SOLOBALAPAN.COM - Saat ini, Persis Solo dan tim-tim Liga 1 lainnya sedang menikmati jeda kompetisi karena adanya kualifikasi Piala Dunia zona Asia, yang melibatkan beberapa pemain dari Liga 1.
Eduardo Kunde dan rekan-rekan satu timnya pun sempat mendapatkan libur singkat selama tiga hari.
Pada saat libur tanpa agenda latihan, tim Persis Solo memanfaatkan waktu tersebut dengan melakukan kunjungan ke makam Mangkunegara I, atau yang lebih dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa, di Astana Mangadeg, Karanganyar, pada 8 November lalu.
Abud, yang merupakan sapaan akrab dari Manajer Persis Solo, Chairul Basalamah, menjelaskan, "Kami libur setelah pertandingan melawan PSS Sleman pada 3 November, namun hanya sebentar.
Sejak hari Kamis, kami sudah mempersiapkan acara untuk merayakan 101 tahun. Salah satunya, tim melakukan ziarah ke makam Pangeran Sambernyawa, yang juga menjadi simbol julukan tim, yakni Laskar Sambernyawa."
Setelah menikmati liburan sejenak, kini tim kembali fokus untuk berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Malut United pada 21 November.
"Setelah libur tiga hari, kami akan kembali berlatih seperti biasa untuk meningkatkan performa tim demi menghadapi pertandingan berikutnya," ujar Chairul Basalamah, yang sebelumnya menjabat sebagai manajer Persebaya Surabaya.
Meskipun mendapat jeda cukup panjang, pihak manajemen dan pelatih Persis Solo masih memiliki banyak pekerjaan rumah.
Salah satu perhatian utama adalah performa tim yang belum memuaskan di Liga 1.
Hingga saat ini, Persis Solo masih terjebak di zona merah klasemen sementara Liga 1.
Kekalahan dalam pertandingan terakhir melawan PSS Sleman di Stadion Manahan tentu menjadi pukulan bagi tim, dan sekaligus menjadi motivasi untuk bangkit dan tampil lebih baik di pertandingan mendatang.
Saat ini, Persis Solo berada di peringkat 16 dari 18 tim yang berlaga di Liga 1, dengan total raihan 7 poin.
Poin tersebut didapatkan dari dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tujuh kekalahan sepanjang musim Liga 1 ini. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo