SOLOBALAPAN.COM- Di pasar-pasar tradisional, jantung pisang atau bunga pisang kerap dianggap sebagai bahan makanan kelas dua. Harganya yang terjangkau dan tampilannya yang sederhana membuat bahan alami ini sering dipandang sebelah mata. Banyak orang hanya mengenal jantung pisang sebagai pelengkap gulai, lodeh, atau urap. Padahal, di balik balutan kelopak merah keunguannya, bunga pisang menyimpan kekayaan nutrisi luar biasa yang ampuh menangkal berbagai penyakit kronis.
Secara medis dan gizi, jantung pisang merupakan bahan pangan yang kaya akan serat pangan, protein, zat besi, kalsium, fosfor, kalium, serta vitamin A, C, dan E. Tak hanya itu, bunga pisang juga mengandung senyawa aktif fitokimia seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi bagi tubuh.
Baca Juga: Kenapa Hello Kitty Tidak Punya Mulut? Ternyata Ini Alasan di Balik Desain Ikoniknya
Mengontrol Kadar Gula Darah dan Cegah Diabetes
Salah satu khasiat paling menonjol dari jantung pisang adalah kemampuannya dalam membantu mengendalikan kadar gula darah. Jantung pisang memiliki indeks glikemik yang rendah serta kandungan serat larut yang sangat tinggi. Serat ini bekerja memperlambat penyerapan glukosa di dalam saluran pencernaan, sehingga mencegah terjadinya lonjakan gula darah secara mendadak pascamakan.
Selain itu, ekstrak bunga pisang diketahui dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan merangsang penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh. Hal ini menjadikannya bahan makanan alami yang sangat ideal bagi penderita diabetes melitus maupun mereka yang sedang menjalani program pencegahan diabetes.
Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
Kandungan kalium yang melimpah dalam jantung pisang berperan penting dalam menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Kalium bekerja membantu menetralkan efek natrium dalam tubuh serta merelaksasi dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
Di samping itu, serat dan senyawa antioksidan pada bunga pisang bantu mengikat kolesterol jahat (LDL) di dalam usus dan membuangnya sebelum sempat diserap ke dalam aliran darah. Proses ini secara efektif membantu mencegah penumpukan plak pada pembuluh darah (aterosklerosis) yang menjadi pemicu utama serangan jantung dan stroke.
Baca Juga: In This Economy, Jangan Buru-buru Buang 5 Barang Bekas Ini
Melancarkan Pencernaan dan Atasi Sembelit
Masalah pencernaan seperti sembelit, perut kembung, dan BAB tidak teratur sering kali disebabkan oleh kurangnya asupan serat harian. Jantung pisang mengandung perpaduan serat larut dan tidak larut air yang sangat efektif melunakkan tinja serta merangsang pergerakan peristaltik usus.
Kandungan seratnya juga berfungsi sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus besar. Sistem pencernaan yang sehat dan kaya bakteri baik tidak hanya melancarkan pembuangan sisa makanan, tetapi juga memperkuat sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.
Mencegah Anemia dan Mendukung Kesehatan Wanita
Bagi kaum wanita, jantung pisang menyimpan manfaat istimewa. Kandungan zat besi yang tinggi di dalamnya sangat dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin, sehingga efektif mencegah dan mengatasi gejala anemia atau kurang darah.
Selain itu, olahan jantung pisang secara tradisional juga dipercaya ampuh melancarkan produksi ASI bagi ibu menyusui (galaktagogum) serta membantu meredakan nyeri haid dan pendarahan berlebihan berkat kemampuannya dalam menyeimbangkan hormon secara alami.
Tips Mengolah Jantung Pisang Agar Tidak Pahit dan Menghitam
Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Jokowi di Kertanegara Disorot Pengamat, Duga Ada Kesepakatan Politik
Agar nutrisi dan rasa lezatnya tetap terjaga tanpa getah atau rasa pahit yang mengganggu, simak beberapa langkah mudah pengolahannya berikut:
Pilih Bagian Dalam yang Muda: Buang beberapa lapis kelopak luar yang keras dan berwarna merah tua hingga menemukan bagian dalam yang berwarna putih kekuningan dan terasa lembut.
Rebus dalam Air Mendidih: Iris jantung pisang sesuai selera dan segera masukkan ke dalam air mendidih yang telah diberi sedikit garam atau perasan jeruk nipis. Langkah ini mencegah proses oksidasi yang membuat warna jantung pisang berubah menjadi hitam.
Bilas hingga Bersih: Setelah direbus hingga empuk, tiriskan dan bilas dengan air bersih untuk menghilangkan sisa getah sebelum diolah bersama bumbu masakan favorit.
Mulai sekarang, jangan ragu untuk memasukkan jantung pisang ke dalam daftar belanja harian Anda. Selain harganya yang murah dan rasanya yang gurih renyah, manfaat kesehatannya yang melimpah siap menjaga tubuh Anda dari berbagai ancaman penyakit. (cindy amelia putri)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com