SOLOBALAPAN.COM – Digicam kembali ramai digunakan untuk menghasilkan foto dengan nuansa yang berbeda dari kamera ponsel. Hasilnya memang tidak selalu setajam kamera smartphone terbaru, tetapi justru karakter warna, flash, dan sedikit noise dari kamera digital lawas membuatnya punya daya tarik tersendiri.
Namun, punya digicam saja belum tentu langsung menghasilkan foto yang menarik. Cara mengambil gambar tetap berpengaruh, mulai dari memilih cahaya sampai menentukan posisi subjek.
Buat yang baru mencoba tren digicam, berikut beberapa tips yang bisa dicoba.
Baca Juga: Enam Dekade Berkarya, Apa yang Membuat Lagu-Lagu Hetty Koes Endang Tetap Dikenang?
1. Jangan selalu matikan flash
Flash bawaan sering dianggap membuat foto terlalu terang atau terlihat “jadul”. Padahal, efek tersebut justru bisa menjadi bagian dari karakter foto digicam.
Flash dapat membantu menerangi subjek ketika kondisi sekitar cukup gelap. Pada kondisi tertentu, penggunaan flash juga bisa memberikan kesan snapshot yang khas.
Jadi, tidak perlu selalu menggunakan mode tanpa flash. Coba bandingkan foto yang diambil dengan flash dan tanpa flash, lalu lihat karakter mana yang paling sesuai dengan suasana yang diinginkan.
Baca Juga: T.O.P dan Nana Jadi Sorotan, Kenapa Hubungan Artis yang Lama Dirahasiakan Selalu Bikin Penasaran?
Canon juga menjelaskan bahwa flash bawaan dapat digunakan untuk menerangi subjek yang berada dekat dengan kamera, terutama dalam kondisi minim cahaya.
2. Cari cahaya alami sebelum menaikkan pengaturan kamera
Kalau ingin mendapatkan foto yang lebih jelas, cahaya alami bisa menjadi pilihan pertama.
Coba memotret di dekat jendela, halaman terbuka, atau tempat yang mendapat cahaya matahari cukup. Arah cahaya juga perlu diperhatikan karena dapat menentukan bagian wajah atau objek mana yang terlihat lebih terang.
Tidak perlu selalu mencari tempat dengan cahaya yang sangat terang. Cahaya yang lembut justru dapat menghasilkan bayangan yang lebih menarik.
Memahami arah cahaya juga penting karena perubahan posisi sedikit saja dapat mengubah bayangan dan keseluruhan tampilan foto.
Baca Juga: Ikan Arwana Dipercaya Bawa Rezeki, Ternyata Ada Cerita di Balik Kepercayaan Ini
3. Coba ambil foto dari berbagai sudut
Jangan terpaku pada posisi kamera sejajar dengan mata. Untuk satu objek yang sama, coba ambil beberapa foto dari bawah, samping, atau sedikit dari atas.
Digicam biasanya berukuran kecil sehingga mudah dibawa dan digunakan secara spontan. Manfaatkan karakter tersebut untuk bereksperimen dengan sudut pengambilan gambar.
Misalnya, saat memotret teman, jangan hanya meminta mereka berdiri dan melihat kamera. Bisa juga mengambil foto ketika mereka sedang berjalan, menoleh, tertawa, atau melakukan aktivitas biasa.
Foto yang terlihat natural sering kali justru terasa lebih hidup.
4. Manfaatkan latar belakang yang sederhana
Foto tidak harus selalu memiliki banyak objek agar terlihat menarik. Justru latar yang terlalu ramai bisa membuat perhatian berpindah dari subjek utama.
Sebelum menekan tombol shutter, perhatikan apa yang berada di belakang subjek. Dinding polos, jalan, jendela, meja, atau sudut ruangan bisa menjadi latar sederhana yang membuat objek lebih menonjol.
Kalau ingin menghasilkan foto dengan kesan lebih “jadul”, benda-benda sehari-hari juga bisa dimanfaatkan sebagai bagian dari cerita. Misalnya meja makan, halte, toko, kamar tidur, atau suasana jalan.
5. Jangan langsung hapus foto yang terlihat aneh
Ini mungkin menjadi salah satu bagian paling menyenangkan dari memakai digicam.
Foto yang sedikit blur, terlalu terang, atau memiliki pantulan cahaya belum tentu gagal. Karakter seperti itu justru bisa membuat foto terasa spontan dan berbeda.
Daripada langsung menghapusnya, coba lihat kembali dalam satu folder setelah selesai memotret. Bisa saja foto yang awalnya terlihat aneh justru menjadi gambar favorit.
Kalau ingin mengedit, usahakan tidak berlebihan. Penyesuaian sederhana seperti kecerahan, kontras, atau white balance sudah cukup untuk memperbaiki tampilan tanpa menghilangkan karakter asli foto.
Canon juga menyarankan agar penyesuaian seperti kecerahan dan warna dilakukan secara hati-hati supaya hasil akhir tidak kehilangan keseimbangan antara bagian terang dan gelap.
Pada akhirnya, daya tarik digicam bukan hanya soal kualitas gambar yang dihasilkan. Kamera digital lawas justru menawarkan pengalaman memotret yang berbeda karena pengguna perlu lebih memperhatikan cahaya, sudut, jarak, dan momen.
Jadi, kalau baru ikut tren digicam, tidak perlu terlalu sibuk mengejar foto yang sempurna. Coba saja lebih banyak bereksperimen. Bisa jadi, foto yang tidak direncanakan justru menghasilkan gambar paling menarik.
Editor : Inayah Choirunisa