SOLOBALAPAN.COM – Banyak tantangan yang harus dihadapi para pengendara dalam melakukan perjalanan saat liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).
Salah satu tantangan di jalan ini adalah berjibaku dengan para angkutan umum.
Beberapa kali, para pengendara dibuat repot dengan perilaku angkutan umum sebagai berikut:
- Angkutan umum mungkin untuk berhenti dengan tiba-tiba. Ini karena adanya penumpang yang akan naik atau melihat peluang secara instan didasari dengan kondisi-kondisi yang memungkinkan adanya penumpang.
- Isyarat tanda berhenti atau tanda berubah arah dari lampu sein dari beberapa angkutan tidak berfungsi baik, atau memang tidak difungsikan oleh pengemudi.
- Potensi penumpang tidak berhati-hati dengan memeriksa kondisi belakang saat turun secara tiba-tiba, walaupun angkutan umum belum pada posisi tepi jalan atau belum berhenti sempurna juga sangat mungkin untuk terjadi.
Apalagi di momen Nataru, mobilitas angkutan umum pun diprediksi akan semakin meningkat.
Maka dari itu, para bikers hendaknya mengetahui tips saat menghadapi angkutan umum di jalan.
Dilansir dari Radar Solo, ada beberapa tips menghadapi angkutan umum yang bisa disimak para bikers sebagai berikut:
- Ketika berkendara di belakang angkutan umum, bunyikan klakson atau gunakan lampu jauh ketika malam hari. Ini untuk memberikan info kepada pengemudi angkutan umum akan keberadaan bikers.
- Beri jarak yang aman saat anda mengikuti angkutan umum.
- Bersiap juga dengan gerakan berhenti tiba-tiba yang mungkin akan terjadi dari angkutan umum.
- Tidak disarankan melakukan gerakan menghindar sebelum memeriksa aman kondisi belakang untuk menyalip. Potensi risiko ditabrak dari belakang jadi sangat tinggi jika berubah arah tiba-tiba.
- Waspada dengan angkutan umum berhenti di tepi jalan yang berpotensi penumpang menyeberang jalan tergesa-gesa, khususnya yang ingin masuk ke dalam angkutan umum tersebut.
“Bikers bisa mempelajari pola-pola dari angkutan umum tersebut dan cara antisipasinya," pesan Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah Oke Desiyanto.
"Mulai meningkatkan kewaspadaaan jika memasuki jalur dan lokasi-lokasi keramaian atau aktivitas naik turun orang."
"Mulai dari halte, pasar, pusat perdagangan, dan pertokoan. Termasuk pemberhentian bus atau feeder, sehingga bisa mencegah risiko kecelakaan,” katanya (nik/rei)