Dari Kehidupan di Kampung Durian Runtuh, Ini 5 Cara Memanfaatkan Bahan Makanan agar Tidak Terbuang

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:25 WIB
Upin Ipin dan kak Ros
Upin Ipin dan kak Ros

SOLOBALAPAN.COM - Kehidupan di Kampung Durian Runtuh dalam serial animasi Upin & Ipin kerap menghadirkan cerita tentang keseharian masyarakat, mulai dari kegiatan bersama tetangga hingga urusan makan dan berbelanja.

Suasana kampung yang akrab dengan kehidupan sederhana bisa menjadi pengingat bahwa kebiasaan kecil di rumah juga punya manfaat besar, termasuk saat mengelola bahan makanan.

Baca Juga: Mengenal Buah Tin, Si Buah Surga yang Kaya Manfaat Kesehatan dan Penuh Makna

Salah satu persoalan yang sering terjadi di dapur adalah bahan makanan yang telanjur layu, terlupakan di dalam kulkas, atau dibeli terlalu banyak hingga akhirnya dibuang. Padahal, kebiasaan tersebut bisa dikurangi dengan perencanaan belanja dan penyimpanan yang tepat.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk membeli bahan makanan sesuai kebutuhan, memanfaatkan bahan yang lebih dahulu dibeli, serta memperhatikan cara penyimpanan agar makanan tidak cepat rusak. 

Terinspirasi dari kesederhanaan kehidupan sehari-hari di Kampung Durian Runtuh, berikut lima cara nyata yang bisa diterapkan agar bahan makanan di rumah tidak terbuang sia-sia.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kartun Lucu, Ini Alasan Kota Rock Bottom di SpongeBob Terasa Menyeramkan

1. Buat Daftar Belanja Sebelum Pergi ke Pasar

Belanja bahan makanan tanpa perencanaan bisa membuat seseorang membeli barang yang sebenarnya masih tersedia di rumah. Akibatnya, sayuran, bumbu, atau bahan lainnya menumpuk dan sebagian tidak sempat digunakan.

Sebelum pergi ke pasar atau supermarket, periksa terlebih dahulu isi kulkas dan tempat penyimpanan bahan kering. Catat bahan yang masih tersedia, lalu buat daftar kebutuhan berdasarkan menu yang ingin dimasak selama beberapa hari ke depan.

Misalnya, jika di rumah masih ada wortel dan kentang, keduanya bisa dimasukkan ke dalam rencana menu sup atau tumisan. Dengan begitu, belanja berikutnya cukup difokuskan pada bahan pelengkap yang memang dibutuhkan.

Cara ini membantu mengendalikan pengeluaran sekaligus mengurangi risiko membeli bahan makanan secara berlebihan. 

2. Simpan Sayuran Sesuai Jenisnya

Sayuran yang baru dibeli tidak selalu bisa langsung diolah pada hari yang sama. Namun, penyimpanan yang kurang tepat dapat membuat sayuran cepat layu atau membusuk sebelum sempat dimasak.

Baca Juga: Sering Merasa Lelah Meski Pekerjaan Tidak Berat? Kenali Kelelahan Mental dan Cara Mengatasinya

Pisahkan sayuran berdasarkan jenisnya dan gunakan wadah yang bersih. Sayuran berdaun dapat disimpan dalam keadaan kering di wadah atau kantong yang sesuai di lemari pendingin, sedangkan bahan seperti bawang merah dan bawang putih umumnya lebih cocok disimpan di tempat kering dengan sirkulasi udara yang baik.

Hindari menyimpan sayuran yang sudah rusak bersama bahan lain karena dapat mempercepat penurunan kualitas bahan di sekitarnya. Periksa stok secara berkala agar sayuran yang perlu segera diolah tidak terlupakan.

Cara penyimpanan yang tepat membantu mempertahankan kualitas bahan makanan sekaligus mengurangi risiko pemborosan. 

3. Olah Sisa Sayuran Menjadi Menu Baru

Memasak sayuran tidak harus selalu menggunakan bahan yang masih utuh atau berukuran besar. Potongan wortel, sedikit kol, daun bawang, atau sayuran lain yang masih segar dan layak konsumsi bisa dimanfaatkan untuk membuat hidangan sederhana.

Contohnya, sisa wortel dan kol dapat dicampurkan ke dalam telur dadar sayur. Potongan sayuran lainnya bisa digunakan sebagai isian sup, nasi goreng, atau tumisan, sesuai dengan kondisi bahan dan resep yang tersedia.

Sebelum digunakan, periksa kondisi sayuran terlebih dahulu. Bagian yang hanya sedikit layu masih bisa dimanfaatkan jika memang masih aman dan tidak menunjukkan tanda pembusukan. Namun, sayuran yang berjamur, berlendir, atau berbau tidak normal sebaiknya dibuang.

Dengan sedikit kreativitas, bahan yang tersisa bisa menjadi bagian dari menu berikutnya tanpa harus membeli banyak bahan tambahan. 

4. Dahulukan Bahan Makanan yang Dibeli Lebih Awal

Pernah menemukan bahan makanan yang sudah lama tersimpan di kulkas, tetapi justru membeli bahan serupa lagi? Kebiasaan ini bisa membuat stok menumpuk dan meningkatkan kemungkinan bahan makanan terbuang.

Untuk mengatasinya, gunakan prinsip First In, First Out (FIFO), yaitu bahan yang lebih dahulu masuk ke tempat penyimpanan digunakan lebih dahulu. Letakkan bahan yang lebih lama dibeli di bagian depan agar mudah terlihat, sedangkan bahan yang baru dibeli ditempatkan di belakang.

Prinsip tersebut juga dapat diterapkan pada bahan kering dan makanan kemasan dengan tetap memperhatikan tanggal kedaluwarsa serta petunjuk penyimpanannya.

BPOM menjelaskan bahwa penerapan FIFO dan First Expired, First Out (FEFO) dapat membantu mengurangi pangan yang terbuang karena terlupakan atau melewati masa kedaluwarsa. 

5. Rencanakan Menu agar Bahan Bisa Digunakan Bergantian

Satu bahan makanan sebenarnya bisa digunakan untuk beberapa hidangan berbeda. Karena itu, menyusun menu sebelum berbelanja dapat membantu mengoptimalkan bahan yang tersedia.

Misalnya, satu ikat bayam bisa digunakan untuk sayur bening pada hari pertama, sementara wortel yang dibeli bersamaan dapat digunakan untuk sup pada hari berikutnya. Jika masih ada bahan yang belum terpakai, masukkan ke dalam rencana menu selanjutnya sebelum memutuskan membeli bahan baru.

Perencanaan juga perlu mempertimbangkan jumlah orang yang makan di rumah. Memasak dalam porsi yang sesuai membantu mengurangi sisa makanan matang yang akhirnya tidak habis.

Jika terdapat makanan matang yang ingin disimpan untuk konsumsi berikutnya, masukkan ke wadah bersih dan tertutup, lalu simpan pada suhu yang aman. Jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang. 

Kebiasaan mengelola bahan makanan dengan baik tidak harus dimulai dari perubahan besar. Memeriksa stok dapur, membuat daftar belanja, dan merencanakan menu merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja.

Kampung Durian Runtuh dapat menjadi inspirasi untuk melihat kembali kebiasaan sehari-hari di rumah. Bukan berarti setiap cara di atas merupakan kebiasaan yang secara khusus ditampilkan dalam episode Upin & Ipin, melainkan praktik nyata yang sejalan dengan gagasan hidup sederhana dan menggunakan bahan makanan secara bijak.

Dengan perencanaan yang lebih baik, pengeluaran dapur bisa lebih terkendali dan bahan makanan yang masih layak konsumsi tidak berakhir sia-sia.(lut)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
Upin Ipin inspirasi hemat