SOLOBALAPAN.COM - Bunga pemberian saat wisuda, ulang tahun, atau hari istimewa sering kali punya nilai sentimental tersendiri. Sayangnya, bunga segar tidak bisa bertahan selamanya.
Setelah beberapa hari, kelopaknya mulai layu dan warnanya berubah. Meski begitu, bukan berarti bunga tersebut harus langsung dibuang.
Baca Juga: Dari Kehidupan di Kampung Durian Runtuh, Ini 5 Cara Memanfaatkan Bahan Makanan agar Tidak Terbuang
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengawetkan bunga agar tetap bisa disimpan sebagai kenang-kenangan. Pilihannya mulai dari metode sederhana menggunakan buku atau menggantung bunga, hingga teknik pengeringan yang membantu mempertahankan bentuk kelopaknya.
Salah satu cara paling mudah adalah mengeringkan bunga dengan metode air drying atau pengeringan udara. Metode ini cocok bagi orang yang ingin mengawetkan bunga tanpa mengeluarkan banyak biaya.
Caranya, singkirkan daun yang tidak diperlukan, ikat beberapa tangkai bunga, lalu gantung secara terbalik di tempat yang kering, gelap, dan memiliki sirkulasi udara baik.
Prosesnya biasanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu, tergantung jenis bunga dan kondisi ruangan. Hindari tempat yang lembap karena bunga berisiko berjamur.
Paparan sinar matahari langsung juga sebaiknya dihindari karena dapat membuat warna bunga memudar. Metode ini relatif praktis, tetapi bentuk bunga bisa menyusut dan kelopaknya menjadi rapuh setelah kering.
Baca Juga: Topeng Ireng Ndayakan, Kesenian Tradisional Magelang yang Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
Jika ingin menyimpan bunga dalam bentuk pipih untuk dijadikan hiasan bingkai, pembatas buku, atau kartu ucapan, metode pengepresan bisa menjadi pilihan. Teknik ini cocok untuk bunga yang memiliki bentuk relatif datar, seperti pansy dan beberapa bunga kecil, serta dedaunan.
Caranya, letakkan bunga di antara dua lembar kertas penyerap yang bersih, kemudian sisipkan di dalam buku tebal. Pastikan kelopak dan daunnya tersusun rapi sebelum buku ditutup.
Periksa kertas secara berkala dan ganti jika terasa lembap. Bunga bisa membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu atau lebih untuk benar-benar kering, tergantung ketebalan dan kadar airnya.
Kelebihan metode ini adalah bahannya mudah ditemukan dan tidak membutuhkan peralatan khusus. Namun, bunga akan kehilangan bentuk tiga dimensinya karena menjadi pipih.
Baca Juga: Siapa 2 Pemeran Video Ayam Geprek 19 Menit di Jepang? Viral Banget di TikTok, Cek Fakta Disini
Karena itu, teknik ini kurang sesuai bagi orang yang ingin mempertahankan bunga dalam bentuk mengembang seperti saat pertama kali diterima.
Berbeda dengan dua cara sebelumnya, pengeringan menggunakan silica gel dapat membantu mempertahankan bentuk bunga yang mengembang.
Metode ini bisa dipertimbangkan untuk bunga dengan kelopak yang cukup rapat, seperti mawar, atau bunga yang ingin disimpan dalam kotak kenangan.
Silica gel merupakan bahan penyerap kelembapan yang tersedia dalam bentuk butiran. Bunga diletakkan di dalam wadah, kemudian ditimbun secara perlahan dengan silica gel sampai bagian kelopaknya tertutup.
Wadah perlu ditutup rapat selama proses pengeringan. Waktu yang dibutuhkan umumnya beberapa hari, bergantung pada jenis dan ketebalan bunga.
Teknik ini memiliki keunggulan karena prosesnya relatif cepat dan bentuk bunga dapat dipertahankan lebih baik dibandingkan pengeringan udara.
Meski demikian, silica gel membutuhkan biaya tambahan dan bunga yang sudah kering tetap rapuh sehingga harus ditangani dengan hati-hati. Bahan ini juga tidak boleh dianggap sebagai pengawet yang membuat bunga kebal terhadap kerusakan.
Selain pengeringan, ada pula teknik menggunakan gliserin untuk mengawetkan bagian tanaman tertentu, terutama dedaunan. Dalam metode ini, gliserin membantu menggantikan sebagian air di dalam jaringan tanaman sehingga daun bisa terasa lebih lentur setelah diawetkan.
Namun, teknik ini lebih cocok untuk dedaunan daripada kelopak bunga. Jadi, jika tujuan utamanya mempertahankan bunga yang sedang mekar, metode tersebut bukan pilihan pertama.
Apa pun metode yang dipilih, bunga sebaiknya segera diproses sebelum terlalu layu. Pilih bunga yang masih memiliki bentuk baik dan pastikan tidak ada air atau embun pada permukaan kelopaknya. Bunga yang sudah membusuk atau berjamur akan lebih sulit diawetkan dengan hasil yang bagus.
Setelah proses pengeringan selesai, simpan bunga di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung. Jika ingin menjadikannya dekorasi, bunga kering dapat ditempatkan di dalam bingkai atau kotak kenangan. Untuk bunga yang tetap memiliki bentuk tiga dimensi, gunakan wadah yang cukup luas agar kelopaknya tidak tertekan.
Perlu diingat, bunga yang diawetkan tidak akan selalu mempertahankan warna, bentuk, dan tekstur seperti saat masih segar. Hasilnya bergantung pada jenis bunga, kondisi awal, teknik pengeringan, serta cara penyimpanannya.
Meski begitu, dengan metode yang sesuai, bunga pemberian bisa memiliki kesempatan lebih lama untuk disimpan dan dikenang.(lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber