SOLOBALAPAN.COM - Pernah merasa uang baru saja masuk, tetapi tiba-tiba sudah menipis padahal belum banyak membeli sesuatu? Situasi seperti ini sering disebut warganet sebagai “in this economy”.
Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika orang perlu berpikir lebih panjang sebelum mengeluarkan uang, termasuk untuk memenuhi keinginan yang sebenarnya sederhana.
Baca Juga: Cara Mengawetkan Bunga Pemberian agar Bisa Disimpan sebagai Kenang-Kenangan
Di tengah situasi seperti ini, berhemat menjadi kebiasaan yang penting untuk dibangun. Menariknya, inspirasi untuk mengatur pengeluaran tidak selalu harus datang dari buku keuangan atau konten finansial yang serius.
Kartun Upin & Ipin juga memiliki cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan bisa menjadi pintu masuk untuk membicarakan kebiasaan menggunakan uang secara bijak.
Berikut beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari kehidupan Upin dan Ipin untuk menghadapi situasi “in this economy”.
1. Belajar mengelola uang dari Mail
Mail dikenal sebagai karakter yang rajin berjualan di Kampung Durian Runtuh. Kebiasaannya tersebut bisa menjadi pengantar untuk membicarakan pentingnya memahami nilai uang dan mempertimbangkan pengeluaran.
Baca Juga: Ketika Orang Tua Harus Berhemat, Masa Depan Anak Jangan Jadi Korban
Tema usaha juga muncul dalam episode Usahawan Muda dari musim ketujuh. Cerita ini dapat dijadikan referensi untuk membahas usaha dan uang, meskipun adegan spesifik Mail perlu dicocokkan kembali sebelum dijadikan contoh langsung tentang cara mengatur keuangan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menerapkan kebiasaan sederhana dengan mencatat pengeluaran dan menentukan batas belanja. Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya menarik karena sedang tren.
2. Memanfaatkan makanan yang ada di rumah
Kebiasaan menyiapkan makanan sendiri juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengendalikan pengeluaran. Salah satu episode yang bisa ditelusuri adalah Kuih Untuk Opah dari musim kelima, yang menampilkan kegiatan membuat kue bersama keluarga.
Episode tersebut dapat menjadi pengantar untuk membahas kegiatan memasak di rumah. Namun, pelajaran hematnya merupakan penerapan dalam kehidupan sehari-hari, bukan berarti episode itu secara khusus mengajarkan penghematan biaya makanan.
Kita bisa memulainya dengan memeriksa bahan makanan yang tersedia sebelum berbelanja, menyusun menu sederhana, dan membawa bekal ketika memungkinkan.
Baca Juga: Pernyataan Prabowo Tahun 2015 Viral Lagi Soal Karhutla, Dulu Desak Status Bencana Nasional
Dengan perencanaan yang baik, bahan makanan juga bisa dimanfaatkan secara maksimal sehingga tidak banyak terbuang.
3. Hiburan sederhana tetap menyenangkan
Kehidupan Upin dan Ipin bersama teman-temannya di Kampung Durian Runtuh kerap diwarnai aktivitas bermain. Permainan tradisional seperti yang diperlihatkan dalam kompilasi permainan tradisional Upin & Ipin bisa menjadi inspirasi untuk mencari hiburan yang tidak selalu membutuhkan banyak biaya.
Kita dapat menghabiskan waktu dengan bermain bersama teman, berjalan santai, atau melakukan kegiatan menyenangkan di rumah. Pilihan tersebut bisa menjadi alternatif ketika anggaran hiburan sedang terbatas.
Bukan berarti kita harus berhenti pergi ke bioskop atau mengunjungi tempat wisata. Kita hanya perlu menyesuaikan kegiatan dengan kondisi keuangan agar tetap bisa menikmati waktu luang tanpa mengorbankan kebutuhan utama.
4. Pikirkan kembali sebelum membeli barang baru
Dalam episode Beli, Pakai, Suka dari musim ketujuh, Upin dan Ipin tertarik pada sepatu yang mereka sukai hingga meminta Kak Ros membelikannya. Cerita ini bisa menjadi contoh tentang bagaimana melihat barang yang menarik dapat memunculkan keinginan untuk memilikinya.
Situasi tersebut terasa dekat dengan kehidupan sekarang. Melihat barang lucu, diskon, atau produk yang ramai dibicarakan di media sosial sering kali membuat kita ingin segera membeli, meskipun sebelumnya tidak berencana mengeluarkan uang.
Sebelum berbelanja, cobalah memberi jeda dan memeriksa apakah barang serupa masih bisa digunakan. Bandingkan harga, pertimbangkan manfaatnya, dan pastikan pembelian tersebut tidak mengganggu anggaran kebutuhan utama.
5. Menabung tanpa harus menghilangkan semua kesenangan
Pelajaran tentang mengatur uang paling relevan bisa ditemukan dalam episode Rajin Menyimpan, Bijak Belanja dari musim ke-15. Episode ini membahas upaya mendapatkan uang saku, menyimpan uang, dan berbelanja dengan bijak.
Cerita tersebut dapat menjadi pengingat bahwa uang tidak harus langsung dihabiskan ketika sudah diterima. Menyisihkan sebagian uang sesuai kemampuan bisa membantu kita mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang.
Meski begitu, berhemat bukan berarti melarang diri menikmati semua hal yang disukai. Kita tetap bisa membeli makanan favorit atau menikmati hiburan, asalkan pengeluarannya sudah diperhitungkan dan tidak mengganggu kebutuhan penting.
Pada akhirnya, menghadapi situasi “in this economy” bukan berarti kita harus berhenti menikmati hidup. Kebiasaan kecil seperti merencanakan pengeluaran, memanfaatkan makanan di rumah, memilih hiburan yang terjangkau, dan berpikir sebelum membeli bisa menjadi langkah awal untuk menggunakan uang dengan lebih bijak.
Seperti kehidupan sehari-hari Upin dan Ipin yang dekat dengan hal-hal sederhana, mengelola keuangan pun bisa dimulai dari kebiasaan kecil. Sebab, berhemat bukan soal siapa yang paling sedikit mengeluarkan uang, melainkan bagaimana memanfaatkan uang yang dimiliki sesuai kebutuhan dan kemampuan.(lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber