SOLOBALAPAN.COM - Kekalahan Persis Solo dari Bali United dalam pertandingan Liga 1 pada 27 Oktober membuat tim ini semakin terjebak dalam posisi bawah klasemen.
Saat ini, Persis hanya mengumpulkan 7 poin dari sembilan pertandingan yang telah dilalui.
Dengan posisi ke-15 dari 18 tim, Persis Solo berada satu tingkat di atas zona degradasi.
Dalam sembilan laga tersebut, tim yang menjadi kebanggaan masyarakat Solo ini hanya berhasil meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan mengalami enam kekalahan.
Pertandingan ini juga bisa menjadi laga terakhir bagi Yogie Nugraha sebagai pelatih sementara.
Mengingat regulasi yang mengharuskan Persis menunjuk pelatih baru sebelum menghadapi PSS Sleman pada 3 November mendatang.
Manajemen tim belum mengumumkan siapa yang akan terpilih dari lima kandidat yang telah diseleksi sebelumnya.
Pelatih baru akan menghadapi tantangan besar, terutama setelah kekalahan 0-3 dari Bali United yang menunjukkan lemahnya lini pertahanan Persis.
Cedera yang dialami Ricardo Lima hingga akhir musim tentu semakin memperparah kondisi pertahanan tim ini.
Dalam pertandingan melawan Bali United, meskipun Persis Solo menciptakan 21 tembakan, mereka gagal mencetak satu gol pun.
Banyak peluang yang dimiliki Ramadhan Sananta dan Karim Rossi tidak dapat dimanfaatkan, sementara beberapa tembakan lainnya berhasil diblok oleh pertahanan lawan.
Di sisi lain, Bali United tampil lebih efisien dengan 18 tembakan yang menghasilkan tiga gol. Gol-gol tersebut terjadi akibat kelengahan dan miskomunikasi di lini pertahanan Persis.
Yogie Nugraha mengungkapkan, “Saat kalah, saya tidak akan banyak berkomentar tentang apapun, termasuk analisis statistik permainan. Ini adalah kesalahan saya,”.
Dalam laga ini, Yogie mengambil risiko dengan menggeser posisi Sutanto Tan dan Althaf Indie ke bek. Keduanya berduet dengan Kunde dan Faqih yang juga diturunkan sebagai starter.
Posisi Althaf sebagai bek kanan menjadi perhatian, mengingat ia biasanya bermain sebagai winger.
Meskipun ada anggapan bahwa penampilan Althaf mungkin kurang berhasil, sebenarnya ia telah menunjukkan kemampuan di posisi tersebut.
Bali United lebih sering menciptakan peluang dari sisi kiri pertahanan Persis.
Sayangnya, Faqih dan Sutanto Tan beberapa kali gagal menutup pergerakan lawan.
Di posisi gelandang bertahan, Sho Yamamoto juga mengalami beberapa blunder, di mana bola berhasil dicuri oleh lawan.
“Kami telah melakukan penyesuaian dan rotasi dengan beberapa formasi, tetapi kami sudah tertinggal. Pertandingan ini di luar ekspektasi kami, dan keberuntungan tampaknya tidak berpihak pada kami,” keluh Yogie.
Sutanto Tan mengungkapkan bahwa ia telah berusaha keras dalam laga ini dan berkomitmen untuk maju kembali sebagai bagian dari tim.
“Kami telah berjuang dengan sangat keras. Apa pun hasilnya, kami sudah menegaskan sejak awal untuk bekerja sama sebagai satu kesatuan,” ujarnya. (nik/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo