SOLOBALAPAN.COM - Honda resmi memasarkan mobil listrik mungil terbarunya, Honda Super-One, di Jepang.
Model yang kerap dijuluki “Brio listrik” ini langsung mencuri perhatian karena dibanderol di kisaran Rp 300 jutaan dan mulai dikaitkan dengan pasar Indonesia.
Di Jepang, Honda Super-One dijual dengan harga 3.390.200 yen atau setara sekitar Rp 378 jutaan termasuk pajak konsumsi 10 persen. Mobil ini mulai dipasarkan sejak 22 Mei 2026 sebagai kendaraan listrik kompak untuk mobilitas harian.
Honda merancang Super-One sebagai EV compact yang mengutamakan efisiensi, kesenangan berkendara, serta teknologi modern dalam dimensi kecil.
Secara desain, mobil ini dibangun memakai sasis khusus dengan dimensi lebih lebar dibanding Honda N-ONE e:. Platform tersebut membuat mobil lebih stabil saat digunakan di jalan perkotaan.
Dari sisi performa, Honda menyematkan e-Axle ringkas serta baterai 29,6 kWh berprofil ramping. Dalam mode NORMAL, tenaga yang dihasilkan mencapai 47 kW atau 63 hp.
Menariknya, tersedia mode BOOST yang membuat tenaga melonjak menjadi 70 kW atau sekitar 93 hp.
Bukan cuma itu, Honda juga mencoba menghadirkan sensasi berkendara ala mobil sport konvensional pada EV mungil ini.
Super-One dibekali simulasi transmisi 7-percepatan lengkap dengan Active Sound Control. Sistem tersebut mereproduksi sensasi perpindahan gigi dan suara mesin virtual yang menyesuaikan input pedal gas.
Pengemudi bahkan bisa mengakses gigi virtual melalui paddle shift di belakang kemudi.
Honda juga menyematkan lima mode berkendara, yakni ECON, CITY, NORMAL, SPORT, dan BOOST. Pada mode CITY, mobil mendukung pengoperasian satu pedal yang memungkinkan kendaraan melambat hingga berhenti ketika pedal akselerator dilepas.
Baca Juga: Asal-Usul Dena Desy Istri Baru Anji Manji Dikuliti, Sebenarnya Pekerjaannya Apa?
Soal fitur, Honda Super-One tampil cukup lengkap untuk kelas hatchback listrik kompak.
Kabinnya mengusung layar sentuh 9 inci dengan integrasi Google bawaan. Ada pula kursi sport, sistem audio premium Bose delapan speaker, hingga subwoofer tersembunyi di bagasi.
Dalam kondisi baterai penuh, Honda mengklaim mobil ini mampu menempuh jarak hingga 274 km berdasarkan standar WLTC.
Pengisian daya normal memerlukan sekitar 4,5 jam, sementara fast charging memungkinkan pengisian dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Mobil ini juga bisa difungsikan sebagai sumber listrik portabel menggunakan Honda Power Supply Connector dengan output hingga 1.500 watt untuk kebutuhan darurat maupun perangkat elektronik luar ruangan.
Bisa Dipesan di Indonesia, Berapa DP Honda Super-One?
Meski belum resmi meluncur di Indonesia, tanda-tanda kehadiran Honda Super-One sudah mulai terlihat.
Sejumlah tenaga penjual Honda di Jakarta dikabarkan telah membuka pre-order untuk calon mobil listrik tersebut.
“Untuk Super One sudah bisa di pre-order. Harga menyusul saat launching di GIIAS, sistemnya per batch jadi ada antriannya. Estimasi harga di Rp 300 juta sampai Rp 350 juta. Untuk pre-booking-nya Rp 10 juta,” ujar tenaga penjual Honda di Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.
Baca Juga: 4 Keutamaan Puasa Arafah, Benarkah Hapus Dosa 2 Tahun dan Pembebasan dari Api Neraka? Ini Hukumnya
Kemunculan kode kendaraan listrik baru pada daftar NJKB DKI Jakarta 2026 ikut memperkuat spekulasi soal masuknya Honda Super-One ke pasar nasional.
PT Honda Prospect Motor pun memberi sinyal adanya rencana konkret untuk model EV baru tersebut.
“Kita punya rencana konkret untuk mobil itu di sini. Saya belum bisa nyebut nama. Kita belum bisa bicara tentang namanya, belum disclose,” ujar Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy.
Ia menambahkan, “Tapi yang terdaftar di Samsat (NJKB) itu memang mobil yang sama dengan mobil yang sudah diuji coba di Indonesia beberapa waktu lalu.”
Jika benar hadir di Tanah Air, Honda Super-One diperkirakan bakal meramaikan persaingan mobil listrik harga Rp 300 jutaan yang kini mulai padat diisi berbagai pemain baru. (lz)
Editor : Laila Zakiya