Terjebak Scroll Tanpa Henti: Sosial Menghabiskan Waktu Luang Anak Muda

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 15:10 WIB
Terjebak di dalam sosial media
Terjebak di dalam sosial media

SOLOBALAPAN.COM - Membuka media sosial untuk sekadar melihat kabar teman atau mencari hiburan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi banyak anak muda. Namun, aktivitas yang awalnya hanya berlangsung beberapa menit sering kali berakhir dengan menghabiskan waktu berjam-jam.

Tanpa disadari, kebiasaan menggulir layar ponsel atau scrolling dapat mengambil sebagian besar waktu luang.

Baca Juga: Viral Video Kiky Saputri Panggil 'Rakyat Jelata' di Private Jet, Kiki Farel: Aslinya Kamu Miskin!

Fenomena ini semakin dekat dengan kehidupan generasi muda seiring meningkatnya penggunaan media sosial. Survei Jakpat yang dilakukan pada Desember 2025 menunjukkan bahwa 63 persen responden Gen Z mengisi waktu luang dengan menggulir media sosial.

Temuan tersebut memperlihatkan betapa pentingnya media sosial dalam keseharian anak muda, meskipun tidak berarti seluruh pengguna menghabiskan waktu secara berlebihan.

Baca Juga: Suka Sungkan dan Takut Dianggap Beban? Psikoterapis Ungkap Cara Bebas dari Pentingkan Orang Lain

Awalnya Hanya Sebentar, Berakhir Berjam-jam

Salah satu hal yang membuat media sosial sulit ditinggalkan adalah kemudahan menemukan konten baru. Setelah menonton satu video, pengguna dapat langsung beralih ke video berikutnya tanpa perlu mencarinya secara manual. Konten yang beragam, mulai dari hiburan, berita, hingga kehidupan pribadi orang lain, membuat aktivitas scrolling terasa tidak membosankan.

Situasi ini sering terjadi ketika seseorang berniat membuka media sosial sebentar di sela-sela belajar atau sebelum tidur.

Namun, karena terus menemukan konten menarik, waktu yang direncanakan justru bertambah panjang. Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya diselesaikan atau waktu istirahat bisa tertunda.

Kebiasaan tersebut tidak selalu menjadi masalah. Media sosial juga memberikan manfaat sebagai sarana hiburan, komunikasi, dan memperoleh informasi.

Persoalan muncul ketika pengguna kesulitan mengendalikan durasi penggunaan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Mengapa Sulit Berhenti Menggulir Layar?

Baca Juga: Sita 1.040 Liter Pertalite, Polisi Belum Tahan Tersangka Penimbunan BBM di Boyolali

Media sosial dirancang untuk memudahkan pengguna menemukan konten sesuai minat mereka. Rekomendasi video dan unggahan yang terus diperbarui membuat pengguna memiliki banyak alasan untuk tetap berada di aplikasi.

Selain itu, rasa ingin tahu terhadap unggahan berikutnya dapat membuat seseorang terus menggulir layar. Ada pula keinginan untuk mengetahui kabar teman, mengikuti tren terbaru, atau memastikan dirinya tidak ketinggalan pembicaraan yang sedang ramai.

Jika dilakukan terus-menerus tanpa pengaturan waktu, kebiasaan tersebut berpotensi mengurangi kesempatan untuk melakukan aktivitas lain. Misalnya, menyelesaikan tugas, membaca, berolahraga, atau berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman.

Mengatur Waktu Tanpa Harus Menghindari Media Sosial

Mengurangi kebiasaan scrolling tidak harus dilakukan dengan menghapus seluruh aplikasi media sosial. Langkah sederhana dapat dimulai dengan menyadari berapa banyak waktu yang digunakan setiap hari.

Pengguna dapat memanfaatkan fitur pengingat waktu layar, menentukan batas penggunaan aplikasi, atau meletakkan ponsel ketika sedang belajar dan makan bersama keluarga.

Mematikan notifikasi yang tidak penting juga dapat membantu mengurangi dorongan untuk terus memeriksa layar.

Selain itu, mengisi waktu luang dengan kegiatan lain dapat menjadi alternatif, seperti membaca buku, berolahraga, mengembangkan hobi, atau bertemu teman secara langsung. Tujuannya bukan melarang penggunaan media sosial, melainkan menjaga agar pengguna tetap memiliki kendali atas waktunya.

Menikmati Media Sosial dengan Lebih Bijak

Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan modern dan menawarkan banyak manfaat jika digunakan sesuai kebutuhan. Namun, waktu yang dihabiskan di depan layar tetap perlu diperhatikan agar tidak menggeser kegiatan penting lainnya.

Pada akhirnya, persoalannya bukan semata-mata seberapa sering seseorang membuka media sosial, melainkan apakah kebiasaan tersebut masih sejalan dengan kebutuhan dan tanggung jawab sehari-hari.

Dengan mengatur waktu serta mengenali kebiasaan sendiri, anak muda dapat tetap menikmati dunia digital tanpa kehilangan kesempatan menjalani aktivitas di luar layar.(Rayhananda Satria Utama)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : solobalapan, Berbagai Sumber
media sosial momen