SOLOBALAPAN.COM - Harapan dari pertandingan ujicoba antara Persis Solo dan PSIM membuat gempar di media sosial.
Hubungan antara kedua pendukung kini sangat baik, ditandai dengan tagar populer "Mataram Is Love" yang masih ramai diperbincangkan. Pertemuan kedua tim dalam suasana positif antara Jogja dan Solo menambah kesan spesial.
Persis saat ini berkompetisi di Liga 1, sementara PSIM berjuang untuk promosi dari Liga 2 setelah 17 tahun.
Banyak yang mengharapkan bahwa keberuntungan Persis di Liga 1 dapat menginspirasi PSIM untuk meraih kesuksesan musim ini.
Meskipun ini hanya pertandingan ujicoba pramusim, harapan dari pertemuan ini menjadi doa yang baik.
Derby Mataram yang kini tidak lagi penuh ketegangan, malah menghadirkan nostalgia dan memori masa lalu yang manis.
Sebagai catatan, suporter Persis dan PSIM sering kali bertemu di luar lapangan, berdiskusi tentang berbagai hal.
Mereka sering kali mengakhiri obrolan dengan makan sate klathak bersama, memperkuat ikatan persaudaraan mereka yang berasal dari Mataram.
Manajer PSIM, Razzi Taruna, menanggapi rumor tentang kemungkinan adanya pertandingan persaudaraan antara Persis dan PSIM dengan menyatakan bahwa PSIM tidak menutup kemungkinan untuk berujicoba dengan tim Liga 1 dalam momen pramusim.
Namun, Razzi juga menekankan bahwa segala keputusan terkait jadwal ujicoba menjadi wewenang tim teknis di bawah arahan pelatih kepala, Seto Nurdiyantoro.
Menurutnya, PSIM telah menerima tawaran baik dari klub-klub Liga 1 maupun dari luar negeri untuk melakukan uji coba.
Di pihak Persis Solo, manajemen mengakui adanya wacana untuk bertanding melawan PSIM, namun belum ada keputusan final.
Bryan Barcelona, Media Officer Persis Solo, menjelaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum menjadi agenda pasti.
Hal ini disebabkan karena Persis memiliki jadwal pertandingan dengan klub lain yang juga perlu mendapatkan persetujuan dari pelatih.
Jadi, meskipun terdapat minat dari kedua belah pihak untuk mengadakan pertandingan ujicoba antara Persis Solo dan PSIM, keputusan akhirnya masih bergantung pada persetujuan dan jadwal yang disepakati oleh tim teknis masing-masing klub.
Terakhir kali Persis Solo dan PSIM bertemu di Liga 2 pada tahun 2021. Beberapa tahun sebelumnya, hubungan antara kedua kelompok pendukung kurang harmonis.
Namun, kedua elemen suporter akhirnya melakukan ikrar islah, yang ditandai dengan gerakan "Mataram Is Love" yang diumumkan di Stadion Mandala Krida pada tahun 2022.
Aksi damai antara suporter ini terjadi setelah terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Gerakan "Mataram Is Love" kemudian diikuti oleh berbagai kelompok suporter dari klub-klub lain yang mendukungnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo