Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Milomir Seslija Kecewa Suporter Persis Solo Dilarang Hadir di Semifinal Piala Presiden: Lebih Baik Tiada Sepak Bola

Mannisa Elfira • Senin, 29 Juli 2024 | 23:08 WIB
Milomir Seslija saat ditemui usai agenda Sarasehan Persis Solo dan suporternya di Nusantara Tea House, Minggu (28/7) malam.
Milomir Seslija saat ditemui usai agenda Sarasehan Persis Solo dan suporternya di Nusantara Tea House, Minggu (28/7) malam.

SOLOBALAPAN.COM - Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengungkapkan kekecewaannya karena laga semifinal Piala Presiden 2024 melawan Arema FC harus berlangsung tanpa dukungan suporter.

Hal ini disebabkan oleh larangan kehadiran suporter tim tamu dalam kejuaraan pramusim tersebut.

Padahal, pertandingan semifinal antara Arema FC dan Persis Solo dijadwalkan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, yang merupakan markas Laskar Sambernyawa.

Namun, karena Persis Solo berstatus sebagai tim tamu setelah menjadi runner-up Grup A, suporter mereka tidak diperbolehkan hadir.

Milomir Seslija sebenarnya sangat menantikan kesempatan untuk kembali menyapa fansnya di Kota Bengawan setelah membawa Laskar Sambernyawa lolos ke semifinal.

Sayangnya, keinginan ini tidak dapat terwujud akibat regulasi yang melarang kehadiran fans tim tamu.

“Kami sangat antusias menghadapi laga semifinal ini. Sayangnya, suporter kami tidak bisa datang."

"Padahal, kehadiran mereka semestinya bisa menambahkan suasana yang menarik,” kata Milomir Seslija pada Minggu (28/7/2024).

Pelatih asal Bosnia-Herzegovina ini menyatakan bahwa sepak bola tanpa dukungan fans terasa sangat hampa.

Milomir, yang sering disapa Milo, berharap pihak penyelenggara Piala Presiden 2024 dapat menemukan solusi terbaik terkait masalah ini.

Meski begitu, ia tetap menghormati keputusan apapun yang diambil.

“Ini laga semifinal dan kami ingin menciptakan sejarah. Jika tidak ada suporter, lebih baik tiada sepak bola."

"Bagi saya, seharusnya pihak penyelenggara bisa mencari keputusan yang lebih baik,” tambah Milo.

“Kalian tahu, tim tanpa suporter dan suporter tanpa tim seperti tidak ada jiwanya. Namun, saya harus tetap menghormati kebijakan tersebut. Kami harus bermain dengan lebih baik,” ujar pelatih berusia 59 tahun itu.

Sementara itu, kapten Persis Solo, Rian Miziar, memastikan timnya siap tempur menghadapi Arema FC.

Meskipun harus berjuang tanpa dukungan suporter, Laskar Sambernyawa tetap bertekad menumbangkan Singo Edan.

“Sangat disayangkan kami harus bermain tanpa dukungan suporter, apalagi di Kota Solo. Namun, saya pikir kami tidak akan terlalu fokus pada hal tersebut,” ujarnya.

“Kami hanya dituntut oleh Coach Milo untuk menjalani persiapan dengan baik agar bisa memenangkan pertandingan melawan Arema FC di semifinal,” tambah Rian.

Rian juga menegaskan bahwa rekan-rekannya akan berjuang keras untuk mempersembahkan kemenangan.

Menurutnya, ini akan menjadi hadiah yang layak bagi suporter Persis yang tidak bisa hadir di stadion.

“Kehadiran suporter sangat berpengaruh bagi kami sebagai pemain. Jadi, ada atau tidaknya mereka, akan terasa sangat berbeda. Namun, ketidakhadiran mereka harus menjadi motivasi tambahan bagi kami,” ujarnya.

“Sehingga, setelah pertandingan, kami bisa memberikan yang terbaik untuk mereka. Meskipun mereka tidak bisa datang ke stadion, kami berharap kemenangan ini menjadi hadiah yang pantas bagi suporter,” imbuhnya. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pelatih persis solo #milomir seslija #suporter #dilarang hadir #semifinal piala presiden