Bukan Sekadar Minta Permen, Ini Asal-usul Tradisi Trick-or-Treat saat Halloween

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:19 WIB
Tradisi trick-or-treat menjadi salah satu ciri khas Halloween setiap 31 Oktober. Namun, kebiasaan anak-anak berkeliling meminta permen ternyata memiliki akar sejarah yang panjang.
Tradisi trick-or-treat menjadi salah satu ciri khas Halloween setiap 31 Oktober. Namun, kebiasaan anak-anak berkeliling meminta permen ternyata memiliki akar sejarah yang panjang.

SOLOBALAPAN.COM - Setiap menjelang Halloween, ada satu tradisi yang identik dengan anak-anak berkostum hantu, penyihir, hingga karakter populer. Mereka mendatangi rumah-rumah tetangga sambil membawa kantong untuk mengumpulkan permen. Ketika pintu terbuka, mereka biasanya mengucapkan kalimat khas, “Trick or treat!”

Tradisi ini mungkin terlihat seperti kegiatan sederhana untuk mendapatkan makanan manis. Namun, kebiasaan yang populer di Amerika Serikat tersebut memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan sejumlah tradisi di Eropa.

Baca Juga: El Niño Sangat Kuat, Kenapa Hujan Masih Bisa Turun di Indonesia?

Menurut Library of Congress, asal-usul trick-or-treat masih memiliki beberapa teori. Salah satunya menghubungkannya dengan festival Samhain, perayaan kuno bangsa Keltik yang menandai berakhirnya musim panen dan datangnya musim dingin.

Dalam kepercayaan yang berkembang pada masa itu, pergantian musim dikaitkan dengan dunia roh dan makhluk supernatural. Salah satu teori menyebutkan bahwa masyarakat meninggalkan makanan sebagai persembahan bagi roh yang dipercaya berkeliaran pada malam tersebut.

Kebiasaan ini kemudian dianggap memiliki kemiripan dengan tradisi meminta makanan yang berkembang pada masa berikutnya.

Namun, hubungan langsung antara kebiasaan tersebut dan trick-or-treat modern tidak sepenuhnya dapat dipastikan. Ada pula tradisi lain yang dinilai memiliki kaitan dengan perkembangannya.

Baca Juga: Cara Berhemat ala Upin & Ipin di Tengah “In This Economy”, Sederhana tapi Relate!

Salah satunya adalah souling, praktik yang berkembang di wilayah Eropa pada Abad Pertengahan. Dalam tradisi ini, orang-orang berkeliling dari rumah ke rumah untuk meminta soul cakes, yakni kue yang diberikan sebagai imbalan atas doa bagi orang yang telah meninggal.

Praktik lain yang dikenal di Skotlandia dan Irlandia adalah guising. Anak-anak mengenakan penyamaran atau kostum, lalu mendatangi rumah-rumah untuk menyanyi, membacakan puisi, atau menampilkan hiburan. Sebagai gantinya, mereka menerima makanan atau hadiah.

Kebiasaan tersebut memiliki kemiripan dengan trick-or-treat yang dikenal sekarang, meskipun keduanya tidak sepenuhnya sama. Tradisi meminta makanan dari rumah ke rumah berkembang melalui berbagai kebiasaan lokal sebelum menjadi bagian dari perayaan Halloween modern.

Baca Juga: 5 Zodiak yang Cocok Buat Nemenin Kamu Curhat, Ada yang Jago Dengerin Tanpa Menghakimi

Halloween sendiri kemudian berkembang di Amerika Serikat seiring kedatangan imigran dari Irlandia dan Skotlandia pada abad ke-19. Mereka membawa sejumlah tradisi yang berkaitan dengan perayaan tersebut.

Meski demikian, kegiatan meminta permen dengan ucapan “trick or treat” tidak langsung menjadi kebiasaan seperti sekarang. Istilah tersebut mulai tercatat pada awal abad ke-20, sedangkan tradisinya semakin populer di Amerika Serikat setelah Perang Dunia II.

Pada masa itu, kegiatan berkeliling dari rumah ke rumah menjadi cara untuk merayakan Halloween secara lebih terorganisasi. Anak-anak mengenakan kostum, mendatangi tetangga, dan menerima makanan sebagai bagian dari perayaan. Permen yang dikemas satu per satu juga semakin praktis untuk dibagikan.

Nama trick-or-treat sendiri memiliki arti yang menarik. Kata treat merujuk pada hadiah atau sesuatu yang menyenangkan, seperti permen. Sementara itu, trick berarti kejutan atau keisengan. Dalam praktik modern, ungkapan tersebut lebih dikenal sebagai ajakan untuk memberikan hadiah daripada ancaman sungguhan untuk melakukan keisengan.

Kini, trick-or-treat menjadi salah satu tradisi Halloween yang paling dikenal, terutama di Amerika Serikat. Anak-anak biasanya mengenakan kostum, membawa wadah untuk permen, dan mengunjungi rumah yang berpartisipasi dalam perayaan.

Dari tradisi meminta makanan hingga menjadi kegiatan yang identik dengan permen dan kostum, perjalanan trick-or-treat memperlihatkan bagaimana kebiasaan masyarakat dapat berubah seiring waktu. Tradisi ini bukan berasal dari satu peristiwa yang sepenuhnya pasti, melainkan berkembang melalui pertemuan berbagai kepercayaan dan praktik budaya.(lut)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
trick or treat 31 Oktober halloween