SOLOBALAPAN, BANDUNG - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan puluhan ribu unit sepeda motor listrik di sebuah gudang raksasa.
Kendaraan tersebut diduga kuat merupakan armada operasional bagi pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jawa Barat.
Dalam video yang viral tersebut, tampak deretan motor bergaya adventure trail yang masih terbungkus plastik dengan logo Badan Gizi Nasional (BGN) tersemat jelas pada bodinya.
Spesifikasi Tangguh Emmo JVX GT
Berdasarkan penelusuran visual, motor listrik tersebut diduga merupakan tipe Emmo JVX GT. Secara tampilan, motor ini memiliki desain gagah layaknya motor trail Honda CRF. Berikut adalah spesifikasi teknisnya:
-
Power: Tenaga mesin mencapai 7.000 Watt.
-
Baterai: Kapasitas 72V 31Ah dengan sistem dual-battery (bisa dilepas-pasang).
-
Performa: Jarak tempuh hingga 70 km dengan fitur fast charging (30% ke 80% hanya dalam 1 jam).
Harga Fantastis: Satu Motor Setara Mobil Bekas
Hal yang paling menyita perhatian publik adalah label harganya. Di situs resminya, satu unit Emmo JVX GT dibanderol seharga Rp56,8 juta.
Nominal tersebut dinilai sangat fantastis untuk sebuah kendaraan operasional, karena setara dengan harga mobil bekas tahun 2000-an hingga 2015-an yang masih layak jalan.
Dengan anggaran yang sama, masyarakat sebenarnya sudah bisa memboyong mobil keluarga seperti Toyota Avanza (2004), Nissan Grand Livina (2007), hingga Datsun Go Panca (2015).
Respons Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Meski video tersebut telah ditonton jutaan kali, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaku belum menerima pemberitahuan resmi terkait pengadaan maupun distribusi puluhan ribu motor tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, menyatakan pihaknya tengah menelusuri kebenaran informasi ini ke pemerintah pusat.
"Belum ada konfirmasi, harus kita cek kebenarannya. Kami belum mendapatkan informasi resmi dari Badan Gizi Nasional mengenai rencana distribusi motor listrik ini," ujar Herman, Selasa (7/4/2026).
Senada dengan Sekda, pihak Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Bandung juga mengaku masih menunggu arahan dan klarifikasi resmi dari BGN sebagai otoritas terkait mengenai status 70 ribu unit motor tersebut.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo