SOLOBALAPAN.COM - Serial animasi Masha and the Bear dikenal lewat tingkah Masha yang aktif dan sering membuat Bear kewalahan. Namun, ada hal menarik lain yang mungkin luput dari perhatian penonton, yaitu musik yang mengiringi petualangan mereka. Dalam salah satu episode, lagu yang terdengar ternyata memiliki kaitan dengan puisi dan kisah sejarah Rusia.
Rujukan tersebut muncul dalam episode ketiga Masha and the Bear. Dalam versi asli berbahasa Rusia, terdapat penggalan lagu “From Beyond the Island to the Midstream”.
Sekilas, bagian ini mungkin terdengar seperti musik pengiring biasa. Namun, lirik tersebut merujuk pada puisi karya D. L. Sadovnikov yang kemudian dikenal sebagai lagu rakyat tentang Stepan Razin.
Stepan Razin merupakan tokoh pemberontak Cossack dari abad ke-17 yang dikenal dalam sejarah dan cerita rakyat Rusia. Kisahnya kemudian melekat dalam ingatan masyarakat, salah satunya melalui lagu yang diangkat dari puisi Sadovnikov.
Dengan demikian, musik dalam kartun anak-anak ini bukan sekadar elemen untuk membangun suasana, tetapi juga membawa jejak budaya yang sudah dikenal di Rusia.
Hal menarik lainnya terlihat ketika lagu tersebut dibandingkan dengan versi bahasa Inggris. Kajian mengenai penerjemahan audiovisual dalam serial Masha and the Bear menjelaskan bahwa rujukan lagu dalam versi Rusia diganti dengan lagu Natal “Jingle Bells” pada versi bahasa Inggris.
Penggantian ini membuat adegan lebih mudah dipahami oleh penonton anak-anak yang tidak mengenal konteks sejarah Rusia.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa proses dubbing tidak selalu menerjemahkan kata demi kata. Dalam tayangan anak, lagu atau ungkapan tertentu bisa disesuaikan dengan budaya penonton agar suasana dan maksud adegan tetap terasa. Namun, penyesuaian itu juga dapat membuat sebagian unsur budaya dari versi asli tidak lagi muncul.
Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Kian Memanas! Menteri HAM Natalius Pigai Buka Suara: Saya Tidak Takut Dicopot!
Fenomena ini sebenarnya bukan hal asing dalam dunia animasi. Musik sering digunakan untuk membantu membangun suasana, memperkuat karakter, atau membuat adegan lebih mudah diingat.
Akan tetapi, ketika musik mengambil inspirasi dari lagu rakyat, puisi, maupun peristiwa sejarah, fungsinya bisa menjadi lebih luas. Penonton secara tidak langsung berkenalan dengan potongan budaya dari negara asal cerita tersebut.
Hal itu juga sejalan dengan penelitian tentang lapisan budaya dalam Masha and the Bear. Kajian tersebut melihat serial ini memuat berbagai unsur budaya Rusia, mulai dari cerita rakyat, kebiasaan sehari-hari, hingga seni.
Unsur-unsur itu tidak hanya ditempelkan sebagai hiasan, tetapi diolah kembali dan dimasukkan ke dalam cerita sehingga dapat dikenalkan kepada penonton secara tidak langsung. Bagi penonton anak-anak, tentu tidak semua referensi tersebut akan langsung dipahami. Mereka mungkin hanya menikmati musik dan kelucuan adegan Masha.
Namun, bagi penonton yang ingin tahu lebih jauh, lagu yang terdengar singkat itu bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal sejarah dan tradisi negara lain.
Inilah yang membuat musik dalam Masha and the Bear menarik untuk diperhatikan. Di balik animasi yang ringan dan menghibur, ada kemungkinan rujukan budaya yang tersembunyi dalam lagu, dialog, maupun latar cerita. Bahkan, perbedaan antara versi bahasa Rusia dan bahasa Inggris menunjukkan bagaimana sebuah karya dapat mengalami penyesuaian ketika menjangkau penonton dari berbagai negara.
Jadi, ketika mendengar musik dalam Masha and the Bear, penonton tidak selalu hanya sedang menikmati lagu pengiring. Dalam beberapa adegan, musik tersebut juga membawa cerita yang lebih panjang—tentang puisi, tokoh sejarah, dan budaya Rusia yang diwariskan dari generasi ke generasi.(lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber