sempat kesulitan mencetak gol di babak pertama, tim tetap menunjukkan sikap positif yang sangat dibutuhkan untuk meraih kemenangan, meskipun Persebaya sempat menyamakan kedudukan.

Menjaga Kekuatan Tim dan Semangat Bersama

Kemenangan ini memperlihatkan betapa pentingnya kebersamaan dalam tim. Setiap pemain, meskipun ada yang tidak tampil, tetap menjadi bagian dari perjuangan kolektif.

Hal ini terlihat jelas dalam momen pasca pertandingan, di mana persaudaraan dan dukungan antar pemain menambah kekuatan bagi tim.

Semangat ini menjadi kunci penting bagi Persis Solo untuk terus bersaing di Liga 1 dan menjaga nama besar klub di kancah sepakbola Indonesia.

Ke depan, dengan komitmen bersama, tidak diragukan lagi bahwa tim ini akan menghadapi tantangan yang ada dengan lebih kuat dan penuh tekad. (nis/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#viral #persis solo #persebaya #Rian Miziar