SOLOBALAPAN.COM – Aturan baru tentang pembatasan pembelian BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi khususnya pertalite kembali muncul.
Revisi aturan pembelian pertalite ini didasarkan pada kapasitas kendaraan.
Mobil dengan kapasitas di atas 1.400 cc dan motor di atas 150 cc wajib membeli bahan bakar non-subsidi.
Wacana ini sebenarnya sudah sejak lama digaungkan dari 10 tahun yang lalu.
Namun, aturan yang dinilai memberatkan masyarakat ini sepertinya akan terlaksana pada tahun ini.
Dilansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Grup), aturan yang akan direvisi adalah Perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran.
Dalam aturan yang akan direvisi tercantum kendaraan yang boleh menikmati BBM subsidi memiliki kriteria khusus.
motor yang berkapasitas 150 cc ke atas dan mobil 1.400 cc ke atas dilarang menggunakan BBM Pertalite sebagai bahan bakar.
Wacana itu menyebabkan tanggapan yang beragam dari pelajar dan mahasiswa.
“Kalau aku malah bersyukur, soalnya nanti pas waktu ngisi bensin di pom (SPBU) nggak perlu antri banyak,” ucap Reihan pelajar (18) pengguna motor beat, pada Kamis 28/03.
Jika dilihat dari sudut pandang sosial, penerapan aturan ini menguntungkan untuk sebagian masyarakat yang mempunyai taraf ekonomi berkecukupan.
Sebab kendaraan yang dipakai sehari – hari merupakan kendaraan dengan cc rendah yang dimana kebutuhan ron pertalite sudah sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Selain itu, harga subsidi yang diberikan pemerintah juga sudah ikut membantu dalam menyejahterakan rakyat yang kurang mampu untuk membeli kendaraan dengan cc 150 keatas.
Namun tanggapan berbeda muncul dari salah satu mahasiswa pengguna motor PCX.
“Wah kalau bisa ya jangan disahkan, perbandingan harganya lumayan," kata salah satu mahasiswa dari perguruan tinggi di Surakarta yang berinisial D (22).
"Pertamax 2 liter sama seperti Pertalite 3 liter."
"Kalau gitu kan nanti uang dari orang tua cepet habis, nggak bisa buat jalan – jalan di Mall. Kalaupun di sah kan ya mendingan ganti (motor) supra bapak aja,” terangnya.
Ungkapan mendingan mengganti motor PCX dengan motor supra disebabkan karena motor supra fit (supra bapak) terkenal irit dan masih diperbolehkan menggunakan pertalite sebagai bahan bakar.
Dengan perbedaan dari kedua sudut pandang itu, penerapan aturan larangan penggunaan pertalite ini pastinya akan ditunggu oleh beberapa pihak yang mendukung.
“Jika aturan ini benar–benar diterapkan. Mereka yang suka kebut – kebutan dan sunmori harus membeli BBM Pertamax sebagai bahan bakar," terang Reihan
"Dengan begitu antrian di SPBU tidak akan mengular panjang, dan mereka yang punya motor bagus biar terawat mesin motornya, jangan pakai pertalite lagi,” pungkasnya. (mg1/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro