5 Fakta Hujan Meteor Draconids Oktober 2026, Puncaknya Segera Terjadi

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 07:17 WIB
Hujan meteor Draconids aktif kembali pada 6–10 Oktober 2026 dan memuncak pada 8–9 Oktober.
Hujan meteor Draconids aktif kembali pada 6–10 Oktober 2026 dan memuncak pada 8–9 Oktober.

SOLOBALAPAN.COM – Langit malam Oktober 2026 kembali menawarkan fenomena astronomi yang menarik untuk diamati. Salah satunya adalah hujan meteor Draconids yang mulai aktif pada 6 Oktober dan akan mencapai puncaknya pada malam 8 hingga 9 Oktober.

Berbeda dari sejumlah hujan meteor yang justru lebih menarik diamati lewat tengah malam, Draconids memiliki waktu pengamatan yang cukup unik. Fenomena ini justru lebih baik diburu pada malam hari setelah langit gelap.

Buat yang ingin mencoba mengamati langsung, berikut lima fakta tentang hujan meteor Draconids yang perlu diketahui.

Baca Juga: 5 Prompt AI untuk Melatih Critical Thinking, Jangan Cuma Bilang Tolong Rangkum

1. Namanya Berasal dari Rasi Draco

Draconids mendapatkan namanya dari Draco, sebuah rasi bintang yang menjadi lokasi asal tampak atau radiant hujan meteor tersebut.

Radiant merupakan titik di langit yang dari perspektif pengamat terlihat sebagai tempat meteor-meteor dalam satu hujan meteor seolah-olah berasal. Meski begitu, meteor tidak hanya muncul tepat di sekitar titik tersebut.

Artinya, saat mengamati Draconids, pengamat tidak perlu terus-menerus menatap satu titik di langit. Meteor dapat melintas di berbagai bagian langit.

Baca Juga: Kenapa Minum Air Hangat Mendadak Jadi Tren Chinamaxxing di TikTok?

2. Draconids Berasal dari Sisa Komet

Hujan meteor ini terjadi ketika Bumi melewati jalur debu dan material yang ditinggalkan Komet 21P/Giacobini-Zinner.

Partikel-partikel kecil tersebut kemudian memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi dan terbakar. Proses itulah yang menghasilkan garis cahaya yang dari permukaan Bumi terlihat seperti meteor.

Karena berasal dari komet yang sama, Draconids juga memiliki nama lain, yaitu Giacobinids.

Baca Juga: Cap Tangan di Gua Indonesia Ini Berusia 67.800 Tahun, Ternyata Salah Satu Karya Seni Tertua di Dunia

3. Puncaknya 8–9 Oktober 2026

Draconids aktif sejak 6 Oktober hingga 10 Oktober. Namun, waktu yang paling dinantikan adalah malam 8 hingga 9 Oktober, ketika aktivitas meteor diperkirakan mencapai puncaknya.

International Meteor Organization memperkirakan Draconids 2026 hanya menghasilkan sekitar lima meteor per jam dalam kondisi ideal. Jadi, jangan membayangkan langit akan dipenuhi ratusan meteor sekaligus.

Meski jumlahnya relatif sedikit, Draconids memiliki karakter yang membuatnya tetap menarik untuk diburu.

4. Justru Lebih Bagus Dilihat pada Malam Hari

Kebanyakan hujan meteor populer lebih sering diburu setelah tengah malam hingga menjelang pagi. Draconids berbeda.

Hujan meteor ini justru dikenal lebih baik diamati pada malam hari setelah gelap, karena posisi radiant-nya lebih mendukung pada waktu tersebut.

Meteor Draconids juga relatif lambat dibandingkan sejumlah hujan meteor lainnya. Pergerakannya yang lebih lambat dapat memberikan sedikit lebih banyak waktu bagi pengamat untuk menyadari kemunculannya di langit.

5. Tahun Ini Minim Gangguan Cahaya Bulan

Ada kabar baik bagi pemburu meteor pada 2026. Puncak Draconids tahun ini berdekatan dengan Bulan baru pada 10 Oktober, sehingga cahaya Bulan tidak terlalu mengganggu pengamatan.

Namun, kondisi langit tetap menjadi faktor penting. Polusi cahaya dari perkotaan dapat membuat meteor yang redup sulit terlihat. Karena itu, lokasi yang jauh dari lampu kota dan memiliki pandangan langit yang luas akan memberikan peluang lebih baik.

Pengamat juga tidak membutuhkan teleskop untuk melihat Draconids. Mata telanjang justru lebih praktis karena meteor dapat muncul di berbagai bagian langit.

Jadi, kalau ingin berburu Draconids, siapkan tempat yang minim cahaya, cari posisi yang nyaman, lalu beri waktu bagi mata untuk menyesuaikan diri dengan kondisi gelap.

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : Timeanddate, International Meteor Organization, Star Walk
Draconids hujan langit oktober meteor