SOLOBALAPAN.COM – Pasar otomotif global, khususnya bagi para pencinta kendaraan tangguh tangguh (off-road), dipastikan akan kembali bergairah.
Mitsubishi secara resmi mengumumkan peta jalan strategisnya dengan mempersiapkan 13 model kendaraan terbaru yang dijadwalkan meluncur secara bertahap dalam kurun waktu enam tahun ke depan.
Menariknya, salah satu fokus utama dari rencana besar ini adalah menghidupkan kembali nama besar Pajero.
Berdasarkan pengumuman resmi dari pabrikan, evolusi sang legenda ini akan ditandai melalui sebuah peluncuran perdana berskala global yang dijadwalkan terjadi pada paruh kedua tahun ini.
"Mitsubishi Motors Corporation (hereafter, Mitsubishi Motors) announced that its all-new cross-country SUV will be named Pajero and will be unveiled at a world premiere scheduled for autumn 2026. The model was discontinued in overseas markets in 2021, making this its first return to the global market in five years," tulis pernyataan resmi Mitsubishi Motors.
[Mitsubishi Motors Corporation (selanjutnya disebut Mitsubishi Motors) mengumumkan bahwa SUV lintas medan terbarunya akan diberi nama Pajero dan akan diluncurkan pada acara peluncuran perdana dunia yang dijadwalkan pada musim gugur 2026. Model ini dihentikan penjualannya di pasar luar negeri pada tahun 2021, sehingga ini merupakan kembalinya model ini ke pasar global untuk pertama kalinya dalam lima tahun.]
Kembalinya sang jawara Reli Dakar ini dipastikan tetap membawa DNA petualang yang murni. Model teranyar ini dikembangkan menggunakan basis platform kendaraan komersial tangguh milik mereka yang sudah teruji ketahanannya.
"Set to make its world premiere this autumn, the all-new Pajero is based on the highly robust ladder frame of the Triton3 pickup truck, with model-specific development of the cabin and front and rear suspension. It delivers not only outstanding off-road capability but also a refined and comfortable ride. The all-new Pajero is being developed as a new flagship model that embodies Mitsubishi Motors' spirit of adventure and determination to take on challenges," lanjut rilis tersebut.
[Siap melakukan debut dunianya pada musim gugur ini, Pajero serba baru didasarkan pada rangka sasis Triton3 yang sangat kokoh, dengan pengembangan khusus model pada kabin serta suspensi depan dan belakang. Mobil ini tidak hanya menawarkan kemampuan off-road yang luar biasa, tetapi juga pengendaraan yang halus dan nyaman. Pajero serba baru dikembangkan sebagai model unggulan baru yang mewujudkan semangat petualangan dan tekad Mitsubishi Motors untuk menghadapi tantangan.]
Ekspansi Nama Besar ke Segmen Mungil Kei Car
Langkah yang paling menyita perhatian para pengamat otomotif adalah keputusan Mitsubishi untuk memecah nama besar Pajero ke dalam beberapa varian ukuran.
Di samping mempertahankan varian flagship berukuran besar dengan jargon "Cross-Country", pabrikan dilaporkan tengah menggodok SUV kompak berdimensi mini.
Langkah ini langsung memicu spekulasi di tengah masyarakat, apakah SUV andalan warga yang terkenal gagah tersebut kini bakal bertransformasi ke segmen mobil mungil khas Jepang atau kei car.
Melansir data dari Carscoops, varian Pajero versi mungil ini dipastikan akan memiliki identitas desain yang benar-benar baru dan mandiri. Kendaraan ini sengaja dirancang untuk berbeda dari Delica Mini yang sudah lebih dulu mengaspal di pasaran.
Strategi diversifikasi ini sebenarnya bukan hal baru bagi Mitsubishi. Sejarah mencatat bahwa pada era kejayaan Recreation Vehicle (RV) tahun 1990-an silam, ekosistem model ini juga sempat diperluas ke berbagai dimensi ukuran yang adaptif.
"First launched in 1982, the Pajero1 was developed as a recreational vehicle (RV, now widely known as an SUV) with a new concept that combined the off-road performance of a full-fledged four-wheel-drive (4WD) vehicle with the comfort of a passenger car. Across four generations, the model has become one of Mitsubishi Motors' most iconic cross-country SUVs, with cumulative global sales of more than 3.25 million units in over 170 countries and regions worldwide," sebut data internal Mitsubishi.
[Pertama kali diluncurkan pada tahun 1982, Pajero1 dikembangkan sebagai kendaraan rekreasi (RV, yang sekarang dikenal luas sebagai SUV) dengan konsep baru yang menggabungkan performa off-road dari kendaraan penggerak empat roda (4WD) sejati dengan kenyamanan mobil penumpang. Selama empat generasi, model ini telah menjadi salah satu SUV lintas alam paling ikonik dari Mitsubishi Motors, dengan penjualan global kumulatif lebih dari 3,25 juta unit di lebih dari 170 negara dan wilayah di seluruh dunia.]
Baca Juga: Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dino Patti Djalal yang Disindir Seskab Teddy di Video Terbarunya
"The Pajero began competing in the Dakar Rally - the world’s most demanding rally - in 1983, securing a total of 12 victories, including seven consecutive wins. Through these achievements, the model established a reputation for unparalleled off-road performance, handling stability, and proven durability as a cross-country SUV, earning the trust of customers around the world. In Japan, the Pajero led the RV boom of the 1990s and played a key role in promoting outdoor and leisure lifestyles, with the series expanding to include the Pajero Mini kei-car2, Pajero Junior compact SUV, and the Pajero iO compact SUV," tambahnya.
[Pajero mulai berkompetisi di Reli Dakar – reli paling menantang di dunia – pada tahun 1983, mengamankan total 12 kemenangan, termasuk tujuh kemenangan beruntun. Melalui prestasi ini, model ini membangun reputasi untuk performa off-road yang tak tertandingi, stabilitas pengendalian, dan daya tahan yang terbukti sebagai SUV lintas medan, sehingga mendapatkan kepercayaan dari pelanggan di seluruh dunia. Di Jepang, Pajero memimpin booming RV pada tahun 1990-an dan memainkan peran kunci dalam mempromosikan gaya hidup luar ruangan dan rekreasi, dengan seri yang berkembang mencakup Pajero Mini kei-car2, Pajero Junior compact SUV, dan Pajero iO compact SUV.]
Bocoran 13 Model Baru: Dari Mesin Hybrid hingga Aliansi Strategis
Di luar lini produk yang menyandang nama besar Pajero, Mitsubishi telah mengamankan belasan portofolio kendaraan baru untuk mengamankan dominasi pasarnya di berbagai belahan dunia. Beberapa bocoran model yang siap mengisi lantai pameran dalam beberapa tahun ke depan meliputi:
* Penerus Delica D:5: Sebuah minivan bernuansa tangguh (off-road) yang diplot sebagai suksesor dari Delica D:5 yang sudah mengaspal sejak 2007.
* Segmen Pikap: Versi pembaruan dari ketangguhan generasi Triton.
* Pasar Domestik ASEAN Mitsubishi dipastikan akan meluncurkan generasi terbaru dari MPV andalan warga, Xpander, yang kini telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan berbasis hybrid.
Menghadapi era transisi energi dunia, pabrikan berlambang tiga berlian ini menegaskan komitmennya untuk berfokus penuh pada pengembangan teknologi elektrifikasi.
Dari total 13 model baru yang tengah disiapkan, lima model di antaranya dikonfirmasi mengusung mesin hybrid self-charging, sementara lima model lainnya akan dibekali sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Guna mempercepat proses penetrasi pasar, Mitsubishi juga menjalin kolaborasi taktis dengan beberapa produsen global lainnya.
Proyek kerja sama ini dilaporkan mencakup pengembangan SUV coupe berbasis listrik yang mengadopsi platform Nissan Leaf, SUV listrik murni yang digarap bersama Foxconn, hingga lini produk kei car teranyar hasil kongsi bersama Nissan yang akan dipasarkan dalam opsi mesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) maupun listrik murni (Electric Vehicle/EV). (lz)
Editor : Laila Zakiya