Bensin Dicampur Minyak Kayu Putih Bikin Irit Kendaraan? Simak Penjelasan Ahli Mesin ITB!

Damianus Bram • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 12:14 WIB
Ilustrasi warga mengisi BBM di SPBU. (Dok. Jawa Pos)
Ilustrasi warga mengisi BBM di SPBU. (Dok. Jawa Pos)

 

SOLOBALAPAN.COM — Tren mencampurkan minyak kayu putih ke dalam tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan belakangan ini kembali viral dan memicu perdebatan hangat di media sosial. Banyak pengguna mengklaim bahwa cara ini efektif membuat konsumsi bensin kendaraan menjadi jauh lebih hemat.

Klaim tersebut makin mendapat angin segar lantaran kerap dikaitkan dengan sejumlah jurnal penelitian akademis dari berbagai perguruan tinggi yang meneliti minyak kayu putih sebagai bioaditif BBM.

Lantas, benarkah mencampur minyak kayu putih ke dalam bensin terbukti aman dan membuat kendaraan lebih irit dalam penggunaan sehari-hari?

Baca Juga: Harga Pertamax Green 95 Melonjak Rp 2.550 per Liter! Cek Daftar Lengkap BBM Pertamina Terbaru

Fakta Ilmiah: Punya Kandungan Oksigenator dalam Skala Laboratorium

Secara komposisi kimia, minyak kayu putih tergolong minyak atsiri yang didominasi senyawa 1,8-cineole (eucalyptol). Senyawa ini kaya akan kandungan oksigen, sehingga secara teori berpotensi membantu proses pembakaran BBM di ruang bakar mesin menjadi lebih sempurna.

Beberapa riset seperti di Jurnal Transmisi UNMER Malang, JPTM UNESA, hingga penelitian Utomo & Arsana (2020) mengamati potensi tersebut. Pada pengujian Honda CS1 150 cc, campuran 8 persen minyak kayu putih tercatat mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga 35,78 persen serta menaikkan torsi 2,22 persen.

Penelitian lain oleh Winoko dan Nugroho (2021) juga menemukan adanya peningkatan daya mesin motor 150 cc dengan campuran 6 persen minyak kayu putih. Namun, ketika kadar campuran dinaikkan ke angka 9 persen, performa mesin justru menurun drastis.

Meski data laboratorium menunjukkan angka efisiensi, para akademisi menegaskan bahwa hasil tes singkat di laboratorium tidak bisa dijadikan acuan keamanan penggunaan sehari-hari.

Peringatan Ahli ITB dan LEMIGAS: Berisiko Merusak Mesin

Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mewanti-wanti masyarakat agar tidak sembarangan menuangkan zat aditif non-resmi ke dalam tangki bensin.

Prof. Tri menjelaskan bahwa karakteristik kimia minyak kayu putih berpotensi mengikis lubricity atau daya pelumasan alami bahan bakar jika dipakai terus-menerus.

"Hingga kini belum tersedia penelitian jangka panjang yang membuktikan campuran minyak kayu putih tetap aman terhadap komponen sistem bahan bakar maupun mesin kendaraan setelah penggunaan dalam waktu lama," terang Prof. Tri.

Senada, peneliti dari Balai Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS), Muhamad Fuad, menyampaikan bahwa pemanfaatan minyak kayu putih sebagai aditif BBM komersial masih memerlukan uji kompatibilitas panjang, terutama menyangkut ketahanan material komponen injector dan ruang bakar.

Para pakar menegaskan bahwa penambahan zat aditif sembarangan dapat merusak formulasi standar pabrikan dan berisiko menggugurkan garansi kendaraan.

Kesimpulannya, mencampur minyak kayu putih ke dalam bensin tidak direkomendasikan untuk penggunaan harian karena potensi kerusakannya jauh lebih besar dibanding efek penghematannya.  (dam)

Editor : Damianus Bram
minyak kayu putih hemat bbm itb bensin bbm