SOLOBALAPAN.COM — Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap kendaraan ramah lingkungan berbasis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sedang berada di titik tertinggi.
Berdasarkan laporan berkala yang dihimpun oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), antrean permintaan unit mobil ramah lingkungan ini bergerak sangat masif sepanjang lima bulan pertama di tahun 2026.
Animo konsumen yang begitu besar ini tidak lepas dari hadirnya berbagai varian kendaraan tangguh di segmen sport utility vehicle (SUV) yang menawarkan efisiensi bahan bakar ganda tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara di jalur perkotaan.
Membaca Arah Lonjakan Pasar Elektrifikasi Nasional
Jika menengok ke belakang, ceruk pasar komoditas otomotif ini sempat bergerak lambat pada tahun sebelumnya.
Namun, pemandangan berbeda tersaji pada rapor performa niaga sepanjang tahun berjalan ini, di mana grafik serapan pasar melesat hingga ratusan persen.
Berdasarkan data GAIKINDO, pada periode Januari hingga Mei 2026 melonjak lebih 400 persen alias 4 kali lipat dibanding periode sama tahun lalu.
Pada tahun ini mobil PHEV terjual sebanyak 2.601 unit, sementara tahun lalu di periode Januari hingga Mei hanya 504 unit.
Fakta tersebut menjadi indikator kuat bahwa peta preferensi konsumen di tanah air sudah mulai matang. Kehadiran berbagai model baru dengan teknologi elektrifikasi menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan penjualan sepanjang tahun ini.
Chery Tiggo 8 CSH Kokoh Jadi Raja Jalanan
Peta persaingan di segmen ini menunjukkan dominasi mutlak dari pabrikan asal negeri tirai bambu.
Merek Chery keluar sebagai jawara utama berkat kesuksesan salah satu produk andalannya yang sukses menyita perhatian hampir separuh dari total konsumen PHEV di Indonesia.
Dominasi pasar masih dikuasai Chery melalui Tiggo 8 CSH. SUV plug-in hybrid tersebut mencatat distribusi 1.190 unit pada Januari- Mei 2026 atau menyumbang sekitar 45,7 persen dari total pasar PHEV nasional.
Keperkasaan merek ini kian tidak tertandingi setelah varian premium mereka lainnya, yakni Tiggo 9 CSH, ikut menyumbang angka yang signifikan sebesar 300 unit di ceruk pasar yang sama.
Rapor hijau dari kedua produk andalan ini otomatis membuat mereka menguasai roda bisnis elektrifikasi transisi secara nasional, di mana dua model Chery itu secara total menyumbang 1.490 unit atau sekitar 57,2 persen dari seluruh penjualan PHEV tahun ini.
Baca Juga: Surakarta Solo Jadi Tuan Rumah Run For Humanity 2026, Gabungkan Olahraga dan Aksi Kemanusiaan
Perang Sengit Lini Tengah: Wuling, Geely, dan Jaecoo
Di luar dominasi sang pemimpin pasar, persaingan di papan tengah juga berjalan tidak kalah sengit. Beberapa raksasa otomotif global mulai mengamankan ceruk konsumen tersendiri melalui peluncuran produk dengan harga yang kompetitif.
Wuling mulai memperlihatkan taji di pasar domestik dengan menempatkan model Eksion PHEV di peringkat ketiga lewat torehan pengiriman sebesar 258 unit.
Angka tersebut ditempel ketat oleh produk andalan mereka yang lain, yakni Darion PHEV, yang sukses membukukan angka niaga sebanyak 256 unit kepada konsumen.
Sementara itu, brand pendatang baru yang mengusung konsep kemewahan tangguh, Jaecoo J8 SHS, ikut meramaikan persaingan papan atas dengan mengantongi angka distribusi sebanyak 169 unit.
Tidak ketinggalan, Geely Starray EM-i turut memperkuat eksistensinya di pasar tanah air setelah mencatatkan angka penjualan sebesar 210 unit.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa pasar PHEV di Indonesia masih tumbuh pesat di 2026 ini. Melihat pergerakan angka yang terus merangkak naik, masa depan industri mobil semi-listrik ini diyakini akan terus menguat hingga akhir tahun. (lz)
Editor : Laila Zakiya