Bukan Sekadar Kosmetik, Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Tradisi Kecantikan Nusantara

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:09 WIB
Martha Tilaar, pelopor kosmetik lokal Indonesia, dikenal karena memadukan pengetahuan kecantikan tradisional dengan ilmu kosmetik modern. Warisannya turut mengangkat bahan alami dan tradisi kecantikan Nusantara.(Martha Tilaar)
Martha Tilaar, pelopor kosmetik lokal Indonesia, dikenal karena memadukan pengetahuan kecantikan tradisional dengan ilmu kosmetik modern. Warisannya turut mengangkat bahan alami dan tradisi kecantikan Nusantara.(Martha Tilaar)

SOLOBALAPAN.COM - Jauh sebelum produk kecantikan lokal ramai menghiasi rak toko dan menjadi pilihan banyak perempuan Indonesia, Martha Tilaar telah lebih dulu melihat potensi besar dari kekayaan alam dan tradisi Nusantara.

Ia membawa pengetahuan kecantikan yang diwariskan turun-temurun ke dalam industri modern, hingga namanya dikenal sebagai salah satu pelopor kosmetik lokal Indonesia.

Martha Tilaar meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) dalam usia 89 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga dan industri kecantikan Tanah Air.

Baca Juga: Pernyataan Prabowo Tahun 2015 Viral Lagi Soal Karhutla, Dulu Desak Status Bencana Nasional

Namun, selain bisnis yang dibangunnya, ada warisan lain yang membuat perjalanan Martha menarik untuk dikenang, yakni upayanya memperkenalkan tradisi kecantikan Indonesia kepada masyarakat luas.

Perjalanan itu bermula dari sebuah salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta, pada 1970. Dengan ruang berukuran sekitar 4 x 6 meter, Martha memulai langkahnya di dunia kecantikan.

Usaha kecil tersebut kemudian berkembang menjadi Martha Tilaar Group, yang menaungi berbagai lini bisnis kecantikan dan perawatan tubuh.

Ketertarikan Martha terhadap kecantikan tidak hanya berkaitan dengan riasan wajah atau perawatan kulit. Ia juga melihat kekayaan pengetahuan tradisional Indonesia, termasuk penggunaan jamu dan resep kecantikan yang berkembang dalam budaya Jawa, sebagai sesuatu yang layak dipelajari dan dikembangkan.

Gagasan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari pendekatannya dalam membangun bisnis. Martha berusaha mempertemukan pengetahuan kecantikan tradisional dengan ilmu kosmetik modern.

Dengan begitu, bahan alami dan kearifan lokal tidak hanya dipandang sebagai bagian dari kebiasaan masa lalu, tetapi juga dapat hadir dalam produk yang digunakan masyarakat masa kini.

Baca Juga: Enam Ide Lukisan Simple yang Bisa Ditiru Pemula, Mudah dan Tetap Estetik

Pada 1981, Martha bersama Pranata Bernard dan Theresa Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto. Perusahaan tersebut mengembangkan produksi kosmetik dan produk herbal, termasuk melalui merek Sariayu-Martha Tilaar. Langkah ini menandai perkembangan dari salon kecil menjadi usaha yang memiliki fasilitas produksi modern.

Di tengah perkembangan industri kecantikan, pendekatan tersebut menjadi salah satu ciri yang melekat pada Martha. Ia tidak sekadar membangun merek, tetapi juga membawa identitas Indonesia sebagai bagian dari cerita produk yang ditawarkan.

Kekayaan alam, tradisi perawatan tubuh, dan unsur budaya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kecantikan Nusantara dalam bentuk yang lebih modern.

Warisan ini terasa relevan ketika produk kecantikan lokal semakin mendapat tempat di tengah masyarakat. Konsumen kini memiliki banyak pilihan, mulai dari perawatan kulit hingga kosmetik dengan beragam bahan dan konsep.

Baca Juga: Martha Tilaar Meninggal Dunia Sakit Apa? Pendiri Sariayu Tutup Usia, Dimakamkan di San Diego Hills

Di tengah persaingan tersebut, identitas dan cerita di balik sebuah merek bisa menjadi pembeda, bukan hanya soal kemasan atau tren yang sedang populer.

Meski begitu, penggunaan bahan alami tetap perlu dipahami secara bijak. Bahan yang berasal dari alam tidak otomatis cocok untuk semua jenis kulit atau bebas dari risiko iritasi. Pengetahuan tradisional dapat menjadi sumber inspirasi, tetapi pengembangan produk kecantikan juga membutuhkan pengujian dan standar keamanan yang sesuai.

Bagi Martha, tradisi dan modernitas bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat berjalan berdampingan ketika pengetahuan lokal dipelajari, dikembangkan, dan diperkenalkan dengan cara yang relevan bagi masyarakat sekarang.

Dari salon kecil di garasi rumah hingga bisnis kecantikan yang dikenal luas, perjalanan Martha Tilaar menunjukkan bagaimana gagasan sederhana dapat berkembang menjadi sesuatu yang memiliki pengaruh lebih besar. Ia turut membuka ruang bagi bahan alami dan tradisi Indonesia untuk menjadi bagian dari pembicaraan tentang industri kecantikan modern.

Kepergiannya menjadi pengingat bahwa warisan seorang tokoh tidak selalu berhenti pada nama besar atau usaha yang ditinggalkan. Dalam perjalanan Martha Tilaar, warisan itu juga hadir melalui upaya merawat pengetahuan lokal dan memperkenalkannya kepada generasi berikutnya. (lut)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
Martha Tilaar warisan sariayu