SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo U-20 sendiri akan meladeni perlawanan Persita Tangerang U-20 dalam partai puncak Elite Pro Academy (EPA) pada Kamis (7/3).
Laga itu sendiri akan digelar di Stadion Manahan Solo.
Dikatakan Head Coach Persis Solo Alief Syafrizal, awalnya dia tidak tahu dimana venue fase puncak EPA.
Kendati semikian, seiring berjalannya waktu, diumumkan bahwa grand final EPA ternyata digelar di stadion kebanggan warga Solo itu.
Hal tersebut menjadi salah satu pelecut motivasi pemain dan official untuk bagaimana caranya sampai final.
"Karena Manahan jadi suatu magis tersendiri untuk tim Persis Solo. Apalagi ini pertandingan puncak," jelas Alief.
"Meski ada atau tidaknya suporter, Stadion Manahan tentunya pendorong moral atau motivasi bagi kami di pertandingan besok," ujarnya.
Meladeni Persita, salah satu penggawa Persis akan absen. Sosok tersebut adalah Muhammad Valeron.
Dia harus absen sebagai buntut akumulasi kartu yang didapatkan. Namun dia tidak khawatir, lantaran selain Valeron, semua pemain telah siap.
"Persiapan Persis Solo sendiri semua pemain siap 100 persen untuk bermain di pertandingan besok," terang Alief.
"Hanya ada satu pemain absen yakni Muhammad Valeron karena akumulasi kartu, selebihnya semua siap bertanding," imbuhnya.
Selain itu, Laskar Sambernyawa Muda akan menambah kekuatannya dari skuad senior.
Alief menyebutkan Zanadin Fariz serta Rendy Sanjaya akan bergabung dalam pertandingan final ini.
"Memang senior support ke akademi. Akademi juga support ke senior," sambungnya.
Kans memenangi laga ini juga sangat terbuka. Alief merasa pertandingan tersebut akan menjadi laga yang menarik.
Pasalnya, kedua kubu sudah sama-sama bersua. Hasilnya juga saling mengalahkan.
"Dengan tim Persita kami sudah saling ketemu secara head to head kita sama sama saling mengalahkan," lanjutnya.
"Saya rasa besok akan jadi pertandingan menarik karena kita juga sama sama sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing tim yang bertanding," paparnya.
Sementara itu, salah satu pemain Persis U-20 Ahmad Athalla mengaku sangat bangga bisa mencicipi partai final EPA musim ini.
"Apalagi mainnya di rumah sendiri di Solo. Suatu kebanggaan sendiri buat pemain, tim, official, pelatih semua. Benar benar sangat bangga," ujarnya.
Selama kompetisi berlangsung juga, Athala mengaku mendapatkan banyak pelajaran. Seperti diketahui, lawan-lawannya di EPA juga memiliki kualitas yang bagus.
"Dapat pelajaran banyak sih apalagi semua tim punya pemain-pemain yang sangat bagus," jelas Athala.
"Yang saya pelajari dari turnamen ini dimana kita berkerja keras untuk bisa memenangkan pertandingan dan respect kepada seluruh wasit ataupun pemain lawan," imbuhnya. (nis/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro