Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

PERSIS Solo Semakin Tenggelam di Zona Degradasi Usai Kalah Lawan PSS Sleman, Pasoepati: Tidak Bisa Berkata-kata

Mannisa Elfira • Senin, 4 November 2024 | 23:07 WIB
Moussa Sidibe pemain Persis Solo.
Moussa Sidibe pemain Persis Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Pendukung Persis Solo mungkin masih bisa memaklumi kekalahan dari tim-tim besar seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Bali United, dan PSM Makassar.

Namun, situasi berbeda saat menghadapi tim tetangga seperti PSIS Semarang dan PSS Sleman.

Sayangnya, Rian Miziar dan rekan-rekannya tampaknya kurang memahami pentingnya rivalitas ini.

Pada Minggu malam, Laskar Sambernyawa (julukan Persis Solo) mengalami kekalahan menyakitkan di kandang sendiri, kalah dua gol tanpa balas (0-2) dari PSS Sleman di Stadion Manahan.

Kekalahan ini mengangkat alarm bagi tim Persis Solo.

Hasil negatif melawan Super Elja (julukan PSS Sleman) membuat posisi Sambernyawa terperosok ke zona degradasi, kini berada di peringkat 16 klasemen sementara Liga 1 setelah turun dua strip.

Dua gol yang menghancurkan harapan belasan ribu suporter tuan rumah dicetak oleh Fachruddin dan Danilo Almeida Alves.

Fachruddin membuka keunggulan bagi PSS di menit ke-57, diikuti oleh gol Danilo yang menutup kemenangan pada menit ke-82.

"Saya melihat babak pertama berlangsung cukup menarik. Namun, kami kesulitan menembus pertahanan compact Sleman.

Di babak pertama, pertahanan zona marking mereka sangat solid," kata Muhammad Hanafing, salah satu staf pelatih Persis Solo, setelah pertandingan berakhir.

Kekalahan ini tidak hanya mengakibatkan Persis Solo terpuruk di zona merah klasemen, tetapi juga membuat aura angker Stadion Manahan memudar.

Dalam lima laga kandang, tim ini sudah menderita tiga kekalahan.

Baca Juga: PSS Sleman Waspadai Kekuatan Baru Persis Solo, Ini yang Disiapkan Super Elja Jelang Lawan Sambernyawa

Sebelumnya, kebanggaan masyarakat Solo ini juga kalah 0-1 dari Persik Kediri pada 3 September, dan mengalami kekalahan memalukan lainnya di derby Jateng melawan PSIS dengan skor serupa pada 17 Agustus.

“Di babak kedua, kami sebenarnya memiliki beberapa peluang, tetapi keberuntungan tidak berpihak pada kami.

Saya mencatat seharusnya kami bisa mencetak tiga gol. Sayangnya, kami kebobolan melalui set piece. Pemain belakang kami kurang fokus, dan gol kedua pun merupakan akibat dari kesalahan sendiri,” tambah Hanafing.

Di sisi lain, para pendukung Persis Solo tidak segan-segan melontarkan kritik tajam.

Presiden Pasoepati, Agoes Warsoep, mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa tim yang tidak konsisten.

“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan permainan Persis Solo. Pertandingan selanjutnya harus dimenangkan, apa pun caranya,” tegas Agoes.

Sementara itu, pelatih PSS Sleman, Mazola Junior, merasa sangat puas dengan hasil yang diraih timnya malam itu.

“Kami tampil efektif saat mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol. Kami memang pantas menang. Ini adalah hasil dari kerja keras kami,” ucapnya. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#degradasi #pasoepati #persis solo #pss sleman