SOLOBALAPAN.COM – Mengapa bensin mobil cepat habis padahal jarang dipakai perjalanan jauh?
Masalahnya mungkin bukan pada harga bensin yang fluktuatif, melainkan kebiasaan buruk yang dianggap remeh.
Tanpa perawatan yang tepat, mesin mobil akan bekerja ekstra keras, dan dampaknya langsung terasa pada indikator bensin yang cepat menyentuh garis merah.
Agar performa mobil tetap prima dan konsumsi BBM lebih efisien, simak 7 faktor utama penyebab bensin boros yang perlu kamu waspadai berikut ini.
7 Faktor Utama Penyebab Mobil Boros Bensin
1. Menunda Ganti Oli
Oli yang kotor atau sudah melewati masa pakainya akan menjadi lebih kental. Akibatnya, gesekan antar komponen mesin meningkat.
Mesin pun butuh tenaga (dan bensin) lebih banyak hanya untuk sekadar memutar komponen. Tips: Ganti setiap 5.000 km atau sesuai jadwal servis.
2. Kondisi Ban yang Buruk
Ban kempes memiliki hambatan gulir yang lebih tinggi, membuat laju mobil terasa berat.
Begitu juga dengan penggunaan ban yang ukurannya terlalu besar dari standar pabrik—tampilan memang keren, tapi mesin harus "ngoyo" untuk memutarnya.
3. Filter Bensin yang Tersumbat
Filter yang kotor menghambat pasokan BBM ke ruang bakar. Proses pembakaran jadi tidak sempurna, dan kamu akan merasa mobil kurang bertenaga sehingga cenderung menginjak gas lebih dalam.
4. Filter Udara yang 'Sesak Napas'
Mesin butuh rasio udara dan bensin yang pas. Jika filter udara penuh debu, suplai oksigen berkurang.
Mesin akan mengompensasinya dengan menyemprotkan lebih banyak bensin. Hasilnya? Boros!
5. Penggunaan AC yang Berlebihan
Menyetel AC pada suhu paling rendah secara terus-menerus membebani kerja kompresor.
Kompresor AC mengambil daya dari mesin, sehingga konsumsi BBM otomatis meningkat sekitar 10% hingga 20%.
6. Mengabaikan Nilai Oktan
Memaksa mesin kompresi tinggi menggunakan bensin oktan rendah (misal: mesin standar Pertamax diisi Pertalite) akan menyebabkan gejala knocking (ngelitik). Pembakaran jadi tidak efisien dan tenaga mesin justru drop.
7. Kebocoran pada Knalpot
Knalpot bocor merusak tekanan balik (back pressure) yang dibutuhkan mesin untuk efisiensi pembuangan.
Sensor oksigen akan membaca data yang salah dan memerintahkan mesin menyuplai bensin lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Cara Mengemudi Juga Berpengaruh!
Selain faktor teknis di atas, gaya mengemudi "Agresif" (sering injak gas dan rem mendadak) adalah musuh utama efisiensi.
Di jalanan Solo yang mulai padat ini, usahakan untuk mengemudi secara smooth. Ingat, setiap injakan gas dalam kondisi jalanan macet adalah rupiah yang terbuang sia-sia. (dam)
Editor : Damianus Bram