SOLOBALAPAN.COM – Hujan deras sering kali baru membuat pemilik rumah sadar ada bagian yang bermasalah. Tiba-tiba plafon menetes, halaman tergenang, atau air justru masuk dari celah yang sebelumnya tidak pernah diperhatikan.
Padahal, beberapa tanda kerusakan sebenarnya bisa dicek sebelum hujan datang lebih sering. Pemeriksaan sederhana dapat membantu menemukan masalah ketika kondisinya masih relatif mudah ditangani.
Lantas, bagian rumah mana saja yang sebaiknya mulai dicek?
Baca Juga: Kenapa Warganet Threads Ramai Bahas Feng Shui Kemakmuran? Ternyata Ada Pola di Balik Kontennya
1. Atap dan genteng
Bagian paling atas rumah tentu menjadi area pertama yang perlu diperhatikan. Cek apakah ada genteng yang bergeser, retak, pecah, atau bagian atap yang terlihat tidak pada tempatnya.
Jika memungkinkan, pemeriksaan dilakukan sebelum hujan turun dan dengan memperhatikan keselamatan. Jangan memaksakan naik ke atap ketika permukaannya basah atau licin.
Tanda lain yang bisa diperhatikan dari dalam rumah adalah munculnya noda lembap atau bekas air pada plafon.
Baca Juga: Atlet Perempuan Indonesia Sumbang 18 Medali di Asian Games 2026, Ada 2 Emas
2. Talang air
Talang memiliki tugas penting mengarahkan air hujan agar tidak mengalir sembarangan ke dinding atau bagian rumah lainnya.
Masalahnya, talang mudah dipenuhi daun, ranting, debu, dan kotoran lain. Jika aliran tersumbat, air dapat meluap ketika hujan deras.
Karena itu, bersihkan talang secara berkala dan periksa apakah air bisa mengalir dengan lancar menuju saluran pembuangan.
3. Saluran air di halaman
Jangan hanya memeriksa bagian atas rumah. Saluran air di sekitar halaman juga perlu diperhatikan.
Periksa apakah ada sampah atau endapan yang membuat air sulit mengalir. Saluran yang tersumbat bisa menyebabkan genangan setelah hujan, terutama ketika volume air meningkat dalam waktu singkat.
Area sekitar rumah juga sebaiknya memiliki jalur air yang tidak mengarah kembali ke bangunan.
Baca Juga: Belajar dari Aqeela Calista, Ini Rahasia Tetap Semangat meski Jadwal Padat
4. Plafon dan dinding
Sebelum hujan menjadi semakin sering, coba perhatikan apakah ada noda kecokelatan, cat menggelembung, atau bagian dinding yang terasa lembap.
Perubahan seperti itu tidak selalu berarti kebocoran besar, tetapi bisa menjadi tanda adanya masalah kelembapan yang perlu dicari sumbernya.
Jangan hanya mengecat ulang bagian yang bernoda tanpa mencari penyebabnya. Jika sumber air masih ada, noda tersebut berpotensi muncul kembali.
5. Pintu, jendela, dan celah rumah
Air hujan juga dapat masuk dari area yang sering luput diperhatikan, terutama bagian sambungan atau celah di sekitar pintu dan jendela.
Periksa apakah terdapat celah yang memungkinkan air masuk ketika hujan disertai angin kencang. Bagian karet atau seal yang sudah rusak juga perlu diperhatikan.
Selain mencegah air masuk, pemeriksaan ini dapat membantu menjaga area dalam rumah tetap kering.
Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau EPA, pengendalian kelembapan menjadi salah satu hal penting untuk mencegah masalah jamur di rumah. EPA juga menyarankan agar talang atap dibersihkan dan diperbaiki secara berkala serta kebocoran ditangani dengan cepat.
Jadi, jangan menunggu plafon mulai menetes untuk memeriksa kondisi rumah. Saat hujan mulai lebih sering turun, lima bagian tersebut bisa masuk daftar pemeriksaan sederhana di rumah.
Lebih baik menemukan genteng bergeser atau talang tersumbat lebih awal daripada baru mengetahuinya ketika hujan sudah turun deras.
Editor : Inayah Choirunisa