SOLOBALAPAN.COM — Bagi masyarakat Indonesia, nama besar Honda CB lawas selalu diidentikkan dengan motor kopling berdesain retro, bermesin tangguh, dan bertampang klasik.
Namun, gebrakan anyar yang baru saja diperkenalkan oleh pabrikan sayap mengepak global dipastikan bakal membalikkan semua pakem lama tersebut.
Lini legendaris ini terlahir kembali ke aspal dengan wujud yang melompat jauh ke masa depan.
Bukan lagi bergaya jadul, motor sport ringkas ini kini bermutasi total menjadi sebuah naked bike beraura petarung jalanan (streetfighter) yang sangat sangar dan dinamis.
Baca Juga: Gudang Bengkel Bus di Donohudan Boyolali Terbakar, Dugaan Awal Dipicu Percikan Las
Desain Garang Hornet yang Sasar Selera Anak Muda
Peluncuran varian terbaru bernama Honda CB125 Hornet di Chile menjadi bukti nyata bahwa motor berkubikasi kecil tidak selamanya harus bertampang standar atau kalem.
Honda dengan berani menyematkan tarikan garis bodi yang tajam, tangki berotot, dan sektor penerangan utama yang sipit nan agresif.
Dibanding kebanyakan motor 125cc di kelasnya yang cenderung berdesain kalem, CB125 Hornet memilih pendekatan lebih mencolok, sehingga cocok untuk konsumen berjiwa muda.
Melansir dari 2banh.vn, bukan hanya soal tampilan, Honda juga memberi perhatian besar pada pengalaman berkendara motor ini.
Langkah Honda untuk tidak memangkas kecanggihan pada motor berkapasitas minimalis ini terlihat jelas dari komponen dasbor dan pencahayaan yang disematkan.
CB125 Hornet sudah dibekali sistem pencahayaan full LED, serta panel instrumen TFT modern.
Baca Juga: Bukan Cuma Generasi Lawas, Anak Muda Solo Ikut Gandrung Berburu Barang 'Vintage' di Balekambang
Rombakan Kaki-Kaki: Selamat Tinggal Suspensi Ganda Klasik
Satu hal paling revolusioner yang langsung membedakan motor sport modern ini dengan leluhur CB lamanya adalah pada sektor penopang roda belakang.
Demi menghadirkan kestabilan manuver di jalanan kota sekaligus mendongkrak visual agar terlihat makin *racing*, Honda menyematkan peredam kejut tunggal.
Sistem suspensinya terdiri dari fork teleskopik di depan dan monoshock di belakang, memberikan kenyamanan dan kestabilan untuk penggunaan perkotaan.
Perubahan struktur suspensi ini dipadukan dengan bobot kendaraan yang tergolong enteng, yakni hanya 121 kg.
Hasilnya, motor sport kopling ini menjadi sangat bersahabat bagi para pemula yang baru belajar berkendara karena karakternya yang lincah dan tidak melelahkan saat membelah padatnya arus lalu lintas pada jam sibuk.
Mesin PGM-FI yang Ramah Kantong dan Sangat Efisien
Berbicara mengenai dapur pacu, motor sport urban ini dibekali dengan jantung mekanis satu silinder yang mengutamakan kelancaran penyaluran tenaga serta efisiensi konsumsi bahan bakar yang luar biasa irit.
Motor baru ini memakai mesin satu silinder 123,94 cc yang menghasilkan tenaga 10,9 dk pada 7.500 rpm dan torsi 11,02 Nm pada 6.000 rpm.
Berkat sokongan sistem injeksi elektronik andalan Honda serta transmisi manual 5-percepatan, motor sport ini diklaim mampu menjelajah hingga jarak sekitar 60 kilometer hanya dengan berbekal satu liter bensin saja.
Estimasi Harga di Pasar Otomotif
Meskipun unit CB125 Hornet 2026 ini baru resmi mengaspal untuk pasar Amerika Selatan, daya tariknya sebagai motor harian berfitur premium dengan harga kompetitif sukses mencuri perhatian para pencinta roda dua di berbagai belahan dunia.
Dengan harga 2.090.000 peso di Chile atau setara Rp 40,3 jutaan (kurs 1 Peso = Rp 19,28 yang dikutip pada 27 April 2026), Honda CB125 Hornet 2026 bisa menjadi opsi yang menarik di segmennya.
Kehadiran motor ini tentu bisa menjadi referensi segar bagi para modifikator lokal di tanah air yang gemar mendesain ulang tampilan motor sport harian mereka agar terlihat makin modern, berkarakter, dan pastinya tetap terlihat nyeni. (lz)
Editor : Laila Zakiya