SOLOBALAPAN.COM – Melihat jadwal Aqeela Calista belakangan ini mungkin bikin bertanya-tanya, sebenarnya dari mana energi artis muda ini datang?
Setelah menjalani kesibukan syuting yang cukup panjang, Aqeela tetap terlihat aktif menikmati berbagai kegiatan. Ia bahkan baru saja membawa pulang tiga penghargaan dari Infotainment Awards 2026, yakni Celebrity of the Year, Artis Paling Sosmed, dan Most Charming Female Celebrity.
Di tengah kesibukannya, Aqeela juga punya berbagai kegiatan di luar pekerjaan. Mulai dari tampil, menari, menghabiskan waktu bersama teman-teman hingga menikmati konser musisi favorit.
Sekilas, jadwal seperti itu justru terdengar melelahkan. Namun, mungkin ada satu hal yang bisa dipelajari dari Aqeela: energi tidak selalu datang dari jadwal yang kosong.
Baca Juga: 5 Film Romance Anak SMA Indonesia Favorit, Ada AADC hingga Dilan 1990
1. Punya sesuatu yang dinanti
Pernah merasa hari Senin terasa lebih ringan karena sudah punya rencana untuk akhir pekan?
Atau tiba-tiba semangat bekerja karena tahu setelahnya ada konser, film baru, buku yang ingin dibaca, atau janji bertemu teman?
Dalam psikologi, pengalaman menantikan sesuatu yang menyenangkan dikenal sebagai anticipation. Perasaan positif tidak hanya muncul ketika kegiatan tersebut akhirnya terjadi. Membayangkan dan menunggu pengalaman menyenangkan juga dapat memberikan efek positif.
Artinya, hidup tidak harus selalu menunggu liburan panjang untuk terasa menyenangkan.
Baca Juga: Apa Arti “Stop the Wedding!” yang Viral di TikTok? Ternyata Bukan Cuma Soal Pernikahan
Hal kecil yang sudah dijadwalkan pun bisa menjadi alasan untuk menjalani hari dengan lebih bersemangat.
2. Kesibukan tidak selalu berarti kehabisan energi
Aqeela sebelumnya mengungkapkan bahwa menjalani syuting dalam waktu panjang tentu membuatnya mengalami rasa capek dan jenuh. Namun, salah satu hal yang membuatnya tetap menikmati pekerjaan adalah keberadaan teman-teman seusianya.
Ketika merasa lelah, ia bisa mengobrol dan bercanda dengan orang-orang yang mengalami kesibukan serupa.
Ini menunjukkan bahwa energi tidak hanya berkaitan dengan berapa banyak waktu kosong yang dimiliki. Lingkungan sosial dan kegiatan yang membuat seseorang merasa nyaman juga dapat memengaruhi bagaimana sebuah rutinitas dijalani.
Penelitian mengenai motivasi juga menunjukkan bahwa hubungan dengan orang lain atau relatedness merupakan salah satu kebutuhan psikologis yang berperan dalam motivasi dan kesejahteraan seseorang.
3. Jangan sampai hidup hanya berisi kewajiban
Semakin dewasa, rutinitas sehari-hari memang mudah berubah menjadi daftar tugas.
Bangun, kuliah atau bekerja, menyelesaikan tugas, pulang, tidur, lalu mengulang semuanya lagi keesokan harinya.
Berbeda ketika masih kecil. Ada ulang tahun yang ditunggu, liburan sekolah yang sudah dihitung mundur, film yang ingin ditonton, atau sekadar menunggu akhir pekan untuk bermain bersama teman.
Bukan berarti kehidupan orang dewasa harus selalu menyenangkan. Namun, kita tetap membutuhkan sesuatu yang membuat kita merasa, “Oke, aku mau melewati hari ini karena setelah ini ada sesuatu yang kutunggu.”
4. Hal yang ditunggu tidak harus besar
Menunggu sesuatu yang menyenangkan tidak harus berarti membeli tiket konser mahal atau merencanakan liburan ke luar kota.
Bisa sesederhana menonton film yang sudah lama masuk watchlist, membaca buku baru, mencoba tempat makan yang ingin didatangi, membeli bunga, bertemu teman, atau menyelesaikan satu serial favorit.
Bahkan membuat rencana kecil untuk akhir pekan bisa memberikan perubahan suasana di tengah rutinitas.
Yang penting, kegiatan tersebut memang sesuatu yang kita sukai, bukan kewajiban baru yang justru membuat stres.
5. Tetap sisakan ruang untuk istirahat
Menjadikan Aqeela sebagai inspirasi bukan berarti kita harus meniru jadwalnya yang padat.
Justru setelah menjalani syuting selama sekitar dua setengah tahun, Aqeela mengatakan ingin mengambil waktu untuk beristirahat, me time, serta menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman.
Ini menjadi pengingat bahwa antusiasme juga perlu diimbangi dengan istirahat.
Punya banyak hal yang disukai memang bisa membuat hidup terasa lebih berwarna, tetapi tubuh tetap membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak.
Pada akhirnya, mungkin kita tidak membutuhkan jadwal yang lebih padat untuk merasa lebih hidup.
Kita hanya perlu memastikan bahwa di antara berbagai kewajiban, masih ada sesuatu yang benar-benar kita nantikan.
Tidak harus konser, liburan, atau acara besar. Bisa saja secangkir kopi bersama teman, buku baru di akhir pekan, film yang sudah lama ingin ditonton, atau sekadar waktu santai tanpa pekerjaan.
Sebab, seperti yang bisa dipelajari dari Aqeela, kesibukan tidak harus membuat kita kehilangan hal-hal yang membuat kita antusias. Justru hal-hal kecil itulah yang kadang membuat kita punya alasan untuk bersemangat menjalani hari.
Editor : Inayah Choirunisa