SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo harus puas dengan hasil imbang 3-3 dalam laga melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan, pada Minggu malam (26/1/2025).
Pertandingan tersebut merupakan bagian dari pekan ke-20 Liga 1 yang berlangsung sengit.
Laskar Sambernyawa, julukan bagi Persis Solo, tampil cukup percaya diri sejak awal pertandingan.
Pada menit keenam, mereka sudah berhasil unggul lebih dulu berkat gol dari Fransiskus Alessandro.
Umpan dari Althaf Indie diselesaikan dengan baik oleh Sandro, membawa Persis Solo memimpin 1-0.
Namun, Persija Jakarta segera memberikan respons. Pada menit ke-24, Ryo Matsumura, mantan pemain Persis Solo, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Matsumura melepaskan tembakan akurat ke tiang jauh yang tidak mampu dijangkau oleh kiper Muhammad Riyandi.
Tidak lama kemudian, pada menit ke-51, Persis Solo kembali unggul. Lautaro Belleggia mencetak gol kedua mereka dengan memanfaatkan umpan silang.
Namun, Persija Jakarta tidak menyerah dan berhasil menyamakan skor lagi menjadi 2-2 lewat gol Gustavo.
Laga semakin menegangkan ketika Matsumura kembali mencetak gol pada menit ke-65, membawa Persija untuk pertama kalinya memimpin 3-2.
Tapi, tidak lama setelah itu, Lautaro Belleggia mencetak gol keduanya pada menit ke-72, memanfaatkan assist dari Sho Yamamoto, untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Usai pertandingan, pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, mengungkapkan betapa sulitnya pertandingan tersebut.
Menurutnya, kualitas pemain Persija sangat tinggi, dan itu terbukti di lapangan.
"Satu pertandingan yang amat sulit. Sebagaimana kita tahu, tim Persija mempunyai kualitas para pemain yang cukup baik, terutama pemain yang mencetak gol," kata Ong Kim Swee.
Memang, di atas kertas, Persija yang berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 jauh lebih diunggulkan dibandingkan Persis Solo yang terpuruk di posisi ke-17.
Meskipun bermain di kandang sendiri, Persis Solo merasa kesulitan untuk meraih kemenangan.
Pelatih asal Malaysia ini menambahkan bahwa meskipun banyak kelemahan yang terlihat dari para pemainnya, mereka masih bisa membuktikan bahwa mereka mampu mencetak tiga gol.
"Banyak kelemahan yang diperlihatkan pemain kami, tapi mereka masih bisa membuktikan bahwa kami bisa menjaringkan tiga gol. Ini penting, walaupun kami sempat ketinggalan 3-2, namun dapat bangkit untuk mendapatkan gol penyama kedudukan,” ujarnya.
Namun, salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah penampilan Ryo Matsumura.
Gelandang asal Jepang yang pernah memperkuat Persis Solo pada musim 2022 ini tampil sangat impresif dengan mencetak dua gol dan memberikan satu assist.
Matsumura jelas menjadi momok bagi Persis Solo dalam laga ini.
“Terutamanya pemain nomor tujuh mereka (Ryo Matsumura) yang memberikan kami banyak kelemahan. Namun para pemain membuktikan kalau hari ini kita bisa mendapatkan poin,” tambah Ong Kim Swee.
Selain itu, masalah disiplin kembali menghantui Persis Solo. Kartu merah yang diterima oleh Rizky Dwi Febrianto menjadi catatan buruk lainnya.
Rizky mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-14 dan 83', yang membuatnya harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Ini menjadi kartu merah keenam yang diterima oleh Persis Solo dalam delapan pertandingan terakhir, dengan satu-satunya pengecualian saat melawan Arema FC dan Dewa United.
“Kartu merah sangat merugikan tim, namun beberapa langkah telah dilakukan untuk memastikan tidak ada hal sama terjadi karena ini merugikan tim kita,” ujar Ong Kim Swee, yang berkomitmen untuk mencegah insiden serupa terulang lagi.
Meski hanya bermain imbang, hasil ini memperlihatkan kemampuan tim untuk tetap bangkit meski menghadapi situasi yang tidak menguntungkan.
Di klasemen sementara, Persis Solo masih berada di zona merah, tepatnya di posisi 17 dengan 14 poin. Sementara itu, Persija Jakarta berhasil naik ke posisi kedua dengan raihan 38 poin.
Secara keseluruhan, laga ini menunjukkan pentingnya konsistensi dan disiplin bagi Persis Solo jika ingin keluar dari zona degradasi.
Meski sudah ada peningkatan dalam hal serangan, tim ini masih perlu memperbaiki banyak aspek, terutama dalam menjaga konsentrasi dan menghindari kartu merah yang dapat merugikan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo