SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo harus puas hanya meraih satu poin setelah ditahan imbang 1-1 (1-0) oleh PSBS Biak di Stadion Manahan pada Senin malam, 16 Desember 2024.
Dengan hasil tersebut, Persis sementara terangkat ke posisi ke-15 dalam klasemen sementara Liga 1.
Sebagai tim tuan rumah, Laskar Sambernyawa datang dengan semangat yang tinggi untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Namun, keberuntungan sepertinya tidak berpihak pada mereka.
Pada menit ke-21, tim ini harus kehilangan satu pemain penting, Ramadhan Sananta, yang diusir wasit Agung Setiyawan setelah melanggar pemain PSBS Biak, Jaimerson Xavier.
Insiden tersebut terekam oleh VAR (Video Assistant Referee), yang menunjukkan bahwa Sananta menyikut keras bek asal Brasil tersebut, yang berujung pada kartu merah untuk pemain Timnas Indonesia itu.
Meski harus bermain dengan sepuluh pemain, semangat juang Persis Solo tidak luntur.
Pada menit ke-29, mereka berhasil membuka skor lewat gol cantik dari Sho Yamamoto, yang mencatatkan gol pertamanya di musim ini.
Gol tersebut berawal dari umpan silang Eduardo Kunde yang diteruskan Moussa Sidibe kepada Sho.
Tanpa pengawalan ketat, Sho berhasil mencetak gol dan membawa Persis unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Persis terus berusaha untuk membangun serangan meskipun bermain dengan 10 pemain.
Namun, kembali mereka diganjal dengan keputusan yang merugikan.
Pada menit ke-60, Althaf Indie terpaksa melakukan handsball di dalam kotak penalti.
Setelah melihat tayangan ulang VAR, wasit menunjuk titik putih.
Eksekusi penalti dari PSBS Biak sempat diblok oleh kiper Muhammad Riyandi, namun bola rebound jatuh ke kaki Pablo Arganaraz yang langsung menceploskan bola ke gawang. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Ong Kim Swee, pelatih kepala Persis Solo, mengapresiasi perjuangan timnya meski harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
"Kami kehilangan penyerang di awal pertandingan, ditambah penalti, dan juga kehilangan Moussa Sidibe yang cedera.
Meski begitu, kami bisa menahan imbang dan meraih satu poin. Tentu kami ingin tiga poin, tapi ini adalah hasil yang bisa diterima," ujar pelatih asal Malaysia tersebut.
Ong Kim Swee mengakui bahwa bermain dengan hanya sepuluh pemain dan ditambah dengan cedera pemain kunci merupakan situasi yang sangat sulit.
Namun, dia tetap memberikan pujian kepada para pemain, khususnya lini pertahanan yang tampil cukup solid selama pertandingan.
"Saya sangat mengapresiasi usaha pemain. Mereka bermain hampir 84 menit dengan 10 pemain. Bukan hanya bertahan, namun kami juga berhasil menciptakan peluang di babak kedua," tambahnya.
Kendati hasil imbang ini bukan yang diharapkan, semangat tim dan perjuangan para pemain Persis Solo menunjukkan potensi yang patut diapresiasi, terutama dalam kondisi yang penuh tantangan.
Di tengah kelelahan dan tekanan, mereka tetap berusaha keras untuk meraih hasil positif demi memperbaiki posisi di klasemen Liga 1. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo