Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Sambut Bulan Suci, Umat Muslim Perlu Tahu Aturan Main Bukber: Dari Pahala Besar hingga Larangan Mubazir

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 10 Februari 2026 - 04:35 WIB

Ilustrasi buka puasa saar Ramadhan 2025.
Ilustrasi buka puasa saar Ramadhan 2025.

SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Aroma bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi semakin dekat.

Seiring dengan itu, agenda buka puasa bersama alias "bukber" mulai direncanakan oleh berbagai kalangan, mulai dari lingkup keluarga, rekan kantor, hingga reuni teman lama.

Tradisi ini seolah menjadi agenda wajib yang mewarnai bulan puasa di Indonesia.

Namun, di balik kemeriahan dan sajian kuliner yang menggugah selera, umat Muslim perlu memahami kembali esensi bukber dari kacamata syariat.

Apakah kegiatan ini sekadar tren sosial atau memiliki landasan ibadah yang kuat?

Baca Juga: Ramadan 2026 Tinggal Menghitung Hari! Simak Batas Terakhir Bayar Utang Puasa dan Bacaan Niat Qadha

Hukum Mubah yang Mendatangkan Berkah

Secara hukum Islam, buka puasa bersama hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan.

Artinya, kegiatan ini tidak wajib dilakukan, namun juga tidak dilarang.

Kendati demikian, tradisi ini sangat dianjurkan karena memuat nilai kebersamaan (ukhuwah) yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW bahkan menekankan pentingnya makan bersama dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud.

Beliau bersabda, "Makanlah kalian bersama-sama dan bacalah Basmalah, maka Allah akan memberikan berkah kepada kalian semua."

Hal ini menunjukkan bahwa keberkahan makanan akan bertambah ketika dinikmati dalam kebersamaan, bukan sendiri-sendiri.

Ladang Pahala Bagi Tuan Rumah

Selain aspek kebersamaan, bukber juga menjadi ladang pahala yang luar biasa, terutama bagi mereka yang menyediakan hidangan.

Dalam Islam, memberi makan orang yang berpuasa (ifthar shaim) memiliki ganjaran yang fantastis.

Berikut adalah keutamaan mengadakan atau memfasilitasi buka puasa bersama:

Menariknya, pahala besar ini tidak harus dengan hidangan mewah.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa ganjaran tersebut tetap diberikan meski hanya dengan menyuguhkan seteguk air, sepotong kurma, atau susu.

Adab Bukber Agar Tidak Melenceng

Meski memiliki banyak keutamaan, acara bukber kerap kali membuat seseorang lalai akan adab-adab Islami, seperti menunda salat Magrib atau makan berlebihan.

Oleh karena itu, menjelang Ramadan 2026 ini, umat Muslim diimbau untuk memperhatikan tata krama saat berbuka.

Berikut adalah adab buka puasa bersama yang perlu dijaga:

Dengan memahami hukum dan adab ini, tradisi bukber di Ramadan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang reuni sosial, tetapi benar-benar menjadi amalan yang bernilai ibadah dan penuh keberkahan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#bulan suci #mubazir #umat muslim #pahala #bukber