SOLOBALAPAN.COM – Saat melaju di jalan tol, kamu mungkin sering melihat garis-garis serong berwarna putih atau kuning di permukaan jalan.
Banyak orang menyebutnya “chevron” dan mengira itu terkait perusahaan minyak global.
Padahal, marka chevron bukanlah merek dagang, melainkan salah satu marka jalan penting yang dirancang demi keselamatan pengendara.
Marka chevron biasanya muncul di area bahu jalan atau di titik pertemuan dua lajur jalan, dan bentuknya berupa garis-garis serong tidak terputus.
Marka ini bukan untuk dilintasi, melainkan menjadi tanda peringatan bahwa area tersebut bukan jalur kendaraan.
Meskipun sering ditemukan di jalan tol, marka chevron juga bisa dijumpai di persimpangan besar atau lokasi yang rawan kecelakaan.
Diatur Resmi dalam Aturan Pemerintah
Keberadaan marka ini sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan.
Dalam peraturan tersebut, disebutkan bahwa marka serong digunakan untuk menandai permukaan jalan yang tidak diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan, berbeda dari marka membujur atau melintang.
Fungsi Psikologis dan Visual
Tidak hanya sebagai pembatas, marka chevron juga memberikan efek ilusi visual.
Saat pengemudi melihat garis-garis serong itu, terutama yang berwarna kuning mencolok, otak secara otomatis menganggap ada perubahan kondisi jalan, seperti penyempitan lajur atau percabangan.
Akibatnya, pengemudi cenderung memperlambat kendaraan secara refleks. Efek ini sangat berguna untuk mencegah laju berlebihan, terutama di lokasi-lokasi rawan kecelakaan.
Itulah sebabnya, chevron sering dipasang di titik-titik kritis, bahkan meskipun tidak ada percabangan jalan.
Bisa Kena Tilang Kalau Dilanggar
Perlu diingat, melintasi atau menginjak marka chevron adalah pelanggaran hukum. Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Pasal 287 ayat 1), pelanggar bisa dikenai pidana kurungan hingga 2 bulan atau denda maksimal Rp500.000.
Jadi, lain kali saat kamu melihat garis-garis serong ini, jangan dianggap hiasan belaka.
Chevron adalah bagian dari sistem keselamatan lalu lintas yang punya dampak besar pada keselamatan semua pengendara. (dam)
Editor : Damianus Bram