SOLOBALAPAN.COM – Baru beberapa hari disimpan di kulkas, sayuran yang dibeli dari pasar atau supermarket sudah layu, menguning, bahkan berlendir? Kondisi ini sering membuat bahan makanan terbuang sebelum sempat diolah. Bagi anak kos yang terbiasa membeli sayuran untuk persediaan beberapa hari, hal tersebut tentu bisa membuat pengeluaran jadi kurang hemat.
Menyimpan sayuran di kulkas memang dapat membantu menjaga kesegarannya, tetapi cara penyimpanan juga berpengaruh. Kelembapan berlebih, sirkulasi udara yang kurang baik, hingga penempatan sayuran yang tidak tepat bisa membuat kualitasnya lebih cepat menurun.
Supaya sayuran tidak cepat layu dan bisa dimanfaatkan lebih optimal, berikut lima kesalahan penyimpanan yang sebaiknya dihindari.
Baca Juga: Enam Ide Lukisan Simple yang Bisa Ditiru Pemula, Mudah dan Tetap Estetik
1. Langsung Menyimpan Sayuran dalam Keadaan Basah
Setelah membeli sayuran, sebagian orang terbiasa mencucinya terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke kulkas. Kebiasaan ini tidak selalu salah, tetapi menyimpan sayuran dalam keadaan masih basah dapat meningkatkan kelembapan di dalam wadah dan mempercepat pembusukan pada jenis sayuran tertentu.
Untuk sayuran yang akan disimpan beberapa hari, sebaiknya tunda pencucian hingga menjelang dimasak. Jika sayuran sudah terlanjur dicuci, tiriskan dan keringkan permukaannya terlebih dahulu sebelum disimpan.
Khusus sayuran berdaun seperti bayam, selada, dan sawi, perhatikan kondisi daun agar tidak terlalu lembap. Sayuran juga sebaiknya tidak dibiarkan terendam air di dalam wadah penyimpanan.
Baca Juga: Fakta atau Fiksi? 5 Karakter Hewan Kartun Legendaris Ini Ternyata Jauh Berbeda dengan Aslinya
2. Memasukkan Semua Sayuran ke dalam Satu Kantong Plastik
Menyimpan seluruh belanjaan sayur dalam satu kantong memang praktis, terutama bagi penghuni kos yang memiliki kulkas berukuran kecil. Namun, cara ini membuat sayuran yang berbeda jenis bercampur dalam ruang yang sama dan dapat menyulitkan pengaturan kelembapan.
Beberapa sayuran juga lebih mudah rusak ketika tertumpuk atau tertekan bahan makanan lain. Karena itu, pisahkan sayuran berdasarkan jenisnya dan gunakan wadah atau kantong yang bersih.
Untuk sayuran yang membutuhkan sirkulasi udara, kantong berlubang atau wadah yang tidak terlalu rapat bisa menjadi pilihan. Sementara itu, sayuran yang sudah dipotong perlu disimpan dalam wadah tertutup dan segera dimasukkan ke kulkas.
3. Menyimpan Sayuran Berdekatan dengan Buah Tertentu
Tidak semua buah dan sayuran cocok disimpan berdekatan. Beberapa buah, seperti apel dan pisang, menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat pematangan dan mempercepat penurunan kualitas sayuran yang sensitif terhadap gas tersebut.
Akibatnya, sayuran tertentu bisa lebih cepat menguning atau mengalami perubahan tekstur meskipun disimpan di kulkas. Untuk mengurangi risiko ini, pisahkan sayuran yang sensitif terhadap etilen dari buah penghasil gas tersebut.
Jika ruang kulkas terbatas, kelompokkan bahan makanan dalam wadah terpisah. Perhatikan pula petunjuk penyimpanan setiap jenis bahan karena kebutuhan suhu dan kelembapannya bisa berbeda.
4. Memasukkan Sayuran ke Kulkas yang Terlalu Penuh
Kulkas yang penuh sesak dapat menghambat sirkulasi udara dingin. Akibatnya, suhu di dalam kulkas bisa menjadi kurang merata dan bahan makanan tidak tersimpan dalam kondisi optimal.
Hindari menumpuk sayuran terlalu padat hingga menutup ventilasi udara kulkas. Sisakan ruang agar udara dapat bersirkulasi dan usahakan bagian penyimpanan sayur tidak dipenuhi barang yang sebenarnya tidak perlu didinginkan.
Pastikan pula suhu kulkas terjaga sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah untuk penyimpanan bahan pangan yang mudah rusak. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua jenis sayuran cocok disimpan di kulkas, sehingga cara penyimpanan sebaiknya disesuaikan dengan jenisnya.
5. Membiarkan Sayuran yang Mulai Rusak Bercampur dengan Sayuran Segar
Sayuran yang sudah layu, memar, atau membusuk sebaiknya segera diperiksa dan dipisahkan dari bahan makanan lain. Membiarkan bagian yang rusak tetap bercampur dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan membuat isi wadah lebih cepat kotor.
Sebelum menyimpan sayuran, periksa kondisi daun, batang, dan permukaannya. Buang bagian yang rusak jika kerusakannya terbatas dan bagian lainnya masih layak digunakan. Namun, sayuran yang sudah berlendir, berjamur, berbau tidak normal, atau menunjukkan pembusukan menyeluruh sebaiknya dibuang.
Jangan lupa membersihkan wadah penyimpanan secara berkala dan segera mengelap tumpahan air atau sisa sayuran di dalam kulkas.
Cara Sederhana agar Sayuran Lebih Awet
Menjaga sayuran tetap segar tidak harus dilakukan dengan membeli wadah mahal. Mulailah dengan membeli sayuran secukupnya, memisahkan jenis bahan makanan, menghindari kelembapan berlebih, serta memastikan kulkas tidak terlalu penuh.
Selain itu, susun sayuran berdasarkan waktu pembelian. Gunakan bahan yang lebih dahulu dibeli sebelum membuka persediaan yang baru agar tidak ada sayuran yang terlupakan di bagian belakang kulkas.
Perlu diingat, masa simpan setiap sayuran berbeda-beda. Dengan mengenali kebutuhan penyimpanan masing-masing bahan dan memeriksa kondisinya secara rutin, sayuran bisa dimanfaatkan lebih maksimal dan risiko membuang makanan dapat dikurangi.
Editor : Inayah Choirunisa