Dianggap Bunga Kematian di Eropa, Krisan Justru Punya Makna Berbeda di Asia

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 09:35 WIB
Krisan putih kerap digunakan dalam tradisi pemakaman di sejumlah negara. Namun, di Asia, bunga ini juga memiliki makna budaya lain, termasuk simbol kehormatan dan umur panjang. (Pinterest)
Krisan putih kerap digunakan dalam tradisi pemakaman di sejumlah negara. Namun, di Asia, bunga ini juga memiliki makna budaya lain, termasuk simbol kehormatan dan umur panjang. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Bunga krisan putih mungkin terlihat sederhana dengan kelopak-kelopak kecil yang tersusun rapi. Namun, di balik tampilannya yang cantik, bunga ini menyimpan makna budaya yang berbeda di berbagai belahan dunia.

Di sejumlah negara Eropa, krisan lekat dengan pemakaman dan penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Sementara di Asia, bunga yang sama juga memiliki makna lain, mulai dari umur panjang hingga simbol kehormatan.

Di Prancis, misalnya, krisan dikenal sebagai bunga yang erat dengan tradisi mengenang orang meninggal. Hubungan tersebut semakin kuat setelah bunga krisan digunakan untuk menghiasi monumen peringatan korban perang pada 11 November 1919.

Baca Juga: Siap-Siap Cair Rp900 Ribu, Ini Bocoran Syarat Penerima BSU Kuartal IV 2026

Tradisi menempatkan krisan di makam kemudian berkembang dan dikaitkan dengan peringatan Hari Arwah pada 2 November. Catatan sejarah ini dijelaskan oleh Pemerintah Kota Paris dalam ulasannya mengenai sejarah krisan sebagai bunga pemakaman.

Kebiasaan serupa juga dikenal di beberapa negara Eropa lainnya, seperti Italia. Karena itu, memberikan krisan sebagai hadiah kepada seseorang yang masih hidup bisa dianggap kurang tepat dalam konteks budaya tertentu.

Namun, makna tersebut tidak berlaku seragam di seluruh Eropa. Penggunaan bunga tetap dipengaruhi kebiasaan dan tradisi setempat.

Menariknya, krisan justru berasal dari Asia. Bunga ini telah lama dibudidayakan di Tiongkok sebelum menyebar ke Jepang. Di Jepang, krisan kemudian memiliki kedudukan istimewa dalam kebudayaan dan lingkungan kekaisaran.

Bunga tersebut bahkan menjadi bagian dari lambang kekaisaran Jepang yang dikenal dengan motif krisan.

National Museum of Japanese History mencatat bahwa krisan telah dikenal di Jepang sejak periode awal sejarahnya. Pada masa Heian, kegiatan menikmati bunga krisan menjadi tren di lingkungan istana.

Baca Juga: Cara Buat Video AI Zombie Pelukan yang Sedang Tren di TikTok, Ini Teks Prompt Bahasa Indonesia

Seiring waktu, bunga ini juga dikembangkan menjadi berbagai bentuk dan dikaitkan dengan keindahan serta harapan akan usia panjang.

Namun, bukan berarti krisan di Asia selalu bermakna positif. Di sejumlah negara Asia Timur, terutama Jepang, Tiongkok, dan Korea, krisan putih juga digunakan dalam upacara pemakaman dan menjadi simbol duka. Warna putih sendiri memiliki hubungan dengan tradisi berkabung dalam beberapa budaya di kawasan tersebut.

Di sisi lain, krisan juga dikenal melalui makna yang lebih cerah. Dalam tradisi Jepang, bunga ini berkaitan dengan umur panjang dan kesehatan.

Jepang bahkan memiliki perayaan tradisional yang dikenal sebagai Festival Krisan atau Kiku no Sekku, yang dahulu menjadi bagian dari rangkaian perayaan musiman dan harapan akan kehidupan yang baik.

Baca Juga: Bukan Pewarna Buatan, Warna Ungu Minuman Tradisional Peru Ini Berasal dari Jagung

Perbedaan makna tersebut menunjukkan bahwa simbol sebuah bunga tidak hanya ditentukan oleh bentuk atau warnanya. Sejarah, kebiasaan masyarakat, hingga peristiwa tertentu dapat membentuk cara suatu budaya memandang bunga.

Krisan yang dianggap pantas diletakkan di makam di satu negara, misalnya, bisa memiliki kedudukan terhormat dalam tradisi lain.

Karena itu, krisan putih tidak tepat jika langsung disebut sebagai bunga kematian yang berlaku di seluruh dunia. Di beberapa tempat, bunga ini memang identik dengan duka dan penghormatan kepada orang yang telah tiada.

Namun, di tempat lain, krisan juga hadir sebagai simbol budaya, keindahan, serta harapan akan umur panjang.

Sebelum memberikan bunga kepada seseorang, mengenali kebiasaan budaya setempat bisa menjadi hal yang penting. Sebab, bunga yang terlihat sama belum tentu menyampaikan pesan yang sama bagi setiap orang.(lut)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
bunga krisan makna bunga eropa asia