SOLOBALAPAN.COM - Siapa yang tidak kenal dengan Shafira Ika Putri? Bek tangguh yang pernah menjadi kapten Timnas Putri Indonesia dan andalan Persis Solo Women.
Bagaimana kabar pemain kelahiran 2003 ini sekarang?
Saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Solo di Kudus, Ika - begitu akrab dipanggil - berbagi cerita mengenai kesibukannya saat ini.
Meski tak lagi aktif membela Persis Solo, Ika tetap menjalani rutinitas latihan yang disiplin.
"Saya masih terus berlatih, ngegym, karena persiapan untuk Timnas senior juga," ujarnya setelah menghadiri acara MilkLife Soccer Challenge pada 26 Januari lalu.
Tahun lalu, Ika mendapatkan kesempatan berharga untuk mengembangkan dirinya di luar negeri.
Dia terbang ke Jepang untuk melakukan trial dengan salah satu klub sepak bola wanita di sana, FC Ryukyu Sakura.
"Senang bisa belajar di Jepang. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan di sana. Di sana saya juga belajar bareng tim," tutur Ika dengan antusias.
Di FC Ryukyu Sakura, Ika mengaku banyak belajar tentang teknik permainan sepak bola yang lebih maju.
"Secara teknis, liga di Jepang sudah jauh lebih berkembang dibandingkan di Indonesia. Di sini kita belum memiliki liga yang jelas. Kami sebagai pemain, sangat membutuhkan liga untuk menambah jam terbang," ujarnya.
Ika berharap liga sepak bola wanita Indonesia segera digelar untuk meningkatkan kualitas permainan dan memberikan peluang bagi pemain untuk berkembang.
Di sisi lain, PSSI kini sedang giat mempercepat transformasi sepak bola wanita di Indonesia.
Setelah sukses meraih gelar juara AFF Women's Cup 2024, Timnas Putri Indonesia telah mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam turnamen di Jepang pada Februari 2025 mendatang.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menyatakan bahwa tujuan partisipasi di Jepang selain untuk persiapan ASEAN Women's Championship 2025 adalah untuk memperkuat kerja sama dengan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) demi pengembangan sepak bola putri.
"Timnas putri akan mengikuti kompetisi antar universitas di Jepang pada 25 Februari, yang merupakan bagian dari kerjasama dengan JFA," jelas Vivin.
Sebelum bertolak ke Jepang, Timnas Putri Indonesia juga memiliki jadwal pertandingan FIFA Matchday di Arab Saudi pada 17 Februari.
"Ini adalah bagian dari dukungan penuh pemerintah dan PSSI untuk sepak bola wanita. Dulu tidak ada pemusatan latihan, sekarang sudah ada agenda seperti ini yang sangat membantu pengembangan tim," tambahnya.
Manajer Timnas Putri Indonesia, Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan bahwa sepak bola wanita di Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan besar.
"Kami sangat fokus untuk meningkatkan kualitas sepak bola wanita, dan ini tidak akan setengah-setengah. Kami sangat berterima kasih kepada Ketua Umum PSSI yang sangat mendukung," kata Galih.
Kini, Timnas Putri Indonesia tengah menjalani training camp di Surabaya, yang melibatkan tim dari kategori U-17, U-20, hingga senior.
Persiapan ini merupakan bagian dari agenda menuju ASEAN Women's Championship 2025 di Jakarta pada Juni mendatang.
Sebuah langkah besar untuk memperkuat sepak bola wanita Indonesia, yang diharapkan akan terus berkembang dan bersinar di kancah internasional.
Shafira Ika bukan hanya menjadi contoh teladan bagi pemain muda, tetapi juga suara yang menggambarkan harapan besar untuk masa depan sepak bola wanita Indonesia.
Semoga, dengan dukungan yang semakin kuat dan peningkatan kompetisi, sepak bola wanita Indonesia bisa menembus batas yang lebih tinggi, baik di level regional maupun dunia. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo