SOLOBALAPAN.COM, YOGYAKARTA – Kabar gembira bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun 2026 menuju wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya.
Pemerintah memastikan dua ruas tol baru, yakni Tol Solo-Yogya dan Tol Yogya-Bawen, siap dibuka secara fungsional untuk melayani arus mudik dan balik.
Langkah strategis ini diambil guna mengurai simpul-simpul kemacetan yang kerap terjadi di jalan nasional, sekaligus memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan bagi para pemudik.
Pangkas Waktu Tempuh Klaten-Jogja
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwanto, mengungkapkan bahwa pengoperasian fungsional ini akan memberikan efisiensi waktu yang nyata.
Salah satu segmen yang menjadi sorotan adalah ruas Solo-Yogya segmen Prambanan-Purwomartani.
"Perjalanan dari Klaten menuju Yogyakarta yang biasanya bisa memakan waktu hingga 45 menit, diproyeksikan dapat dipangkas menjadi sekitar 20 menit," ujar Rivan di Yogyakarta, Rabu (4/2/2026).
Selain mempercepat mobilitas ke pusat kota, pembukaan ruas ini juga memberikan akses alternatif yang lebih mudah menuju destinasi wisata populer seperti Candi Prambanan, tanpa harus terjebak kepadatan lalu lintas di jalan arteri.
Daftar Ruas Tol Fungsional yang Dibuka
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan bersama Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan pada akhir Januari lalu, berikut adalah rincian ruas tol yang direncanakan beroperasi fungsional:
Tol Solo-Yogya (Sisi Timur):
Segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer.
Tol Yogya-Bawen (Sisi Utara):
Seksi 6 Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 kilometer.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menilai kehadiran tol fungsional di sisi utara (Bawen) akan sangat membantu mengurangi beban jalan nasional Semarang-Yogyakarta.
Pemudik yang menuju Magelang atau masuk ke Yogyakarta kini memiliki opsi perjalanan tanpa hambatan persimpangan lampu lalu lintas.
Fasilitas Keselamatan dan Rekayasa Lalu Lintas
Meski statusnya masih fungsional atau beroperasi terbatas, aspek keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama. PT Jasa Marga telah melengkapi jalur tersebut dengan berbagai fasilitas penunjang, antara lain:
* Kamera pengawas (CCTV) untuk pemantauan real-time.
* Sistem pemantauan lalu lintas.
* Rambu dan marka jalan sementara yang memadai.
Sementara itu, Korlantas Polri juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan.
Skema seperti sistem satu arah (one way) dan lawan arus (contraflow) disiapkan di titik-titik rawan untuk menjamin kelancaran arus mudik Lebaran 2026. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo