SOLOBALAPAN.COM – Handuk sudah dicuci dengan deterjen, tetapi masih mengeluarkan bau apek ketika digunakan? Masalah ini cukup menjengkelkan karena kain terlihat bersih, tetapi aromanya justru mengganggu. Menambahkan pewangi lebih banyak belum tentu menyelesaikan penyebabnya.
Bau pada handuk bisa berkaitan dengan sisa kotoran, penggunaan deterjen yang tidak sesuai takaran, mesin cuci yang perlu dibersihkan, hingga proses pengeringan yang kurang maksimal. Kain yang menyimpan kelembapan terlalu lama juga dapat menimbulkan bau tidak sedap.
Sebelum memutuskan membeli handuk baru, coba periksa lima hal berikut untuk mengetahui bagian mana dari proses mencuci yang perlu diperbaiki.
Baca Juga: Kenapa Ada Kamar Rahasia di Rumah Opah dalam Serial Upin & Ipin? Ternyata Alasannya Bikin Mewek
1. Handuk terlalu lama dibiarkan dalam keadaan basah
Pernah memasukkan handuk ke keranjang cucian setelah digunakan, lalu baru mencucinya beberapa hari kemudian? Kebiasaan ini bisa membuat handuk tetap lembap dalam waktu lama.
Kondisi lembap dapat mendukung munculnya bau apek, terutama ketika handuk ditumpuk tanpa sirkulasi udara yang memadai. Karena itu, jika belum bisa langsung mencuci handuk, gantungkan terlebih dahulu hingga lebih kering sebelum menyimpannya di keranjang.
Kebiasaan ini juga berlaku setelah mencuci. Segera keluarkan handuk dari mesin ketika siklus selesai agar kain tidak terlalu lama berada dalam kondisi basah.
Baca Juga: Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Hollywood, Apa Peluangnya bagi Kreator Lokal?
2. Deterjen yang digunakan terlalu banyak
Sebagian orang mengira menambahkan lebih banyak deterjen akan membuat handuk semakin bersih. Padahal, penggunaan yang berlebihan bisa meninggalkan residu dan menyulitkan proses pembilasan.
Whirlpool menjelaskan bahwa penumpukan residu deterjen dapat memengaruhi kondisi kain. Karena itu, penggunaan deterjen sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan dan disesuaikan dengan jumlah cucian serta jenis mesin.
Jika selama ini kamu menuangkan deterjen tanpa takaran, coba ukur sesuai petunjuk produk. Hindari pula memasukkan terlalu banyak handuk sekaligus karena cucian yang terlalu padat dapat menghambat proses pencucian dan pembilasan.
Baca Juga: 5 Sudut Rumah yang Sering Terlupakan Saat Bersih-bersih, Padahal Berdebu
3. Mesin cuci juga perlu dibersihkan
Handuk yang berbau setelah dicuci belum tentu bermasalah karena kainnya sendiri. Mesin cuci yang jarang dibersihkan juga bisa menjadi sumber bau.
Sisa deterjen dan kotoran dapat menumpuk pada bagian tertentu, termasuk laci deterjen dan karet pintu pada mesin bukaan depan. Jika bagian tersebut lembap, bau tidak sedap dapat muncul dan memengaruhi cucian.
Periksa buku petunjuk mesin untuk mengetahui cara membersihkan tabung, laci deterjen, serta bagian lainnya. Jika tersedia, gunakan siklus khusus pembersihan mesin sesuai instruksi produsen.
Jangan mencampurkan cairan pembersih atau bahan kimia secara sembarangan. Ikuti petunjuk produk dan mesin agar proses pembersihan tidak menimbulkan risiko.
4. Handuk belum benar-benar kering
Handuk bisa saja sudah dicuci dengan baik, tetapi kembali berbau ketika disimpan dalam kondisi masih lembap. Hal ini dapat terjadi ketika kain dilipat terlalu cepat atau dijemur di tempat dengan sirkulasi udara buruk.
Setelah dicuci, kibaskan handuk agar lipatan kain terbuka, kemudian gantungkan dengan ruang yang cukup di sekelilingnya. Pilih lokasi yang memiliki aliran udara baik dan sesuaikan cara pengeringan dengan kondisi cuaca.
Jika menjemur di dalam rumah, hindari menumpuk beberapa handuk pada satu gantungan. Beri jarak agar udara dapat bergerak dan kelembapan lebih mudah berkurang.
5. Pewangi hanya menutupi bau, bukan memperbaiki penyebabnya
Pewangi pakaian memang dapat memberikan aroma segar, tetapi bukan pengganti proses pencucian dan pengeringan yang tepat. Jika sumber bau masih tertinggal, aroma tidak sedap bisa muncul kembali saat handuk terkena air.
Mulailah dengan mencuci ulang handuk sesuai petunjuk pada label perawatan. Gunakan takaran deterjen yang tepat, jangan memenuhi tabung secara berlebihan, lalu keringkan sampai benar-benar kering.
Hindari langsung menambahkan banyak bahan rumah tangga ke mesin cuci tanpa memeriksa kompatibilitasnya dengan kain dan mesin. Jika ingin menggunakan produk tambahan, ikuti petunjuk pada kemasan.
Kapan handuk perlu diganti?
Jika bau terus muncul setelah handuk dicuci dengan benar dan dikeringkan secara menyeluruh, periksa kondisi kainnya. Handuk yang sudah rusak, sulit menyerap air, atau memiliki bagian yang tidak bisa dibersihkan mungkin memang perlu diganti.
Namun, jangan buru-buru membuangnya hanya karena sekali berbau. Periksa proses mencuci, kondisi mesin, dan tempat menjemur terlebih dahulu. Perubahan kecil pada kebiasaan tersebut bisa membantu handuk tetap bersih dan nyaman digunakan.
Editor : Inayah Choirunisa