5 Cara Bersihkan Kamar Mandi Kos dengan Bahan Murah, Nggak Perlu Beli Banyak Cairan

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 15:02 WIB
Lima cara praktis dan murah membersihkan kamar mandi kos tanpa perlu boros beli banyak cairan.
Lima cara praktis dan murah membersihkan kamar mandi kos tanpa perlu boros beli banyak cairan.

SOLOBALAPAN.COM – Kamar mandi kos sering menjadi bagian yang paling malas dibersihkan. Ukurannya kecil, dipakai setiap hari, tetapi tahu-tahu lantainya sudah licin, keran mulai kusam, sudut-sudutnya berkerak, atau muncul noda yang bikin kamar mandi terlihat jorok.

Masalahnya, anak kos biasanya juga tidak mau menghabiskan banyak uang untuk membeli berbagai macam cairan pembersih. Belum lagi harus menyediakan tempat untuk menyimpan botol-botolnya.

Padahal, membersihkan kamar mandi tidak selalu membutuhkan banyak produk. Dengan beberapa bahan dan alat sederhana, kamar mandi kos bisa dibersihkan secara rutin tanpa harus membuat pengeluaran membengkak.

Berikut beberapa cara yang bisa dicoba.

Baca Juga: In This Economy, Jangan Buru-buru Buang 5 Barang Bekas Ini

1. Gunakan Sabun Cuci Piring untuk Permukaan yang Berminyak

Sabun cuci piring tidak hanya berguna di dapur. Kandungan pembersihnya juga dapat membantu mengangkat kotoran dan residu pada permukaan tertentu di kamar mandi.

Tuangkan sedikit sabun pada spons yang sudah dibasahi, kemudian gosok bagian seperti lantai sekitar area mandi, wastafel, atau permukaan yang terasa licin.

Setelah itu, bilas sampai tidak ada sisa sabun. Cara sederhana ini cocok dilakukan sebagai pembersihan rutin sehingga kotoran tidak menumpuk terlalu lama.

Baca Juga: Tanaman Hias Mendadak Layu Padahal Rajin Disiram? Ini 5 Penyebabnya

2. Cuka Putih Bisa Membantu Mengatasi Endapan Mineral

Keran atau kepala shower yang mulai memiliki endapan putih bisa membuat kamar mandi terlihat kusam. Untuk beberapa permukaan yang sesuai, cuka putih dapat digunakan untuk membantu melonggarkan endapan mineral.

Caranya, gunakan cuka putih pada kain atau rendam bagian yang memungkinkan untuk dilepas. Diamkan beberapa saat, kemudian gosok dan bilas.

Namun, jangan asal menggunakannya pada semua material. Periksa petunjuk dari produsen, terutama untuk permukaan batu alam atau material yang sensitif terhadap asam.

CDC juga mencatat cuka putih dapat digunakan untuk membantu menghilangkan buildup pada beberapa komponen seperti showerhead, dengan tetap mengikuti petunjuk produsen.

Baca Juga: Belajar dari Aqeela Calista, Ini Rahasia Tetap Semangat meski Jadwal Padat

3. Baking Soda untuk Bagian yang Sulit Digosok

Punya baking soda di dapur? Bahan ini bisa dimanfaatkan sebagai pembersih tambahan untuk beberapa permukaan keras.

Taburkan sedikit baking soda pada spons atau area yang ingin dibersihkan, lalu gosok perlahan dengan air. Cara ini bisa dicoba pada bagian kamar mandi yang memiliki kotoran menempel.

Jangan langsung menggosok terlalu keras. Untuk permukaan tertentu, penggunaan bahan abrasif dapat meninggalkan goresan. Jadi, lebih baik coba sedikit pada bagian yang tidak terlalu terlihat terlebih dahulu.

4. Jangan Tunggu Lantai Sampai Licin

Kesalahan yang sering dilakukan anak kos adalah baru membersihkan lantai ketika sudah terlihat sangat kotor.

Padahal, membersihkan secara rutin justru membuat pekerjaan lebih ringan. Setelah mandi, biasakan membilas lantai dari sisa sabun dan kotoran. Jika ada alat pendorong air atau floor wiper, gunakan untuk mengurangi genangan.

Kamar mandi yang lebih cepat kering juga membantu mengurangi kondisi lembap yang dapat mendukung pertumbuhan jamur. CDC menyarankan kamar mandi tetap memiliki aliran udara yang baik dan kelembapan dikendalikan untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur.

5. Tidak Perlu Menumpuk Banyak Cairan Pembersih

Kalau tujuan utamanya hemat, tidak perlu membeli satu cairan untuk setiap jenis noda.

Mulai dari pembersihan dasar menggunakan air, sabun atau deterjen dan alat gosok yang sesuai. CDC menyebut bahwa dalam banyak situasi, pembersihan menggunakan sabun dan air sudah dapat menghilangkan kotoran serta sebagian besar kuman dari permukaan.

Kalau memang membutuhkan produk disinfeksi atau pemutih, gunakan sesuai petunjuk pada label. Jangan mencampur pemutih dengan cairan pembersih lain, karena campuran tersebut dapat menghasilkan uap yang berbahaya untuk dihirup.

Yang tidak kalah penting, pastikan kamar mandi memiliki ventilasi yang cukup saat sedang dibersihkan menggunakan produk kimia.

Jadi, anak kos tidak harus punya satu rak penuh cairan pembersih untuk menjaga kamar mandi tetap nyaman. Kuncinya justru ada pada membersihkan secara rutin sebelum kerak, kotoran, dan jamur semakin sulit ditangani.

Dengan begitu, pekerjaan bersih-bersih juga tidak terasa seperti proyek besar yang harus dilakukan sebulan sekali.

Editor : Inayah Choirunisa
cairan pembersih kamar mandi bahan