SOLOBALAPAN.COM - Nama Suzuki Smash pernah menjadi ikon motor bebek irit dan tangguh di Indonesia.
Motor ini pertama kali hadir pada 2003 sebagai penerus Shogun dan sempat menjadi pilihan utama masyarakat sebelum akhirnya dihentikan produksinya akibat pergeseran pasar ke skutik.
Kini, Suzuki menghadirkan kembali Smash dalam versi terbaru melalui Suzuki Smash 115 Plus ABS 2026.
Kehadirannya menunjukkan bahwa motor bebek masih relevan, terutama untuk kebutuhan mobilitas harian yang mengutamakan efisiensi.
Comeback di Ajang Otomotif
Generasi terbaru Smash diperkenalkan dalam ajang Bangkok International Motor Show 2026.
Peluncuran ini menjadi sorotan karena membawa sejumlah pembaruan signifikan, terutama di sektor fitur dan teknologi.
Motor ini tidak hanya mengandalkan nama besar, tetapi juga menghadirkan peningkatan yang menyesuaikan kebutuhan pengguna masa kini.
Desain Tetap Ringkas dan Fungsional
Dari sisi tampilan, Smash terbaru masih mempertahankan desain underbone khas yang ringkas dan lincah.
Dimensinya yang compact serta bobot ringan membuatnya mudah dikendalikan, terutama untuk penggunaan di perkotaan.
Penyegaran terlihat dari grafis baru dan detail bodi yang lebih modern, tanpa menghilangkan karakter sederhana yang menjadi ciri khasnya sejak dulu.
Fitur ABS Jadi Sorotan
Salah satu pembaruan paling menonjol adalah kehadiran sistem pengereman ABS pada roda depan.
Fitur ini tergolong jarang ditemukan di kelas motor bebek 115 cc.
Dengan adanya ABS, risiko roda terkunci saat pengereman mendadak dapat diminimalkan, sehingga meningkatkan keamanan berkendara, terutama di jalan licin.
Panel Digital Lebih Modern
Perubahan juga terjadi di bagian kokpit.
Smash terbaru kini menggunakan panel instrumen digital yang memberikan tampilan lebih modern dibanding generasi sebelumnya.
Panel ini mampu menampilkan berbagai informasi penting seperti kecepatan, posisi gigi, indikator bahan bakar, hingga status sistem ABS.
Mesin Injeksi 115 cc, Irit dan Andal
Di sektor dapur pacu, Suzuki Smash 115 Plus ABS 2026 dibekali mesin 4-tak SOHC berkapasitas sekitar 113–115 cc dengan teknologi injeksi bahan bakar.
Mesin ini lebih difokuskan pada efisiensi, daya tahan, serta kemudahan perawatan, bukan untuk performa tinggi.
Tenaga yang dihasilkan berada di kisaran 9,25 hp pada 7.000 rpm dengan torsi sekitar 9,10 Nm pada 6.500 rpm.
Karakter tersebut membuatnya cocok untuk penggunaan harian seperti pekerja lapangan, kurir, hingga ojek online.
Baca Juga: Sanksi KLH Jadi Alarm Keras, DPRD Solo Desak SCMPP Tak Lagi Bungkam
Harga dan Peluang Masuk Indonesia
Di pasar Thailand, motor ini dijual dengan harga sekitar 59.900 Baht atau setara Rp30 jutaan.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi apakah model ini akan masuk ke Indonesia.
Namun, kemunculannya di pasar regional memicu antusiasme dan harapan dari pecinta motor bebek di Tanah Air.
Kehadiran Suzuki Smash 115 Plus ABS 2026 menjadi bukti bahwa motor bebek belum sepenuhnya kehilangan pasar.
Dengan kombinasi mesin injeksi, fitur ABS, dan panel digital, Smash kini tampil sebagai motor bebek modern yang tetap mempertahankan keunggulan utamanya: irit, tangguh, dan praktis untuk kebutuhan sehari-hari. (lz)
Editor : Laila Zakiya