Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

PERSIS Solo Mengaku Mendapat Sanksi Sosial dari Suporter Imbas Hasil Minor, Rian Miziar Ungkap Hal Ini

Mannisa Elfira • Selasa, 5 November 2024 | 22:23 WIB
Rian Miziar duel udara dengan pemain PSS Sleman.
Rian Miziar duel udara dengan pemain PSS Sleman.

SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo kini tengah menghadapi berbagai sanksi sosial yang datang dari berbagai pihak, mulai dari pemain, pelatih, manajemen, hingga pemilik klub.

Semua ini merupakan akibat dari serangkaian hasil buruk yang diraih oleh tim di awal musim Liga 1 ini.

Kekalahan 0-2 dari PSS Sleman pada pekan ke-10 di Stadion Manahan, Minggu (3/11), menjadi pukulan terberat.

Kekalahan tersebut membuat Persis Solo terperosok ke zona degradasi.

Kapten Tim Persis Solo, Rian Miziar, menjelaskan bahwa meski mereka merasa menikmati jalannya babak pertama, mereka tetap harus menerima kenyataan pahit.

"Pada babak pertama, kami merasa cukup nyaman dan sabar menunggu momen terciptanya gol. Kami semua sangat yakin itu akan datang.

Namun, seperti yang disampaikan pelatih, ada kesalahan dalam penjagaan saat set piece yang membuat Sleman unggul 1-0," ujarnya.

Gol pertama PSS Sleman yang dicetak oleh Fachruddin memberikan semangat baru bagi tim tamu.

Berawal dari gol tersebut, PSS Sleman semakin percaya diri dan berhasil menggandakan keunggulan lewat gol kedua dari Danilo Almeida Alves, yang tercipta setelah blunder fatal Sho Yamamoto di area pertahanan.

"Gol kedua itu jelas kesalahan kami," tambah Rian.

"Tidak ada alasan untuk itu. Yang bisa saya katakan adalah kami tidak akan menyerah untuk memperbaiki keadaan ini. Memang situasinya berat, tapi saya yakin kami bisa keluar dari masalah ini," ungkap Rian dengan penuh tekad.

Rian juga mengungkapkan rasa penyesalan dan permohonan maaf kepada suporter.

"Saya merasa lelah dan saya ingin minta maaf. Saya tahu mereka (suporter) pasti lebih menginginkan tiga poin dari kami," lanjutnya.

Rian Miziar menjelaskan bahwa dalam dunia sepak bola, kekalahan bisa menimbulkan dampak yang cukup besar. Hal tersebut bisa menciptakan masalah yang harus segera diselesaikan. Menurutnya, satu-satunya solusi untuk keluar dari masalah ini adalah dengan meraih kemenangan berikutnya.

"Permintaan maaf kami mungkin tidak bisa mengembalikan keadaan, tetapi saya hanya bisa berjanji kepada mereka, kami tidak akan menyerah. Itu yang bisa saya katakan," ungkapnya dengan penuh kesungguhan.

Secara pribadi, Rian mengakui bahwa dia harus memperbaiki penampilannya sendiri.

Sementara itu, dari sisi tim, manajemen, dan pelatih, Persis Solo berkomitmen untuk mencari cara agar bisa keluar dari krisis yang tengah mereka hadapi.

"Saya juga merasa tidak nyaman berada di Kota Solo saat ini.

Setiap kali orang bertanya, baik suporter maupun orang biasa, bahkan ibu-ibu pun ikut bertanya, 'Kenapa Rian kok terus kalah?' Artinya, kami sudah dihukum secara sosial," kata Rian.

Namun, Rian tidak menentang situasi tersebut.

Ia justru merasa bahwa hal itu adalah konsekuensi yang memang pantas diterimanya beserta rekan-rekannya.

"Sebagai olahragawan, terutama pesepak bola, ketika tim kalah, segala sesuatu akan menjadi masalah. Itu adalah risikonya. Dan solusinya adalah kami harus menang di pertandingan berikutnya," tegasnya. (nis/did)

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#suporter #persis solo #Rian Miziar #sanksi sosial