SOLOBALAPAN.COM – Pasar mobil listrik Indonesia menunjukkan laju pertumbuhan yang semakin kuat sepanjang 2026.
Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan distribusi kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) terus naik dari bulan ke bulan.
Berdasarkan data wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer selama Januari–April 2026, penjualan mobil listrik nasional mencapai 47.781 unit.
Angka tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap kendaraan listrik mulai bergerak naik, seiring bertambahnya pilihan model serta semakin agresifnya produsen otomotif di pasar domestik.
Penjualan Mobil Listrik Naik Konsisten Sepanjang Awal 2026
Awal tahun 2026 dibuka dengan capaian wholesales BEV sebesar 10.259 unit pada Januari.
Namun momentum pertumbuhan mulai terlihat pada Februari ketika distribusi meningkat menjadi 12.313 unit atau naik sekitar 20 persen dibanding bulan sebelumnya.
Tren kenaikan itu tidak berhenti di situ.
Memasuki April 2026, pasar mobil listrik Indonesia mencatat performa tertinggi sementara dengan angka wholesales menyentuh 14.815 unit hanya dalam satu bulan.
Peningkatan tersebut menjadi sinyal bahwa pasar kendaraan listrik domestik memasuki fase pertumbuhan yang semakin kompetitif.
Selain bertambahnya model baru, ekspansi sejumlah merek otomotif juga ikut mendorong permintaan pasar.
BYD Masih Dominasi, Jaecoo Jadi Penantang Mengejutkan
Persaingan mobil listrik nasional pada 2026 masih memperlihatkan dominasi pabrikan asal Cina.
BYD menjadi pemain paling kuat di pasar BEV Indonesia dengan total wholesales 17.098 unit sepanjang Januari–April 2026.
Capaian itu membuat BYD menguasai sekitar 35,8 persen pangsa pasar kendaraan listrik Indonesia.
Namun di tengah dominasi tersebut, muncul nama baru yang mencuri perhatian.
Jaecoo tampil sebagai salah satu penantang baru dengan performa yang cukup mengejutkan lewat produk Jaecoo J5 BEV Premium.
Model tersebut tercatat sebagai mobil listrik dengan volume wholesales tertinggi selama empat bulan pertama 2026 dengan penjualan mencapai 11.006 unit.
Produksi Lokal Mulai Jadi Penopang Industri EV Indonesia
Pertumbuhan pasar kendaraan listrik tidak hanya didorong penjualan, tetapi juga mulai ditopang peningkatan aktivitas produksi dalam negeri.
Sejumlah merek diketahui mulai memperbesar skema completely knocked down (CKD) atau perakitan lokal guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Produsen seperti Wuling dan Jaecoo menjadi beberapa merek yang memperluas kapasitas produksi domestik.
Langkah tersebut diperkirakan bakal memainkan peran penting dalam mempercepat perkembangan industri kendaraan listrik nasional sepanjang 2026.
Segmen Premium Masih Terbatas
Di tengah persaingan sengit segmen mass market, pasar mobil listrik premium masih bergerak lebih terbatas.
Merek Eropa seperti BMW dan Mercedes-Benz tetap menjaga eksistensinya di Indonesia, meski volume penjualannya belum mampu menyaingi merek Asia yang bermain di segmen volume besar.
Melihat tren wholesales yang terus menanjak hingga April 2026, pasar kendaraan listrik Indonesia tampak mulai memasuki babak baru.
Persaingan produk yang makin ramai, dominasi merek Cina, serta ekspansi produksi lokal menjadi faktor utama yang diperkirakan akan menentukan arah pertumbuhan industri EV nasional sepanjang tahun ini.
Editor : Laila Zakiya