SOLOBALAPAN.COM - Mail menjadi salah satu karakter yang mudah diingat dalam serial animasi Upin & Ipin. Anak laki-laki yang akrab dengan sapaan “Dua seringgit” ini kerap terlihat menawarkan barang dagangannya kepada teman-teman di Kampung Durian Runtuh.
Kebiasaannya berjualan bukan hanya menjadi bagian dari keseharian cerita, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan konsep uang kepada anak-anak.
Baca Juga: Sabrina Chairunnisa Singgung Pacar di Instagram, Sosok Pria yang Dekat Dengannya Bikin Penasaran
Dalam dunia Upin & Ipin, Mail digambarkan memiliki kebiasaan berdagang. Ia menawarkan barang kepada orang-orang di sekitarnya dan berusaha mendapatkan pembeli.
Cara berbicaranya saat menawarkan dagangan bahkan menjadi salah satu ciri khas yang membuat karakternya mudah dikenali.
Kebiasaan tersebut menarik jika dilihat dari sisi pengenalan keuangan sederhana. Dalam kegiatan jual beli, ada beberapa hal yang bisa dipelajari anak, mulai dari mengenal harga barang, menghitung uang, hingga memahami bahwa seseorang perlu membayar sesuai harga yang disepakati.
Misalnya, ketika anak melihat Mail menyebut harga barang, orang tua dapat mengajak mereka berlatih menghitung jumlah uang yang diperlukan.
Baca Juga: Tersimpan 25 Tahun, Lagu Britney Spears dan Justin Timberlake Akhirnya Dirilis
Permainan sederhana seperti berpura-pura menjadi penjual dan pembeli juga bisa membantu anak mengenali angka serta memahami proses transaksi.
Hal lain yang dapat diperkenalkan adalah perbedaan antara uang yang diterima dari penjualan dan keuntungan. Dalam kegiatan berdagang sungguhan, penjual perlu memperhitungkan biaya untuk memperoleh atau membuat barang sebelum menentukan keuntungan yang didapat.
Konsep ini bisa dikenalkan secara bertahap melalui permainan, tanpa harus membebani anak dengan perhitungan yang rumit.
Karakter Mail juga dapat menjadi bahan diskusi tentang cara menawarkan barang kepada orang lain. Berdagang tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga melibatkan komunikasi.
Baca Juga: Tekuk Cong Viettel 1-0 via Penalti Peralta, Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Grup E ACL Two
Penjual perlu menjelaskan barang yang ditawarkan, sementara pembeli berhak mempertimbangkan apakah barang tersebut sesuai dengan kebutuhan dan uang yang dimiliki.
Dari sini, anak dapat diajak memahami bahwa kegiatan jual beli melibatkan dua pihak yang sama-sama memiliki pilihan. Tidak semua barang yang ditawarkan harus dibeli, dan seseorang perlu mempertimbangkan kebutuhan sebelum mengeluarkan uang.
Meski demikian, perilaku tokoh kartun tentu tidak bisa langsung dijadikan panduan lengkap mengelola usaha. Adegan Mail lebih tepat digunakan sebagai contoh awal untuk mengajak anak berdiskusi.
Orang tua tetap perlu memberikan penjelasan sesuai usia anak, termasuk mengenai pentingnya menabung dan membedakan kebutuhan dengan keinginan.
Melalui karakter Mail, kegiatan berdagang yang terlihat sederhana dalam Upin & Ipin bisa menjadi bahan belajar yang dekat dengan keseharian.
Anak tidak hanya mengenal uang sebagai alat untuk membeli barang, tetapi juga mulai memahami bahwa setiap transaksi melibatkan harga, pilihan, dan perhitungan. (lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Let's Copaque