Bulan dan Jupiter Berdekatan 6 Oktober 2026, Bisa Dilihat dari Indonesia?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 07:25 WIB
-
Fenomena Bulan sabit tipis yang berdekatan dengan planet Jupiter dapat disaksikan dari Indonesia pada dini hari 6 Oktober 2026. 

SOLOBALAPAN.COM – Langit dini hari 6 Oktober 2026 bakal menghadirkan pemandangan menarik. Bulan sabit yang mulai menipis akan tampak berdekatan dengan Jupiter, salah satu planet paling terang yang bisa dilihat dari Bumi.

Fenomena ini terjadi ketika posisi Bulan dan Jupiter terlihat berdekatan dari sudut pandang pengamat di Bumi. Bagi yang gemar mengabadikan langit dengan kamera, peristiwa tersebut juga bisa menjadi kesempatan menarik untuk mendapatkan foto Bulan dan Jupiter dalam satu bidang pandang.

Lantas, kapan waktu terbaik melihatnya dan apakah fenomena ini bisa disaksikan dari Indonesia?

Baca Juga: 5 Prompt AI untuk Melatih Critical Thinking, Jangan Cuma Bilang Tolong Rangkum

Terjadi pada Dini Hari

Bulan dan Jupiter akan tampak berdekatan pada 6 Oktober. Keduanya berada di langit menjelang Matahari terbit sehingga pengamatan perlu dilakukan pada dini hari.

Untuk wilayah Indonesia, Jupiter dapat dicari di arah timur sebelum Matahari muncul. Posisi tepat dan waktu kemunculannya dapat sedikit berbeda tergantung lokasi pengamat.

Di Jakarta, misalnya, Bulan pada 6 Oktober terbit sekitar pukul 02.02 WIB, sedangkan Jupiter terbit sekitar pukul 02.00-an. Artinya, keduanya sudah berada di atas cakrawala pada beberapa jam sebelum fajar.

Baca Juga: Bukan Soal Punya Segalanya, Ini yang Bikin Perempuan Punya Value

Bulan Berbentuk Sabit Tipis

Yang membuat pemandangan ini semakin menarik adalah fase Bulan yang sedang menuju Bulan baru.

Data fase Bulan menunjukkan pada 6 Oktober, bagian Bulan yang terlihat dari Jakarta hanya sekitar 23 persen. Bentuknya berupa sabit yang semakin tipis karena Bulan baru akan terjadi pada 10 Oktober.

Sabit tipis tersebut akan tampak berdekatan dengan Jupiter yang terlihat sebagai titik cahaya terang. Kombinasi keduanya membuat fenomena ini cukup mudah dikenali, terutama ketika langit dalam kondisi cerah.

Baca Juga: Ritual Petik Laut, Ungkapan Syukur Masyarakat Pesisir Banyuwangi yang Berkaitan dengan Tari Jejer Gandrung

Tak Perlu Teleskop

Kabar baiknya, pengamatan fenomena Bulan dan Jupiter tidak harus menggunakan teleskop.

Jupiter termasuk objek langit yang relatif mudah ditemukan karena cahayanya tampak terang dan stabil. Selama cuaca cerah serta pandangan ke arah timur tidak terhalang bangunan atau pepohonan, keduanya dapat diamati dengan mata telanjang.

Teropong atau kamera dengan lensa tele dapat digunakan jika ingin melihat atau mengabadikan detail yang lebih jelas.

Indonesia Bisa Melihat Kedekatannya

Indonesia termasuk wilayah yang dapat menikmati kedekatan visual Bulan dan Jupiter, meskipun fenomena yang lebih spesifik berupa occultation atau Bulan menutupi Jupiter tidak terlihat dari semua wilayah Bumi.

Pada peristiwa 6 Oktober, occultation Jupiter oleh Bulan hanya dapat diamati dari wilayah tertentu, terutama bagian Amerika Utara dan beberapa kawasan lainnya.

Sementara dari Indonesia, yang terlihat adalah pasangan Bulan dan Jupiter yang tampak berdekatan di langit dini hari.

Cari Tempat dengan Pandangan Langit Terbuka

Kalau ingin melihatnya, pilih lokasi yang memiliki pandangan luas ke arah timur dan minim gangguan cahaya maupun bangunan tinggi.

Waktu terbaik adalah sebelum Matahari terbit ketika langit masih cukup gelap. Jangan lupa perhatikan kondisi cuaca karena awan dapat membuat kedua objek sulit terlihat.

Untuk yang ingin memotret, kamera ponsel pun dapat digunakan, meski hasilnya akan lebih maksimal dengan kamera yang memiliki pengaturan manual. Tripod juga membantu menjaga kamera tetap stabil ketika memotret dalam kondisi cahaya rendah.

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : Medcom, Timeanddate, PAGASA Astronomical Diary
Jupiter indonesia bulan