SOLOBALAPAN.COM - Pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, kembali merasa kecewa dengan keputusan wasit terkait kartu merah yang diterima oleh salah satu pemainnya.
Dalam tujuh pertandingan terakhir di Liga 1, tim besutan Ong Kim Swee tercatat mendapatkan lima kartu merah.
Pada laga melawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, 20 Januari lalu, Persis Solo memperoleh total enam kartu: lima kartu kuning dan satu kartu merah.
Kartu kuning diberikan kepada Rizky Dwi (31'), Sho Yamamoto (45+6'), dan Zanadin Fariz (90+13').
Sedangkan Jordy Tutuarima mendapatkan dua kartu kuning pada menit 45+1' dan 90+2', yang berujung pada kartu merah.
Ong Kim Swee pun menanggapi insiden tersebut dengan tegas.
"Satu hal yang saya tidak bisa terima hari ini adalah kartu merah yang sekali lagi bagi saya tidak seharusnya terjadi," ujarnya dengan nada kecewa.
Pelatih asal Malaysia tersebut kini harus menghadapi dilema menjelang laga Persis Solo melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan pada 26 Januari mendatang.
Pasalnya, dua pemain asing timnya, Jordy Tutuarima dan Cleylton Santos, kemungkinan besar akan absen akibat hukuman kartu merah.
Jordy, yang sudah mendapatkan kartu merah di pertandingan melawan PSIS, tampaknya akan absen pada laga berikutnya.
Selain itu, Cleylton Santos juga terancam tidak tampil setelah menerima kartu merah langsung saat pertandingan melawan PSM Makassar pada 13 Januari.
Ong Kim Swee telah berkali-kali mengingatkan para pemainnya untuk lebih bijak dalam bertindak di lapangan.
Pelatih yang akrab disapa OKS ini menekankan pentingnya menjaga disiplin dan menghindari kartu, serta tidak melakukan protes berlebihan kepada wasit.
"Jadi ini berulang kali telah saya katakan, mereka harus serius menghadapi ini. Sebelum tindakan lebih berat diambil oleh saya atau manajemen," jelasnya.
Jordy Tutuarima sendiri menunjukkan performa yang cukup baik dalam dua pertandingan awalnya bersama Persis Solo, baik saat melawan PSM Makassar maupun PSIS Semarang.
Namun, dua kartu kuning yang diterimanya dalam pertandingan melawan PSIS adalah akibat keputusan yang kurang tepat dalam melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan.
Kehilangan dua pemain kunci akibat kartu merah tentu menjadi tantangan berat bagi Persis Solo.
Pelatih Ong Kim Swee diharapkan bisa mengatasi situasi ini dengan mengatur strategi yang tepat, meskipun tanpa kehadiran dua pemain asing tersebut.
Hal ini juga menunjukkan betapa pentingnya disiplin dan pengendalian emosi dalam setiap pertandingan di kompetisi seketat Liga 1.
Ke depannya, diharapkan para pemain Persis Solo lebih berhati-hati agar tidak kembali terjebak dalam masalah kartu yang dapat merugikan tim. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo