SOLOBALAPAN.COM – Tanaman sukulen dan kaktus sering dianggap sebagai dua jenis tanaman yang sama. Keduanya memiliki bentuk unik, mampu menyimpan cadangan air, dan dikenal dapat bertahan dalam kondisi lingkungan yang relatif kering. Tidak heran jika keduanya kerap dipilih sebagai tanaman hias untuk mempercantik rumah.
Namun, tahukah kamu bahwa sukulen dan kaktus sebenarnya tidak sepenuhnya sama? Ada satu fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui, yaitu semua kaktus termasuk sukulen, tetapi tidak semua sukulen merupakan kaktus.
Baca Juga: Jangan Langsung Dibuang! Ampas Kopi Bikin Tanamanmu Melek dan Senyam-Senyum
Kesalahpahaman ini muncul karena istilah sukulen sering digunakan untuk menyebut tanaman berdaun tebal yang dijual sebagai tanaman hias. Sementara itu, kaktus lebih mudah dikenali dari bentuk batang dan durinya. Padahal, perbedaan keduanya dapat dilihat lebih jauh dari karakteristik tumbuhan hingga pengelompokan botaninya.
Apa Itu Sukulen?
Sukulen merupakan sebutan untuk kelompok tanaman yang memiliki kemampuan menyimpan air pada jaringan tubuhnya. Cadangan air tersebut dapat tersimpan di bagian daun, batang, maupun akar, bergantung pada jenis tanamannya.
Kemampuan tersebut menjadi bentuk adaptasi agar tanaman tetap dapat bertahan ketika air sulit diperoleh. Karena memiliki jaringan penyimpan air, beberapa sukulen mempunyai daun atau batang yang terlihat tebal, berdaging, dan berisi.
Baca Juga: Dikenal Sebagai Tanaman Liar, Daun Pegagan Ternyata Punya Sederet Khasiat Ajaib Untuk Kesehatan
Menariknya, sukulen tidak berasal dari satu kelompok keluarga tumbuhan saja. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan karakteristik tanaman yang berkembang di berbagai famili botani.
Beberapa contoh tanaman sukulen yang cukup populer adalah lidah buaya (Aloe vera), jade plant atau tanaman giok (Crassula ovata), echeveria, haworthia, dan sedum. Bentuknya pun beragam, mulai dari daun yang tersusun menyerupai bunga mawar hingga tanaman dengan batang menjuntai.
Apa Itu Kaktus?
Berbeda dengan sukulen yang merupakan istilah berdasarkan kemampuan menyimpan air, kaktus merupakan kelompok tanaman yang secara botani termasuk dalam famili Cactaceae.
Kaktus juga memiliki kemampuan menyimpan air, terutama pada bagian batangnya. Banyak jenis kaktus mempunyai batang tebal dan berdaging yang berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan air sekaligus menjalankan proses fotosintesis.
Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah keberadaan duri. Pada kaktus, duri tersebut tumbuh dari struktur khusus bernama areoles, yaitu bagian kecil yang biasanya terlihat seperti bantalan atau titik berbulu pada permukaan tanaman.
Areoles menjadi ciri khas yang membedakan kaktus dari tanaman sukulen lainnya. Struktur tersebut tidak hanya menjadi tempat tumbuhnya duri, tetapi juga dapat menghasilkan bunga dan cabang baru.
Baca Juga: Bougenville Jadi Tanaman Hias yang Paling Banyak Dicari saat Musim Kemarau
5 Perbedaan Sukulen dan Kaktus yang Perlu Diketahui
1. Pengelompokan Tanaman
Perbedaan paling mendasar terletak pada pengelompokan botaninya. Sukulen merupakan istilah untuk tanaman yang memiliki jaringan penyimpan air, sehingga anggotanya berasal dari berbagai famili tumbuhan.
Sementara itu, kaktus termasuk dalam satu famili khusus, yaitu Cactaceae. Artinya, kaktus merupakan bagian dari kelompok tanaman yang memiliki karakteristik sukulen, tetapi tanaman sukulen lainnya belum tentu termasuk dalam famili kaktus.
2. Bagian Tubuh yang Menyimpan Air
Sukulen dapat menyimpan air pada berbagai bagian tubuh. Pada tanaman lidah buaya dan echeveria, misalnya, cadangan air banyak tersimpan di bagian daun yang tebal. Sementara itu, jade plant memiliki daun berdaging yang juga berfungsi menyimpan air.
Kaktus umumnya menyimpan cadangan air pada batangnya. Karena sebagian besar kaktus tidak memiliki daun yang berkembang seperti tanaman pada umumnya, batangnya mengambil peran penting dalam proses fotosintesis.
3. Keberadaan Duri dan Areoles
Duri merupakan salah satu ciri yang sering digunakan untuk membedakan kaktus dan sukulen. Namun, tidak semua tanaman berduri dapat disebut kaktus.
Kaktus memiliki areoles, yaitu struktur khusus tempat duri, bunga, dan cabang tumbuh. Sementara itu, tanaman sukulen nonkaktus tidak memiliki struktur tersebut.
Contohnya dapat dilihat pada lidah buaya dan agave. Keduanya mempunyai bagian daun yang tajam, bahkan beberapa jenis memiliki ujung daun berduri. Namun, tanaman tersebut bukan kaktus karena tidak mempunyai areoles.
4. Bentuk Daun dan Batang
Sebagian besar sukulen memiliki daun yang terlihat jelas dengan bentuk tebal dan berdaging. Ada yang tumbuh membentuk susunan melingkar menyerupai bunga, seperti echeveria, sementara jenis lainnya mempunyai daun memanjang seperti lidah buaya.
Kaktus umumnya memiliki batang yang lebih dominan dan terlihat tebal. Beberapa jenis mempunyai bentuk bulat, memanjang, pipih, hingga bercabang menyerupai pohon. Duri yang tumbuh pada permukaan batang juga membuat tampilannya berbeda dari kebanyakan sukulen berdaun.
5. Persebaran dan Habitat
Sukulen ditemukan di berbagai wilayah dunia dengan kondisi lingkungan yang beragam. Kemampuan menyimpan air membuat kelompok tanaman ini dapat bertahan di lingkungan kering, meskipun tidak semuanya berasal dari habitat gurun.
Kaktus secara alami berasal dari kawasan Benua Amerika, dengan sebagian besar jenisnya ditemukan di wilayah Amerika Utara dan Selatan. Habitatnya juga tidak selalu berupa gurun. Ada kaktus yang hidup di kawasan hutan tropis, termasuk jenis yang tumbuh menempel pada pohon.
Contoh Tanaman Sukulen dan Kaktus yang Sering Dijumpai
Untuk memudahkan mengenali keduanya, berikut beberapa contoh tanaman yang cukup populer sebagai penghias rumah.
Echeveria: Sukulen dengan daun tebal yang tersusun membentuk roset atau menyerupai bunga. Warnanya beragam, mulai dari hijau hingga merah muda.
Lidah buaya: Sukulen yang memiliki daun panjang dan berdaging dengan tepi bergerigi. Tanaman ini bukan termasuk kaktus.
Jade plant: Dikenal sebagai tanaman giok, memiliki daun kecil, tebal, dan mengilap yang berfungsi menyimpan air.
Kaktus koboi: Kaktus dengan batang bercabang menyerupai bentuk pohon dan memiliki duri pada bagian areoles.
Kaktus bola: Memiliki bentuk bulat atau hampir bulat dengan duri yang tumbuh mengelilingi batang.
Apakah Sukulen dan Kaktus Membutuhkan Perawatan yang Sama?
Karena sama-sama mampu menyimpan air, sukulen dan kaktus sering dianggap memiliki kebutuhan perawatan yang serupa. Keduanya memang umumnya membutuhkan media tanam dengan drainase baik dan tidak cocok dibiarkan terus-menerus berada dalam kondisi terlalu basah.
Namun, kebutuhan setiap tanaman tetap bergantung pada jenis dan habitat asalnya. Ada kaktus gurun yang membutuhkan paparan matahari cukup kuat, tetapi ada pula kaktus hutan tropis yang lebih menyukai cahaya terang tidak langsung.
Begitu pula dengan sukulen. Sebagian jenis dapat tumbuh baik di dekat jendela dengan cahaya terang, sedangkan jenis lainnya membutuhkan paparan sinar matahari lebih banyak.
Karena itu, pemilik tanaman sebaiknya tidak menyamaratakan kebutuhan air dan cahaya hanya berdasarkan label sukulen atau kaktus. Mengenali jenis tanaman menjadi langkah penting agar perawatannya tidak keliru.
Pada akhirnya, perbedaan utama keduanya terletak pada pengelompokan dan karakteristik botani. Sukulen merupakan sebutan bagi tanaman yang mampu menyimpan air, sedangkan kaktus adalah kelompok tumbuhan dalam famili Cactaceae yang juga memiliki kemampuan tersebut. Jadi, jika menemukan tanaman berduri, jangan langsung menganggapnya sebagai kaktus. Periksa keberadaan areoles karena struktur kecil itulah salah satu petunjuk paling khas untuk mengenali kaktus.
Editor : Inayah Choirunisa