Hati-Hati, Sering Late-Night Snacking Bisa Mengganggu Kerja Organ Hati

tim solobalapan • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:20 WIB
Ngemil tengah malam.(GeminiAI)
Ngemil tengah malam.(GeminiAI)

SOLOBALAPAN.COM- Rasa lapar yang tiba-tiba muncul saat larut malam sering kali membuat banyak orang mencari camilan sebelum tidur. Kebiasaan yang dikenal sebagai late-night snacking ini kerap dianggap sekadar dampaknya pada penambahan berat badan atau gangguan tidur. Namun, para ahli kesehatan dan spesialis hepatologi memberikan peringatan serius: kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori atau lemak di malam hari secara terus-menerus dapat mengganggu fungsi dan kesehatan organ hati (hepar).

Organ hati memiliki peran vital dalam memproses nutrisi, menetralkan racun, serta mengatur metabolisme tubuh. Ketika jadwal makan terganggu terutama pada jam-jam yang seharusnya menjadi waktu istirahat organ tubuh proses metabolik pada hati dapat mengalami tekanan berlebih.

Baca Juga: Sering Dianggap Remeh, Dokter Sebut Masalah Pencernaan Menetap Bisa Jadi Sinyal Bahaya!

Mengapa Late-Night Snacking Berdampak Buruk pada Organ Hati?

Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian (circadian rhythm), yaitu jam biologis alami yang mengatur siklus kerja organ selama 24 jam. Pada malam hari, terutama saat memasuki waktu tidur, sensitivitas hormon insulin dalam tubuh menurun secara alami dan metabolisme organ secara bertahap melambat untuk proses pemulihan.

Baca Juga: Mendunia! 5 Tari Tradisional Indonesia yang Memukau Dunia, dari Saman hingga Reog Ponorogo

Ketika seseorang melakukan late-night snacking, beberapa mekanisme berbahaya terjadi pada organ hati:

Penumpukan Lemak di Hati (Fatty Liver):

Camilan malam umumnya didominasi oleh makanan tinggi karbohidrat olahan, gula, atau lemak jenuh (seperti mie instan, gorengan, kue, dan minuman manis). Karena aktivitas fisik malam hari sangat minim, kalori berlebih ini tidak dibakar menjadi energi, melainkan diubah oleh hati menjadi asam lemak dan disimpan langsung di dalam sel-sel hati. Kondisi ini memicu Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) atau penyakit perlemakan hati non-alkohol.

Baca Juga: Sonic the Hedgehog 4 Hadirkan Amy Rose, Ini Karakter yang Ditunggu Penggemar

Gangguan Ritme Sirkadian Hati:

Organ hati memiliki jam biologis internalnya sendiri. Asupan makanan di malam hari memaksa hati untuk terus bekerja mensekresi enzim dan memproses metabolisme ketika seharusnya ia beristirahat. Penelitian menunjukkan bahwa kekacauan ritme sirkadian ini dapat mengganggu keseimbangan metabolisme glukosa dan lemak.

Resistensi Insulin:

Makan mendekati jam tidur saat sensitivitas insulin rendah menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan beban kerja pankreas serta hati meningkat. Seiring waktu, kondisi ini memicu resistensi insulin yang menjadi faktor utama terjadinya diabetes tipe 2 dan gangguan fungsi hati.

Bahaya Jangka Panjang Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Mengabaikan dampak late-night snacking pada hati dapat berujung pada komplikasi kesehatan yang serius. Perlemakan hati (fatty liver) sering kali tidak menimbulkan gejala nyata di tahap awal (silent disease). Namun, jika dibiarkan tanpa perubahan gaya hidup, kondisi ini dapat berkembang menjadi:

NASH (Non-Alcoholic Steatohepatitis): Peradangan pada hati akibat penumpukan lemak yang mulai merusak sel-sel hati.

Fibrosis dan Sirosis Hati: Pembentukan jaringan parut pada hati yang merusak struktur dan fungsi organ secara permanen.

Gagal Hati dan Kanker Hati: Kerusakan parah yang meningkatkan risiko terjadinya kegagalan fungsi hati atau hepatocellular carcinoma (kanker hati).

Tips Mengatasi Keinginan Ngemil Larut Malam

Untuk melindungi organ hati dari risiko kerusakan kronis, berikut beberapa langkah praktis yang dianjurkan oleh para pakar kesehatan:

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Saat Makan Malam: Pastikan porsi makan malam Anda mengandung protein cukup, serat tinggi, dan karbohidrat kompleks agar kenyang lebih lama.

Tetapkan Cut-Off Time Makan: Usahakan untuk berhenti makan setidaknya 2 hingga 3 jam sebelum tidur guna memberikan waktu bagi organ pencernaan dan hati untuk mengolah makanan.

Pilih Minuman Bebas Kalori: Jika merasa lapar secara psikologis atau karena bosan di malam hari, minumlah segelas air putih hangat atau teh herbal tanpa gula (chamomile).

Perbaiki Pola Tidur: Hindari begadang, karena kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin (hormon pemicu rasa lapar) yang membuat keinginan ngemil makin sulit dikontrol.

Baca Juga: Jadi Wantimpres Prabowo, Rocky Gerung Tegaskan Akan Tetap Kritis dan Tak Akan Khianati Mahasiswa!

Kelola Stres: Stres di malam hari sering kali memicu emotional eating. Alihkan stres dengan kegiatan relaksasi seperti membaca buku atau latihan pernapasan.

(cindy amelia putri)

Editor : Kabun Triyatno
cindy amelia putri ngemik makanan snack malam