In This Economy, Jangan Buru-buru Buang 5 Barang Bekas Ini

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:16 WIB
Prinsip in this economy dapat diterapkan dengan memanfaatkan kembali barang bekas rumah tangga.
Prinsip in this economy dapat diterapkan dengan memanfaatkan kembali barang bekas rumah tangga.

SOLOBALAPAN.COM – In this economy, membeli barang baru untuk setiap kebutuhan rumah memang rasanya perlu dipikirkan berkali-kali. Apalagi kalau sebenarnya ada barang di rumah yang masih bisa dimanfaatkan kembali.

Kardus bekas paket, botol plastik, sampai stoples kosong sering kali langsung masuk tempat sampah. Padahal, dengan sedikit kreativitas, beberapa di antaranya dapat berubah menjadi benda yang punya fungsi baru.

Bukan berarti semua barang bekas harus disimpan. Namun, lima benda berikut bisa dipertimbangkan sebelum benar-benar dibuang.

Baca Juga: Mau Coba Omakase? Kenali Etika Makan yang Perlu Diperhatikan Sebelum Datang

1. Kardus bekas paket jadi organizer

Belanja online membuat kardus paket mudah menumpuk di rumah. Daripada langsung dibuang, kardus dengan kondisi masih baik dapat dipotong dan dirakit menjadi tempat penyimpanan sederhana.

Ukurannya bisa disesuaikan untuk menyimpan kabel, alat tulis, perlengkapan kerja, kosmetik, hingga barang-barang kecil yang sering berserakan di meja.

Agar lebih rapi, permukaan kardus dapat dilapisi kertas kado atau bahan lain yang tersedia di rumah.

Baca Juga: Surf Rock, Musik yang Membawa Debur Ombak Lewat Gitar yang Penuh Gema.

2. Stoples kaca jadi wadah penyimpanan

Stoples bekas selai atau makanan sebenarnya masih bisa digunakan selama kondisinya layak dan sudah dibersihkan dengan baik.

Wadah tersebut dapat dipakai untuk menyimpan bumbu kering, camilan, biji-bijian, atau barang kecil seperti kancing dan klip.

Keuntungannya, isi stoples juga lebih mudah terlihat sehingga tidak perlu membuka banyak wadah hanya untuk mencari barang.

3. Botol plastik jadi pot kecil

Botol plastik bekas juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanaman. Bagian botol bisa dipotong dan diberi lubang drainase sebelum digunakan sebagai pot.

Cara ini cocok untuk tanaman kecil yang tidak membutuhkan wadah besar. Letaknya juga bisa disesuaikan dengan ruang yang tersedia, misalnya di teras atau area yang mendapat cahaya sesuai kebutuhan tanaman.

Namun, pastikan botol dan media tanam tetap bersih serta memiliki drainase yang baik.

Baca Juga: Rahasia DNA Repair: Mengapa Konsumsi Asam Folat Sejak Lajang Bikin Tabungan Genetik Lebih Sehat

4. Kain bekas jadi lap

Tidak semua kain lama harus berakhir di tempat sampah. Kaos atau kain yang sudah tidak digunakan dapat dipotong menjadi lap untuk kebutuhan rumah tangga.

Misalnya untuk membersihkan meja, mengelap debu, atau membersihkan permukaan tertentu.

Sebaiknya pilih kain yang masih layak dan bersih. Pisahkan lap berdasarkan penggunaannya agar kain untuk area kotor tidak digunakan kembali untuk permukaan yang berkaitan dengan makanan.

5. Kaleng bekas jadi tempat barang kecil

Kaleng bekas makanan juga bisa diberi fungsi baru sebagai wadah.

Setelah dibersihkan dan bagian tajamnya diamankan, kaleng dapat digunakan untuk menyimpan alat tulis, kuas, perlengkapan kerajinan, atau benda kecil lainnya.

Kalau ingin tampil lebih menarik, bagian luar kaleng bisa dihias menggunakan kertas, kain, atau cat.

Memanfaatkan barang bekas seperti ini bukan berarti harus mengubah rumah menjadi tempat penyimpanan barang yang sudah tidak terpakai. Justru, kuncinya adalah memilih barang yang benar-benar masih layak dan punya fungsi jelas.

Di tengah kebiasaan membeli barang baru ketika membutuhkan sesuatu, sedikit kreativitas bisa membuat benda yang tadinya dianggap tidak berguna kembali memiliki fungsi.

Jadi, sebelum memasukkan kardus, stoples, botol, kain, atau kaleng ke tempat sampah, coba lihat sekali lagi. Siapa tahu benda tersebut sebenarnya cuma membutuhkan fungsi baru.

Editor : Inayah Choirunisa
kardus fungsi rumah bekas Barang