SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo dengan tegas menyatakan bahwa klubnya tidak memberi tempat bagi seksisme dan objektifikasi seksual dalam dunia sepak bola.
Klub ini berharap seluruh suporter serta masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pihak yang hadir di stadion, khususnya bagi para penonton perempuan.
Dalam pernyataannya, Persis Solo mengimbau agar setiap kejadian terkait seksisme bisa segera dilaporkan kepada petugas steward yang tengah bertugas.
Langkah ini diharapkan dapat memfasilitasi penanganan masalah secara cepat dan tepat.
Dilansir dari JawaPos Radar Solo, Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona memberikan pernyataan.
"Persis Solo berkomitmen untuk memastikan setiap orang dapat menikmati sepak bola di stadion dengan rasa aman dan nyaman.
Kami telah melakukan edukasi kepada suporter, dan kami sangat mengapresiasi kesadaran mereka tentang pentingnya menciptakan ruang yang aman bagi perempuan di stadion," ungkapnya.
ini dikeluarkan menyusul munculnya video pelecehan seksual yang beredar di media sosial, yang terjadi di Stadion Manahan.
Video tersebut segera menarik perhatian publik dan menuai berbagai kritikan tajam.
Kejadian tersebut dipicu oleh sebuah unggahan di TikTok oleh akun @red.******e.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengenakan kaos hitam dan vest krem tengah merekam aksi tak senonoh yang dilakukan temannya terhadap ball girls yang sedang melintasi lapangan Manahan.
Aksi pelecehan itu dilakukan dengan sengaja, sementara pria tersebut tertawa puas.
Sayangnya, waktu pasti terjadinya peristiwa ini belum diketahui, namun yang jelas, kejadian tersebut berlangsung saat pertandingan kandang Persis Solo.
Klub ini pun dengan tegas mengutuk segala bentuk pelecehan dan objektifikasi seksual dalam dunia sepak bola, terutama yang terjadi di lingkungan stadion. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo